Struktur Tulang Belakang dan Fungsinya

struktur tulang belakang dan fungsinya

Struktur tulang belakang dan fungsinya sangat kompleks. Paham struktur tulang belakang dan fungsinya akan membuat Anda memahami dan mungkin bisa dapat mengantisipasi gangguan yang mungkin terjadi.

Gambar struktur tulang belakang mungkin pernah Anda lihat sehingga Anda akan berpikir area ini begitu kompleksnya dan pasti memiliki fungsi yang berbeda.

Tulang belakang memiliki struktur yang sangat baik untuk menopang tubuh sehingga mampu menyesuaikan bentuk dengan tubuh yang mungkin mengalami perubahan tertentu, seperti saat kehamilan atau kegemukan.

Lengkungan pada tulang belakang dapat menyesuaikan aktivitas yang Anda lakukan agar tubuh menjadi seimbang dan kuat untuk menopang saat membawa benda atau mengangkat beban berat.

Secara medis, tulang belakang dikenal dengan kolumna vertebralis. Walau terangkai oleh tulang namun tulang belakang ini dapat bergerak secara lentur.  Ada bantalan tulang yang terdapat di antara tiap dua ruas tulang.

Struktur Tulang Belakang dan Fungsinya

Tulang belakang tersusun dari serangkaian tulang-tulang kecil atau yang dikenal dengan istilah lain, vertebra, yang tertumpuk satu sama lain.

Tumpukan ini membentuk lengkungan alami tulang belakang Anda. Tetapi hebatnya walau tertumpuk tetapi tidak saling bersentuhan karena dipisahkan oleh diskus intervertebralis (bantalan tulang) yang terletak antara dua ruas. Bayangkan saja bentuknya seperti sandwich.

Bantalan tulang atau cakram ini berisikan jel sebagai peredam guncangan atau kejutan seraya mencegah tulang saling bergesekan saat Anda melakukan mobilitas.

Tulang belakang banyak peran atau fungsinya. Berperan dalam menyangga/menopang kepala, bahu, dan tubuh secara keseluruhan. Tulang belakang ini memungkinkan Anda dapat berdiri tegak, duduk, berjalan, dan bergerak secara fleksibel. Struktur tulang belakang dan fungsinya cukup besar dalam melindungi sumsum tulang belakang dari cedera.

Baca Juga:  Apakah Obesitas Dapat Mengakibatkan Sakit Pinggang?

Susunannya dimulai dari dasar tengkorak hingga panggul. Selain itu juga ada saraf-saraf yang bekerja sebagai ‘kurir’ pengirim dan penerima pesan antara otak dan tubuh sehingga fungsi organ dan gerakan terkendali dengan sehat.

Nyeri tulang belakang bisa saja Anda rasakan bila terjadi cedera baik akibat kecelakaan kendaraan bermotor atau olahraga. Dalam kasus yang berat yang juga mengenai saraf tulang belakang, berisiko timbulkan kelumpuhan.

Struktur Tulang Belakang dan Fungsinya, Membentuk Lengkungan Alami

Lengkungan alami pada tulang belakang layaknya bentuk huruf S yang tampak dari samping. Lengkungan ini mencakup leher (servikal), dada/punggung atas (torakal) dan bawah (lumbal/lumbar).

Struktur tulang belakang seperti ini memberi keseimbangan dan membantu postur tubuh tetap tegak. Tulang punggung terdiri atas 33 tulang yang saling bertumpuk.

Leher

Tujuh tulang belakang pertama dari bawah tengkorak adalah servikal. Bekerja sebagai penopang kepala dan leher. Bentuknya mirip C sehingga dapat membuat Anda dapat memutar, memiringkan dan menganggukkan kepala.

Torakal (punggung atas atau tengah)

Terdiri dari 12 ruas tulang mulai dari dada atas hingga punggung tengah membentuk seperti huruf C yang terbalik. Nah tulang iga Anda melekat pada tulang ini.

Lumbal atau punggung bawah

Terdiri dari 5 ruas tulang yang menekuk ke dalam seperti huruf C. Area ini bekerja menopang atau menanggung sebagian besar bobot tubuh dan tekanan saat Anda melakukan aktivitas seperti mengangkat dan membawa benda berat. Itu sebabnya, masalah tulang belakang kebanyakan terjadi pada area bawah.

Sakrum

Memiliki 5 tulang belakang menyerupai bentuk segitiga yang menghubungkan ke pinggul dan membentuk seperti cincin atau Anda mengenalnya sebagai panggul.

Tulang ekor (coccyx)

Ini adalah pangkal tulang belakang. Terdiri dari 4 tulang yang menyatu. Perannya juga besar yaitu menahan beban dan pusat gravitasi.  

Baca Juga:  Operasi Saraf Terjepit Tulang Belakang untuk Hasil Kesembuhan yang Optimal

Ternyata struktur tulang belakang tidak hanya terdiri dari tulang. Ada beberapa struktur lainnya yaitu:

  • Sendi facet yang menghubungkan setiap bagian tulang dan menjaga fleksibilitas dan stabilitas tubuh
  • Diskus intervertebralis atau bantalan sendi, yang mengandung jel agar tulang belakang dapat bergerak tanpa saling bergesekan dan juga bekerja sebagai peredam goncangan.
  • Ligamen, otot dan tendon, yang semuanya berperan dalam gerakan.
  • Di antara dua tulang belakang terdapat celah yang disebut foramen intervertebralis, untuk jalan serabut saraf yang keluar dari medula spinalis (sumsum tulang belakang).

Kerusakan Pada Bantalan Sendi

Ketika berdiri atau bergerak, maka berat badan Anda akan terpusat pada nukleus atau bantalan sendi. Akibatnya nukleus dapat membengkak atau mengembang. Anulus (bentuk seperti cincin) menahan nukleus tetap pada tempatnya.

Penyebab yang paling umum dari kerusakan tulang belakang adalah hilangnya kemampuan bantalan sendi menahan goncangan. Jadi diskus ini merupakan struktur yang sangat penting. Bila bantalan sendi ini mengalami cedera terus menerus dan membengkak sehingga keluar dari tempatnya, dapat menyebabkan nyeri pada tulang belakang.

Bila kondisinya sudah bocor dan menjepit saraf maka disebut dengan hernia nukleus pulposus (HNP) yang awam mengenalnya sebagai saraf kejepit.

Tulang Belakang Bengkok

Kondisi ini bisa saja terjadi saat Anda memiliki lengkungan tulang belakang yang tidak normal atau mengalami deformitas yang membentuk seperti huruf S atau C. Istilah lainnya adalah skoliosis, lordosis, dan kifosis.

Berat ringannya tulang belakang bengkok ini bergantung derajat pembengkokannya yang akan dokter ukur dengan sudut Cobb.

Share via:
Artikel Terkait
Promo Terbaru
Artikel Populer
Topik Populer