preloader
Edit

Tentang Kita

Lamina Pain and Spine Center merupakan pusat pelayanan masalah nyeri dan tulang belakang di Jakarta yang mengkolaborasikan beberapa bidang ilmu kedokteran yakni kedokteran fisik dan rehabilitasi, bedah saraf dan anestesi.

Info Kontak

TBC Tulang Belakang Adalah Infeksi TBC Menyerang Tulang Belakang

  • Home
  • -
  • Blog
  • -
  • TBC Tulang Belakang Adalah Infeksi TBC Menyerang Tulang Belakang
 TBC Tulang Belakang Adalah Infeksi TBC Menyerang Tulang Belakang

TBC tulang belakang adalah penyakit infeksi TBC yang menyebar ke tulang belakang.

TBC tulang belakang adalah salah satu penyebab kerusakan pada sendi dan tulang belakang sehingga berpotensi menyebabkan kecacatan yang menetap.

Tulang Belakang, Tempat Sasaran Bakteri TBC

Penyebab penyakit ini sama dengan penyebab tuberkulosis (TBC) paru yaitu bakteri Mycobacterium tuberculosis.

Kemudian bakteri ini masuk ke dalam aliran darah dan menyebar pada luar paru-paru, atau istilahnya adalah tuberkulosis (TBC) ekstrapulmoner. Salah satu bentuk TB ekstrapulmoner adalah penyakit TBC tulang belakang atau penyakit Pott atau spondilitis tuberkulosis (spondylitis TB).

Ironisnya, tulang belakang adalah lokasi infeksi TBC yang paling sering dan terjadi pada hampir 50% kasus TB. Spondylitis TB adalah jenis TB yang seringkali berkaitan dengan kerusakan neurologis akibat kompresi atau terjepitnya saraf tulang belakang dan deformitas tulang belakang yang signifikan sehingga kemungkinan dapat mengganggu stabilitas tulang belakang.

Dampak TBC Tulang Belakang Adalah

TBC tulang belakang (spondilitis tuberkulosa) biasanya membidik lokasi tertentu, misalnya torakal/dada T10 (sekitar 40-50% kasus) hingga lumbal/pinggang L1 (sekitar 35-45% kasus), dan leher sekitar 10%.

Namun TBC dapat menyerang hampir semua tulang tetapi yang paling sering terjadi adalah pada tulang belakang, pinggul, lutut, kaki, siku, tangan dan bahu. Walaupun semua sendi dapat terkena, namun tulang atau sendi yang berfungsi untuk menahan beban (weight bearing) lebih sering menjadi titik serang TBC tulang belakang.

Jika bantalan ruas tulang ini terinfeksi, maka jarak kedua ruas tulang belakang akan menyempit bahkan menempel sehingga memengaruhi kelenturannya dan rusak karena tidak mendapatkan asupan nutrisi yang semestinya.

Nah akibat menyempitnya ruas tulang belakang atau bahkan saling melekat ini, sel-sel yang mati pun akan terakumulasi sehingga membentuk sebuah abses, atau disebut sebagai gibus sehingga punggung akan tampat membungkuk.

Gejala lokal sesuai dengan lokasi tulang belakang yang terkena, misalnya leher (servikal), dapat menimbulkan kaku leher dan menjalar ke lengan. Kadang terjadi kelainan bentuk dan kemungkinan juga bisa mengakibatkan kelumpuhan lengan dan tungkai.

Pada bagian leher dan dada atas menyebabkan sindrom Horner dan kaku leher.

TBC tulang belakang adalah penyebab komplikasi yang tidak ringan, yaitu berupa tulang keropos (osteoporosis), nyeri kronik, dan keterbatasan nyeri sendi.

Kerusakan progresif dapat menyebabkan kifosis (kelainan lengkungan tulang belakang dan tampak membungkuk), dan menyempitnya rongga tulang belakang. Bila berlanjut dapat menjepit saraf tulang belakang sehingga menimbulkan nyeri dan gangguan neurologis.

Kenali Gejalanya

Ketika terdiagnosis, biasanya sudah dalam kondisi lanjut karena kadangkala bersifat dorman atau ‘tidur’ di paru-paru dan sudah menyebar saat berkonsultasi dengan dokter.

