Spondilitis tuberkulosis (TB) atau yang juga dikenal sebagai Pott Disease, adalah penyakit pada tulang belakang yang disebabkan oleh infeksi bakteri penyebab TBC. TBC umumnya menginfeksi paru-paru, namun pada kasus Spondilitis TB, bakteri dapat menyebar keluar ke bagian tulang belakang. Penyakit ini bisa menyerang anak-anak maupun usia dewasa dan bisa menyebabkan kerusakan pada tulang belakang.
Daftar isi
- Apa Penyebab Spondilitis TB?
- Gejala Klinis
- Diagnosis Spondilitis TB
- Penanganan Tepat di Lamina Pain and Spine Center
- Pertanyaan Seputar Spondilitis Tuberkulosis Penyebab Gejala dan Penanganannya
- Apa penyebab spondilitis tuberkulosis?
- Apa penyebab spondilitis?
- Bagaimana cara mengobati TBC tulang?
- Bagaimana cara mengatasi penyakit tuberkulosis?
- Apa penyebab dari penyakit tuberkulosis?
Apa Penyebab Spondilitis TB?

Penyebab utama spondilitis tuberkulosis adalah menyebarnya infeksi bakteri Mycobacterium Tuberculosis ke luar paru-paru.
Bakteri ini kemudian melakukan perjalanan dari paru-paru melalui darah ke tulang, tulang belakang, atau persendian. Penyakit ini juga biasanya terjadi karena suplai vascular (pembuluh darah) terlalu banyak atau berlebihan di bagian tulang belakang.
Berbeda dengan TB paru, tuberkulosis tulang belakang mungkin tidak menyebar melalui udara dan bisa menyebar melalui darah jika bersentuhan dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi Spondilitis TB ini.
Jenis penyakit ini memang jarang terjadi dan biasanya menyerang orang dengan kekebalan tubuh yang rendah.
Faktor risikonya yaitu antara lain kontak erat atau terpapar dari pasien yang terinfeksi TBC, dalam kondisi imunodefisiensi seperti penderita HIV, tinggal di area padat penduduk, usia lanjut hingga kekurangan nutrisi.
Gejala Klinis
Mengutip laman TB Indonesia, ada beberapa kasus pada pasien spondilitis yang asimtomatik atau tanpa gejala, namun ada juga yang mengalami gejala yang cukup parah. Gejala klinis yang biasanya muncul, yaitu:
- Demam, berkeringat di malam hari dan kehilangan nafsu makan
- Rasa nyeri pada tulang belakang dan jaringan sendi di sekitarnya
- Kaku saat akan menggerakkan badan
- Pembengkakan pada bagian tulang belakang
- Muncul benjolan pada tulang belakang (gibbus)
- Jika terkena saraf, bisa mengalami mati rasa, kelemahan atau kelumpuhan tangan maupun kaki
Diagnosis Spondilitis TB
Untuk mengetahui lebih jelas tentang kondisi Anda, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter ahli untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Dokter umumnya akan melakikan anamnesis terkait riwayat penyakit TBC, apakah pernah kontak erat. dengan penderita TVC, ataupun terinfeksi HIV.
Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan pada tulang belakang, apakah ada kelainan bentuk dan postur tubuh, apakah ada benjolan, deformitas, atau abses. Dokter juga akan menekan tulang belakang Anda untuk mengetahui apakah terasa nyeri. Jika infeksi mengenai saraf, maka akan dilakukan pemeriksaan saraf sensorik dan motorik pada pasien.
Untuk menegakkan diagnosis dan memastikan seberapa parah kerusakan tulang belakang, dokter akan merekomendasikan pemeriksaan penunjang, seperti Rontgen Xray, CT Scan, ataupun MRI.
Pada kasus spondilitis TB, MRI adalah pilihan terbaik karena lebih sensitif dibandingkan rontgen dan lebih spesifik dari CT-Scan. MRI bisa menunjukkan diagnosis cepat jika ada keterlibatan neurologis.
Selain MRI, dokter juga mungkin akan menyarankan untuk melakukan pemeriksaan kultur bakteri melalui cairan yang diambil melalui biopsi perkutan pada tulang ataupun abses.
