Mengenal Bagian dan Fungsi Sistem Saraf Pada Manusia

sistem saraf

Sistem saraf pada tubuh manusia sangat kompleks karena terdiri dari beberapa jaringan yang saling terhubung satu sama-lain untuk membantu kita beraktivitas setiap harinya. Dr. Haekal Alaztha, Sp.N, mengungkapkan bahwa sistem saraf pada tubuh manusia terdiri dari beberapa bagian penting, seperti otak, sum-sum tulang belakang, hingga otot.

Saraf-saraf yang ada pada bagian tubuh manusia bekerja dengan cara mengambil informasi melalui indera pada tubuh, lalu informasi tersebut akan dikirim ke otak. Otak kita kemudian akan memproses informasi tersebut, sehingga kita dapat memunculkan reaksi.

Karena berperan penting dalam hampir semua aktivitas sehari-hari, sehingga sedikit saja gangguan yang terjadi pada sistem saraf, akan membuat penderitanya sulit bergerak. Pada kasus yang lebih parah, gangguan saraf di area tertentu dapat memicu kelumpuhan permanen pada penderitanya.

Begini menurut penjelasan dr. Haekal Alaztha,Sp.N.

Anatomi saraf

Secara garis besar, ada tiga bagian dalam sistem saraf pusat, yaitu:

  1. Otak

Otak adalah pusat pengendali segala fungsi tubuh pada manusia. Bagian ini terdiri dari otak besar, otak kecil, batang otak dan bagian lainnya. Bagian-bagian ini terlindungi oleh tengkorak dan selaput ota (meninges) yang dikelilingi oleh cairan serebrospinal untuk menghindari cedera otak.

  • Sumsum tulang belakang

Sumsum tulang belakang merupakan bagian dari susunan saraf pusat. Bagian ini langsung terhubung ke otak melalui batang otak dan sepanjang ruas tulang belakang. Saraf tulang belakang berfungsi dalam aktivitas sehari-hari dengan cara mengirimkan sinyal ke bagian tubuh lain dari otak untuk memerintahkan otot-otot yang akan bergerak.

  • Sel saraf atau neuron

Berfungsi untuk menghantarkan impuls saraf. Sel saraf terbagi menjadi tiga jenis, yaitu

  • Neuron sensorik: berfungsi membawa pesan/ informasi ke saraf pusat
  • Neuron motorik: berfungsi membawa pesan/ informasi dari saraf pusat
  • Interneuron: menghantarkan pesan dari neuron sensorik dan motorik pada saraf pusat.

Setiap sel saraf memiliki tiga struktur dasar, yaitu: badan sel yang memiliki inti, dendrit yang berfungsi menerima stimulus, serta akson yang membawa impuls keluar dari badan sel. Akson dikelilingi oleh mielin untuk melindungi saraf dan membantu pesan untuk keluar dari badan sel.

Baca Juga:  Apa Itu Skiatika?

Apa Saja Jenis Sistem Saraf?

Menurut Dr. Haekal Alaztha, Sp.N menyebutkan bahwa sistem saraf umumnya terbagi menjadi dua bagian. Di mana setiap bagiannya terdiri dari miliaran sel-sel saraf, atau yang terkenal dengan nama neuron.

Sel-sel inilah  yang mengirim dan menerima sinyal listrik melalui tubuh, untuk memberitahu otak apa yang harus Anda lakukan setiap harinya. Berikut adalah kedua jenis sistem saraf pada tubuh manusia berdasarkan fungsinya.

  • Sistem saraf pusat

Otak dan sum-sum tulang belakang merupakan bagian dari sistem saraf pusat, sistem jenis ini berfungsi untuk menerima informasi dari semua bagian tubuh. Pada sistem inilah yang mengontrol kita untuk berjalan, berbicara, bernapas, hingga yang membuat gerakan refleks. Selain itu, kedua organ ini memiliki peran penting dalam mengendalikan tubuh, inilah mengapa keduanya memiliki tulang yang kuat untuk melindungi bagian saraf di area otak dan sum-sum tulang belakang.

