Logo Lamina

Apakah Saraf Kejepit Bisa Sembuh Sendiri? Yuk, Cari Tahu!

Nyeri Leher Menjalar - Lamina Pain and Spine Center

Mungkin Anda pernah bertanya-tanya apakah saraf kejepit bisa sembuh dengan sendirinya? Kondisi saraf kejepit seseorang dengan yang lainnya memang berbeda. Ada yang gejalanya masih tergolong ringan, namun ada juga yang sudah terlalu parah sampai kesulitan beraktivitas. Pada gejala yang masih ringan, nyeri saraf kejepit bisa membaik dengan sendirinya melalui perawatan mandiri di rumah. Akan tetapi, lain halnya dengan rasa nyeri yang tak kunjung hilang dan berkepanjangan maka diperlukan penanganan medis yang lebih efektif. 

Bahaya Saraf Kejepit

Saraf kejepit merupakan kondisi yang terjadi akibat adanya tekanan pada saraf oleh jaringan sekitarnya, seperti tulang, tulang rawan, otot atau tendon. Tekanan berlebih inilah yang kemudian mengganggu fungsi saraf dan menimbulkan gejala yang bervariasi. Jika Anda mengalami saraf kejepit di leher, rasa sakitnya mungkin akan meluas hingga ke bahu, lengan dan pergelangan tangan. Berbeda dengan saraf kejepit pinggang dengan gejala nyeri di area pinggang dan menjalar hingga ke bokong , paha dan kaki. 

Selain rasa nyeri, Anda mungkin juga akan merasakan kebas, kesemutan dan melemahnya otot di area yang terkena. Hal inilah yang dapat menyebabkan kesulitan untuk berdiri, berjalan, atau bahkan saat akan duduk. 

Pada kasus yang tidak segera tertangani, risiko komplikasi menjadi semakin tinggi, seperti kerusakan saraf permanen dan kelumpuhan anggota tubuh. 

Untuk menghindari hal ini, maka segeralah berkonsultasi dengan dokter spesialis bedah saraf di Lamina Pain and Spine Center untuk diagnosis dan penanganan yang tepat. 

Perawatan Mandiri untuk Redakan Nyeri

Jika gejala belum terlalu parah, Anda bisa melakukan cara-cara berikut ini untuk meredakan rasa nyerinya, antara lain: 

Baca Juga:  Sering Nyeri Pinggang Saat Duduk Lama? Waspada Saraf Kejepit!

  • Beristirahat secukupnya
  • Menghindari mengangkat benda berat
  • Tidak beraktivitas berlebihan
  • Kompres dingin atau hangat area yang terasa sakit
  • Minum obat pereda nyeri dengan dosis yang tepat

Terkadang, perawatan mandiri dan obat anti nyeri juga tidak berdampak pada kesembuhan yang optimal, sehingga Anda tentu memerlukan pengobatan lainnya.

Pengobatan Seperti Apa yang Lebih Efektif? 

ESI atau Epidural Steroid Injection adalah salah satu prosedur non bedah yang dapat mengatasi nyeri akibat saraf kejepit. Prosedur ini berlangsung singkat sekitar 15 menit dan lebih minim risiko komplikasi ataupun perdarahan. 

Selama tindakan dilakukan, dokter hanya menyuntikkan obat bius lokal dan Anda tetap dalam kondisi sadar. ESI menggunakan bantuan X-Ray fluoroskopi untuk menusukkan jarum melewati kulit sampai ke ruang epidural. Alat X-Ray ini berfungsi sebagai alat navigasi untuk memastikan jarum masuk ke lokasi saraf kejepit. Tahap selanjutnya yakni menyuntikkan obat kortikosteroid pada rongga epidural sekitar pangkal saraf atau kedua sisi area saraf dan area spinal lainnya. 

Hal yang Perlu Diperhatikan Setelah Prosedur ESI

Setelah selesai menjalani prosedur ESI, kebanyakan pasien tidak perlu rawat inap dan dapat pulang ke rumah setelah observasi oleh dokter. Bahkan, sebagian ada yang bisa langsung beraktivitas karena rasa nyerinya telah hilang. 

Pasca tindakan, Anda mungkin hanya akan merasakan sakit di sekitar area penyuntikkan. Untuk mencegah terjadinya komplikasi, lakukan kontrol ulang ke dokter sesuai jadwal yang telah ditentukan. Dokter akan mengevaluasi efektivitas terapi dan apakah ada efek sampingnya.

Untuk berkonsultasi, silakan menghubungi Assistance Center Lamina di nomor 021-7919-6999, atau chat via whatsapp di 0811-1443-599. Lamina juga memiliki layanan telekonsultasi untuk memudahkan Anda yang terkendala jarak dan ambulans untuk layanan antar jemput pasien dari dan ke klinik. 

Baca Juga:  Spinal Stenosis, Menyempitnya Rongga Tulang Belakang Penyebab HNP

Yuk, konsultasi sekarang agar nyeri cepat membaik dan Anda bisa beraktivitas kembali!

Baca juga: Susu Kolostrum untuk Saraf Kejepit, Mitos atau Fakta?

Share via:
Artikel Terkait
Promo Terbaru
Artikel Populer
Topik Populer