Penanganan Tepat di Lamina Pain and Spine Center
Agar penyakit TB tulang belakang Anda tidak bertambah parah, segera lakukan pemeriksaan ke Klinik Lamina Pain and Spine Center yang berada di Mampang, Jakarta Selatan. Salah satu dokter terbaik dari Lamina yaitu dr.Zuhri Efendi, Sp.OT (K), seorang Dokter Spesialis Bedah Ortopedi dan Traumatologi dengan kekhususan pada tulang belakang.
Dr. Zuhri akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh, mendiagnosa, serta mengobati penyakit spondilitis TB yang Anda derita. Dengan keahlian dan pengalaman yang dimilikinya, penyakit TB bisa tertangani dengan baik dan mencegah terjadinya nyeri berkepanjangan.
Umumnya, dokter akan memberikan pengobatan anti-tuberkulosis (OAT) kategori 1, seperti rifampicin (R), isoniazid (H), pirazinamid (Z), etambutol (E). Penggunaan obat ini dapat dilakian selama 9 bulan, 12 bulan, hingga 24 bulan tergantun pada hasil evaluasi patologi dan radiologi TB.
Apabila obat-obatan tidak memperbaiki kerusakan pada tulang belakang, dokter biasanya akan menyarankan teknik pembedahan. Tujuan intervensi bedah ini adalah drainase abses, stabilisasi tulang belakang, debridemen jaringan tulang yang terinfeksi serta mengoreksi deformitas tulang.
Untuk berkonsultasi lebih lanjut, Anda bisa melihat jadwal dokter dengan klik di sini. Dan silakan menghubungi Care Line Officer Lamina Pain and Spine Center pada nomor kontak yang tertera.
Semoga bermanfaat ya!
Baca juga: TBC Tulang Belakang Adalah Infeksi TBC Menyerang Tulang Belakang
Pertanyaan Seputar Spondilitis Tuberkulosis Penyebab Gejala dan Penanganannya
Apa penyebab spondilitis tuberkulosis?
Spondilitis tuberkulosis disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyebar dari paru-paru ke tulang belakang melalui aliran darah. Faktor risiko seperti sistem kekebalan tubuh yang lemah, malnutrisi, atau kontak erat dengan penderita TBC dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya penyakit ini. Meskipun jarang terjadi, kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan serius pada tulang belakang jika tidak ditangani dengan tepat.
Apa penyebab spondilitis?
Spondilitis, khususnya Spondilitis TB atau Pott Disease, disebabkan oleh infeksi bakteri TBC (Mycobacterium tuberculosis) yang menyerang tulang belakang. Infeksi ini dapat menyebabkan peradangan, kerusakan tulang, dan deformitas pada tulang belakang serta sendi di sekitarnya. Penyakit ini lebih sering terjadi pada individu dengan sistem imun yang lemah, seperti penderita HIV atau lansia.
Bagaimana cara mengobati TBC tulang?
Pengobatan TBC tulang, termasuk Spondilitis TB, melibatkan pemberian obat anti-tuberkulosis (OAT) seperti rifampisin, isoniazid, pirazinamid, dan etambutol selama 9 hingga 24 bulan, tergantung pada tingkat keparahan infeksi. Jika kerusakan tulang belakang parah atau tidak membaik dengan obat, tindakan bedah seperti drainase abses, stabilisasi tulang belakang, atau debridemen jaringan yang terinfeksi mungkin diperlukan.
Bagaimana cara mengatasi penyakit tuberkulosis?
Penyakit tuberkulosis dapat diatasi dengan pengobatan antibiotik kombinasi yang harus dikonsumsi secara rutin selama 6-9 bulan. Penting untuk menyelesaikan pengobatan hingga tuntas guna mencegah resistensi obat. Pada kasus TBC tulang belakang, penanganan mungkin memerlukan waktu lebih lama dan melibatkan terapi tambahan seperti obat pereda nyeri atau operasi jika terjadi kerusakan struktural pada tulang belakang.
Apa penyebab dari penyakit tuberkulosis?
Penyakit tuberkulosis (TB) disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini umumnya menyerang paru-paru, tetapi dapat menyebar ke organ lain, termasuk tulang belakang, melalui aliran darah. Faktor risiko seperti sistem kekebalan tubuh yang lemah, lingkungan padat penduduk, dan kurangnya nutrisi dapat meningkatkan risiko tertular penyakit ini.