Selain penyakit jantung iskemik, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan stroke sebagai penyakit mematikan kedua di dunia. Stroke atau secara umum sering disebut sebagai serangan otak (brain attack) terjadi karena adanya sumbatan pada suplai darah yang menuju otak atau akibat pecahnya pembuluh darah di otak. Kondisi ini sangatlah membahayakan, karena bisa menyebabkan kerusakan otak permanen, disabilitas dalam waktu lama, dan bahkan kematian.
WHO: Sekitar 70% stroke terjadi di negara berpendapatan rendah dan menengah, dan 87% stroke menyebabkan kematian serta disabilitas.
Daftar isi
- Penyebab Stroke
- Gejalanya
- Penanganan Stroke
- FAQ tentang Stroke dan Penyakit Mematikan di Dunia
- Apa penyakit yang paling mematikan di dunia?
- Apakah stroke merupakan penyebab kematian terbanyak kedua di dunia?
- Stroke berada di peringkat berapa dalam daftar penyakit mematikan?
- Apakah stroke termasuk penyakit tidak menular yang paling mematikan di Indonesia?
- Penyakit apa saja yang dapat meningkatkan risiko kematian lebih cepat?
Penyebab Stroke
Menurut dr. Haekal Alazatha, Sp.N, FINA, stroke merupakan jenis penyakit mematikan yang ditandai oleh adanya gangguan saraf atau defisit neurologis, baik vokal maupun umum yang terjadi secara mendadak. Kondisi ini terjadi karena adanya gangguan pembuluh darah di otak, seperti masalah pada anatomi atau aliran pembuluh darahnya.
Ada berbagai faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena stroke, antara lain:
- Berat badan berlebih badan atau obesitas
- Kurang melakukan aktivitas fisik
- Memiliki tekanan darah tinggi (hipertensi)
- Kolesterol tinggi
- Menderita diabetes
- Memiliki keluarga dengan riwayat penyakit stroke
Gejalanya
Gejala stroke biasanya terjadi pada bagian tubuh yang dikendalikan oleh bagian otak yang mengalami gangguan, seperti:
- Kelemahan pada otot wajah sehingga membuat satu sisi wajah melorot (turun)
- Kesulitan makan, tersenyum, berbicara atau menggerakkan bagian wajah karena terasa kaku
- Sulit mengangkat kedua lengan karena mati rasa
- Gangguan penglihatan pada satu atau kedua mata
- Sakit kepala hebat
- Hilangnya keseimbangan saat berdiri atau berjalan
Penanganan Stroke
Untuk mengetahui apakah Anda terkena stroke, bisa terlihat dari adanya gangguan motorik. Misalnya, apakah ada kelemahan pada lengan atau kaki, mulut miring/ mencong, sakit kepala hebat atau gangguan bicara.
Jika gejalanya seperti itu, dan terjadi secara mendadak, maka sebaiknya periksakan diri ke dokter spesialis saraf. Dokter akan melakukan sejumlah pemeriksaan fisik dan radiologis seperti CT-Scan untuk mengetahui apakah jenis stroke nya pendarahan atau penyumbatan. Dari hasil CT-Scan dokter akan menentukan seperti apa pengobatannya, apakah ada indikasi operasi atau tidak.
Untuk stroke penyumbatan, dokter biasanya akan memberikan obat pengencer darah. Sebagai langkah preventif, Anda juga sebaiknya melakukan kontrol rutin, berolahraga, menjaga pola makan, dan kelola stres dengan baik.
Penyakit stroke harus tertangani dengan lebih cepat agar tidak menyebabkan risiko komplikasi. Anda bisa berkonsultasi dengan dr. Haekal, Sp.N, FINA untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.
Semoga sehat selalu!
Baca juga: Waspadai Risiko Penyakit Berbahaya Lainnya Akibat Sering Migrain
Artikel ini telah ditinjau oleh: dr. Faisal, Sp.BS (Dokter Spesialis Bedah Saraf di Lamina Pain and Spine Center)
FAQ tentang Stroke dan Penyakit Mematikan di Dunia
Apa penyakit yang paling mematikan di dunia?
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penyakit yang paling mematikan di dunia adalah penyakit jantung iskemik, yang menyumbang sekitar 13% dari total kematian global. Sejak tahun 2000 hingga 2021, jumlah kematian akibat penyakit ini meningkat drastis dari 2,7 juta menjadi 9,1 juta jiwa.
Apakah stroke merupakan penyebab kematian terbanyak kedua di dunia?
Ya, stroke masih menjadi penyebab kematian tertinggi kedua di dunia serta penyebab ketiga terbesar dalam kasus kecacatan. Dampak ekonomi akibat stroke pun sangat besar, dengan biaya global diperkirakan mencapai lebih dari US$721 miliar atau sekitar 0,66% dari total PDB dunia.
Stroke berada di peringkat berapa dalam daftar penyakit mematikan?
Stroke merupakan penyebab disabilitas nomor satu di dunia dan berada di peringkat ketiga sebagai penyebab kematian, setelah penyakit jantung dan kanker. Baik di negara maju maupun berkembang, stroke tetap menjadi salah satu penyakit yang perlu diwaspadai karena dampaknya yang luas terhadap kesehatan masyarakat.
Apakah stroke termasuk penyakit tidak menular yang paling mematikan di Indonesia?
Ya, berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, sekitar 12 dari 1.000 penduduk Indonesia menderita stroke. Stroke juga tercatat sebagai penyakit pembunuh nomor satu di Indonesia. Penyakit ini tidak hanya menyerang lansia, tetapi juga bisa terjadi pada usia muda, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, dan gaya hidup tidak sehat.
Penyakit apa saja yang dapat meningkatkan risiko kematian lebih cepat?
Beberapa penyakit yang menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia dan perlu mendapat perhatian khusus meliputi:
Kanker – berbagai jenis kanker, terutama yang terdeteksi pada stadium lanjut, dapat mengancam nyawa dalam waktu singkat.
Hipertensi – tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke.
Diabetes Melitus – kadar gula darah yang tidak stabil bisa merusak pembuluh darah dan organ vital.
Stroke – kondisi yang dapat menyebabkan kecacatan permanen atau kematian mendadak.
Gagal Ginjal Kronis – kerusakan ginjal yang parah bisa berujung pada komplikasi serius.