  • Sistem saraf perifer/tepi

Memiliki fungsi sebagai penghubung dari sistem saraf pusat (otak/sum-sum tulang belakang) kepada kulit, otot, hingga organ tubuh lainnya. Selain itu, saraf ini juga yang mengatur pergerakan organ tubuh, seperti tangan, kaki, hingga organ tubuh bagian dalam.

Berdasarkan jenisnya, saraf tepi ini terbagi menjadi dua, di antaranya:

  1. Somatik: Memiliki peran untuk sistem pergerakan anggota tubuh, seperti menggerakan tangan, kaki, atau anggota tubuh lainnya.
  2. Otonom: Saraf yang memiliki peran untuk mengatur seperti bernapas, metabolisme tubuh, hingga yang mengatur detak jantung.

Fungsi Sistem Saraf

Umumnya, sistem saraf pada manusia memiliki beberapa fungsi, antara lain:

  • Fungsi sensorik yaitu mengumpulkan informasi dari dalam dan luar tubuh manusia
  • Mengirimkan pesan/informasi ke otak dan sumsum tulang belakang
  • Fungsi integrasi yaitu memproses pesan/ informasi di otak dan sumsum tulang belakang
  • Fungsi motorik yaitu mengantarkan pesan/ informasi ke otot, kelenjar, dan organ tubuh lainnya sehingga tubuh dapat merespon dengan tepat.
Baca Juga:  Mengenal Kode ICD 10 HNP atau Saraf Kejepit

Penyebab munculnya gangguan saraf

Ketika sistem saraf mengalami kerusakan sedikit saja, maka akan memunculkan penyakit neurologis atau gangguan saraf. Gangguan neurologis ini menyerang jutaan orang setiap tahunnya. Sayangnya, banyak orang yang tidak mengetahui bahaya hingga gejala pada penyakit ini. Untuk mengetahui gejala dan bahaya pada gangguan neurologis, penting untuk memahami terlebih dahulu penyebab terjadinya. Berikut adalah beberapa kondisi yang dapat menyebabkan seseorang mengalami gangguan pada saraf, seperti;

  • Adanya trauma pada sistem saraf, seperti akibat terjatuh, mengalami kecelakaan, dan lainnya.
  • Akibat infeksi, seperti adanya infeksi HIV, Lupus, Hepatitis C, dan virus lainnya.
  • Gaya hidup yang tak sehat, seperti terlalu banyak mengonsumsi alkohol, obat-obatan terlarang, kurang gerak aktivitas fisik, dan terlalu banyak melakukan gerakan berulang-ulang.
  • Adanya genetik atau penyakit bawaan sejak lahir.

Jenis penyakit akibat sistem saraf yang rusak yaitu parkinson, meningitis, multiple sclerosis, bell’s palsy, Alzheimer, ataupun cedera otak dan tulang belakang.

Kapan harus ke dokter?

Gejala utama yang muncul dari gangguan saraf adalah munculnya rasa nyeri di area tubuh tertentu. Selain itu, kehilangan kekuatan/otot-otot menjadi melemah juga bisa menjadi gejala lain yang harus Anda waspadai.

Untuk itu, jika mulai merasakan munculnya rasa nyeri di beberapa area tubuh, serta otot terasa lemas, dengan muncul sensasi nyeri seperti terbakar. Maka, sebaiknya segeralah untuk melakukan konsultasi dengan dokter spesialis terbaik di klinik Lamina Pain and Spine Center. Salah satu klinik nyeri terbesar dan terbaik di Indonesia untuk mengatasi masalah nyeri dan tulang belakang.

Dengan menyediakan layanan one stop service dan terlengkap, sehingga memudahkan pasien untuk melakukan berbagai pengobatan dalam satu tempat sekaligus.

Selain itu, semua pengobatan di klinik Lamina juga menggunakan metode modern, tanpa rawat inap, dan bisa beraktivitas setelah tindakan.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi nomor 021-7919-6999 atau bisa datang langsung ke klinik pusat Lamina terdekat dengan lokasi Anda.

Baca juga: Mengapa Anda Mengalami Nyeri Saraf? Ini Penjelasannya!

Share via:
Artikel Terkait
Promo Terbaru
Artikel Populer
Topik Populer