Wajib Tahu! Begini Cara Mengatasi Saraf Kejepit di Pinggul Tanpa Operasi

saraf kejepit di pinggul

Begitu banyak kebiasaan yang tanpa kita sadari ternyata dapat menyebabkan saraf kejepit di pinggul. Saraf kejepit di pinggul dapat menimbulkan nyeri berkepanjangan yang jika dibiarkan bisa berisiko pada kerusakan saraf yang lebih buruk. Kondisi ini tentu akan mengganggu produktivitas dan menurunkan kualitas hidup penderita. Lalu, hal apa saja yang dapat menyebabkan saraf kejepit pinggul?  Ini kata dokter di Lamina Pain and Spine Center.

Benturan Keras Bisa Sebabkan Saraf Kejepit

Ilustrasi nyeri saraf kejepit yang menjalar ke bokong (Source: AICA Orthopedics-aica.com)

Menurut dr. Mahdian Nur Nasution, Sp.BS, cedera pada pinggul adalah hal tersering yang dapat menyebabkan saraf kejepit. Cedera saat berolahraga atau terjatuh dan terkena benturan keras dapat membuat patah tulang belakang hingga menimbulkan tekanan hebat pada saraf. Hal inilah yang bisa menyebabkan saraf kejepit di pinggul. Saraf kejepit terjadi karena adanya tekanan pada saraf dari jaringan di sekitarnya seperti otot, tulang, tulang rawan, ligamen, atau sendi. Karena degenerasi, bantalan tulang belakang juga bisa keluar dari tempatnya dan menonjol sehingga menjepit saraf .

Pinggul adalah persendian yang menghubungkan tulang paha dengan tulang panggul dan berperan dalam mengendalikan gerak tubuh. Misalnya, duduk, berjalan, membungkuk atau memutar badan. Pinggul juga merupakan salah satu sendi yang paling besar menahan berat tubuh, sehingga rentan terkena cedera.

Selain karena cedera, ada beberapa hal yang dapat menyebabkan saraf kejepit pinggul, antara lain:

  • Sering duduk lama dengan posisi yang sama tanpa melakukan peregangan ringan
  • Memutar tubuh secara mendadak atau tiba-tiba
  • Faktor degeneratif atau pertambahan usia
  • Arthritis atau radang sendi (osteoarthritis atau rheumatoid arthritis)
  • Obesitas atau kelebihan berat badan
Baca Juga:  Nyeri Punggung Bisa Sembuh Dengan Tidur di Lantai, Benarkah?

Apakah Kesemutan Termasuk Gejalanya?

Ketika mengalami saraf kejepit di pinggul, umumnya akan muncul rasa nyeri seperti tertusuk, terbakar atau tersetrum. Nyeri ini bisa hilang timbul, berlangsung sebentar, hingga berlangsung lebih lama dan berkepanjangan.

Pada kasus saraf kejepit pinggul, nyeri bisa mulai terasa dari punggung bawah yang menjalar hingga ke bokong, paha, betis dan kaki. Bahkan area tubuh ini juga bisa mengalami kebas dan kesemutan. Jika mengabaikan kondisi ini maka bisa berakibat pada kelemahan otot dan sendi sehingga sangat menyulitkan dalam beraktivitas sehari-hari.

Apabila tidak segera tertangani, saraf kejepit bisa menimbulkan kerusakan saraf permanen misalnya kelumpuhan. Menakutkan bukan?

Oleh karena itu, jika Anda mengalami saraf kejepit bisa melakukan perawatan awal dengan berisitirahat, hindari beraktivitas berat, mengompres dengan bantalan dingin atau konsumsi obat anti nyeri untuk meredakan sakitnya. Lakukan juga peregangan yang tidak terlalu berat jika gejala masih tergolong ringan.

Namun, perhatikan ya jika gejala tidak membaik dalam waktu tujuh hari dan malah semakin memburuk atau Anda mengalami demam, sebaiknya temui dokter ahli.

Diagnosa dan Penanganan Saraf Kejepit

Diagnosa saraf kejepit pinggul dilakukan dengan pemeriksaan fisik secara komprehensif dan didukung oleh pemeriksaan radiologis, seperti MRI. Tujuannya yaitu untuk menegakkan diagnosa dan memastikan penyakit yang Anda derita. Dengan MRI, bantalan tulang yang menonjol lebih jelas terlihat daripada hasil Rontgen.

Apabila Anda terkena saraf kejepit di pinggul, metode pengobatan yang sesuai adalah dengan BESS. BESS atau Biportal Endoscopic Spinal Surgery merupakan prosedur endoskopi dengan membuat dua sayatan untuk memasukkan alat dekompresi, termasuk kamera khusus berukuran mikro ke dalam lokasi tonjolan bantalan tulang. Kamera ini terhubung dengan layar monitor HD untuk melihat dengan jelas saraf yang terjepit sehingga memudahkan dokter dalam melakukan prosedur endoskopi.

Baca Juga:  Amankah Penderita GERD Berpuasa?

Teknologi BESS yang berasal dari Korea ini juga dapat digunakan untuk kondisi lainnya seperti pengapuran ataupun stenosis spinal. Dengan waktu tindakan relatif singkat, masa penyembuhan cepat, dan Anda pun tidak perlu menjalani rawat inap.

Nah, jangan ragu lagi dan tak perlu khawatir karena Lamina memiliki berbagai metode pengobatan saraf kejepit tanpa operasi yang akan membuat Anda lebih nyaman. Sebagai layanan one stop service, kami juga memiliki ambulans yang akan membantu memudahkan transportasi Anda yang berada di Jabodetabek dari dan ke Klinik Lamina.

Sebagai informasi tambahan, Lamina Pain and Spine Center berlokasi di Mampang, Cibubur, Pulomas, dan Kuningan.

Yuk, chat dan konsultasi sekarang dengan menghubungi Assistance Center Lamina pada nomor yang tertera! Kami akan mengarahkan Anda untuk berkonsultasi mengenai saraf kejepit langsung dengan dokter spesialis bedah saraf Lamina.

Semoga bermanfaat ya!

Baca juga: Tanpa Operasi, Begini Pengobatan untuk Sakit Pinggang yang Lebih Ampuh

Share via:
Artikel Terkait
Promo Terbaru
Artikel Populer
Topik Populer