Sangat Fatal, Jatuh Duduk Bisa Mengakibatkan Patah Tulang Belakang

jatuh duduk bisa patah tulang belakang

Jatuh dalam posisi duduk bisa memiliki sejumlah risiko, salah satunya yaitu patah tulang belakang. Hal ini bisa terjadi karena beragam hal, mulai dari terpeleset, jatuh dari ketinggian, atau kecelakaan. Ketika Anda mengalaminya, mungkin saja timbul rasa nyeri dan tidak nyaman pada tulang belakang. Oleh karena itu, waspadai rasa nyerinya karena jika tidak tertangani segera maka bisa berisiko pada fraktur tulang belakang atau kelumpuhan.

Apa Bahaya Jatuh Duduk?

Menurut Central of Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika Serikat, mengungkapkan bahwa jatuh terpeleset dalam posisi duduk telah mengakibatkan sekitar 30.000 lansia meninggal dunia. Kondisi ini memang sangat berbahaya khususnya bagi orang-orang yang berusia lanjut.

Bahaya jatuh duduk memang dapat mengintai siapapun, tak terkecuali anda yang berusia muda. Ada beberapa risiko yang mungkin terjadi, seperti patah tulang atau kaki. Namun, efek jatuh duduk yang paling berbahaya yaitu bisa menyebabkan cedera tulang ekor dan patah tulang belakang.

Patah tulang belakang adalah kondisi ketika tulang belakang mengalami retak atau fraktur. Ini adalah jenis patah tulang yang lebih parah dari patah tulang lainnya, karena bisa menyebabkan trauma pada tulang belakang. Gangguan ini tentunya dapat menurunkan fungsi tubuh, seperti hilangnya sistem sensorik, menurunnya kekuatan otot (motorik), dan sistem gerak.

Gejala Patah Tulang Belakang

Setiap orang mungkin akan merasakan gejala yang berbeda tergantung pada kondisi kesehatan, lokasi spesifik patah tulang, dan tingkat keparahannya. Namun, ada gejala umum yang biasanya akan anda alami, antara lain:

  • Nyeri hebat di area punggung, terutama saat bergerak, berjalan, atau melakukan aktivitas lain
  • Timbul peradangan dan pembengkakan di area tulang yang patah
  • Perubahan bentuk pada tulang belakang, seperti melengkung
  • Otot punggung yang berada dekat lokasi fraktur terasa kaku dan sakit
Baca Juga:  Gejala Saraf Kejepit Ditandai Dengan Nyeri Sendi Tak Tertahankan

Apabila fraktur telah memengaruhi saraf tulang belakang, maka gejala lain mungkin timbul seperti mati rasa, kesemutan, hingga melemahnya anggota gerak tubuh.

Segera Ke Dokter untuk Menghindari Risiko Kelumpuhan

Apabila muncul rasa sakit yang semakin parah, maka Anda sebaiknya segera ke dokter untuk diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Setelah melakukan pemeriksaan dan mendiagnosa penyakit, dokter akan merekomendasikan beberapa metode pengobatan. Khypoplasty atau balloon khypoplasty adalah salah satu metode pengobatan yang efektif untuk menyembuhkan patah tulang belakang jika kondisinya sudah sangat parah.

Prosedur khypoplasty biasanya dilakukan oleh dokter spesialis bedah saraf. Dokter akan memberikan obat bius (anestesi) dan kemudian mulai memasukkan jarum dengan balon ke dalam ruas tulang belakang. Balon akan dikembangkan untuk membuat ruang pada area tulang belakang untuk menyuntikkan semen khusus ke bagian yang sakit. Bahan semen ini yaitu polimetilmetakrilat (PMMA), yang akan langsung mengeras setelah disuntikkan. Prosedur ini juga menggunakan alat bantu X-Ray Real Time untuk membantu melihat kondisi dan lokasi fraktur. Khypoplasty sangat efektif untuk mengangkat tulang belakang kembali pada posisi normal.

Keuntungan dari prosedur minimal invasif ini yaitu, waktu tindakan cepat hanya sekitar 60 menit, risiko komplikasi minimal, hasilnya bisa langsung terasa pasca tindakan, dan proses pemulihan lebih cepat.

Setelah tindakan, anda sebaiknya menghindari aktivitas berat dan konsumsi makanan bergizi untuk mempercepat kesembuhan. Lakukan kontrol kembali ke dokter untuk mencegah risiko komplikasi.

Ingin berkonsultasi dengan dokter di Lamina Pain and Spine Center? Silakan menghubungi Assistance Center kami pada nomor kontak yang tertera. Anda akan diarahkan ke dokter spesialis bedah saraf Lamina untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Baca juga: Kyphoplasty, Prosedur Minimal Invasif yang Efektif Atasi Patah Tulang Belakang

Baca Juga:  Syaraf Terjepit Sama Dengan HNP? Gejala, Penyebab dan Penanganannya Apa?
Share via:
Artikel Terkait
Promo Terbaru
Artikel Populer
Topik Populer