Jadi TBC tulang belakang dapat menyebabkan beberapa gejala seperti nyeri punggung, nyeri tulang belakang/pinggan, ada nanah/abses di ruas tulang belakang, benjolan di tulang belakang (gibus), kerusakan pada bantalan sendi ruas tulang belakang, paraplegia/paralisis/kelumpuhan, kelainan bentuk (deformitas) atau bentuk struktur tulang.

TBC tulang belakang kadang disertai dengan gejala TBC pada umumnya yaitu demam, keringat pada malam hari, turunnya berat badan (tanpa ada penyebabnya), batuk selama 2-3 minggu atau lebih, dahak bercampur darah, batuk darah, dan menurunnya nafsu makan serta sesak napas.

Pemeriksaan Fisik dan Radiologi

Terlambatnya mendiagnosis TBC tulang belakang seringkali terjadi. Oleh sebab itu diperlukan riwayat pasien secara rinci dan penyelidikan klinis dan radiologi untuk mencegah masalah ini. Temuan MRI dapat membantu lokasi lesi, keterlibatan bantalan tulang (diskus) dan vertebra, terbentuknya abses dan efek kompresi pada sumsum tulang belakang. 

Dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan yang mencakup fisik, riwayat penyakit sebelumnya (tuberkulosis), dan pemeriksaan radiologis penunjang, seperti pemeriksaan radiologi tulang belakang.

Gambaran hasil pemeriksaan radiologi biasanya terlihat 2-5 bulan setelah sendi atau tulang terinfeksi tuberkulosis. Ada tiga gambaran khas dari hasilnya antara lain pengeroposan, erosi tulang, dan penyempitan celah sendi.

MRI merupakan pemeriksaan radiologis agar dokter dapat menilai luas dan beratnya kerusakan dan juga membantu menegakkan diagnosis pada keadaan kasus yang sulit untuk dikenali.

Hasil rontgen juga menampakkan kerusakan (destruksi tulang belakang dan penyempitan ruas tulang belakang) dan bila perlu biopsi dari tulang atau jaringan sinovial.

Prinsip pemeriksaan penunjang penyakit TBC tulang belakang adalah observasi kerusakan struktur (dengan pencitraan dan histopatologi) dan melihat dampak sistemik (pemeriksaan laboratorium, biomolekuler, dan mikrobiologi).

Pengobatannya

Penanganan penyakit TBC pada tulang belakang adalah dengan melibatkan beberapa spesialis atau secara multidisiplin. Awal pengobatan dengan memberikan obat antituberkulosis (OAT).

Tindakan stabilisasi tulang belakang juga dapat membantu mencegah komplikasi neurologis akibat adanya kerusakan struktur pada tulang belakang.

Langkah penanganan bergantung pada kondisi tuberkulosis dan dampak kerusakan tulang belakang.  Manfaat terapi pembedahan juga untuk perbaikan deformitas tulang belakang.

Pertimbangan tindakan operasi adalah bila dengan OAT tidak memberi hasil yang memuaskan. OAT ini juga bermanfaat untuk menghilangkan efek penekanan pada tulang belakang atau terjadi instabilitas dari tulang belakang.

Indikasi operasi , pada keadaan kerusakan rawan sendi yang berat, perubahan bentuk sendi, abses besar, resisten dengan banyak obat-obatan, atau juga infeksi bakteri lainnya.

Bila terlihat adanya jaringan mati (seperti nanah/abses) pada tulang belakang, maka  kemungkinan dokter akan melakukan tindakan debridement atau tindakan membuang/membersihkan jaringan tersebut.

Pengobatan utama TBC tulang belakang adalah pemberian OAT yang tepat dan sedini mungkin yang akan menghasilkan kesembuhan total dan mengembalikan fungsi normal sendi.  

Pemberian OAT umumnya minimal 12-18 bulan, tetapi bisa lebih lama pada anak-anak dan penderita dengan penurunan sistem imun tubuh.

TBC Tulang Belakang Bisa Sembuh, Asalkan …

Kerusakan akibat penyakit ini dapat bersifat reversibel ketika mendapatkan pengobatan dini pada stadium awal dengan rejimen obat yang tepat.

Tuberkulosis pada tulang biasanya memerlukan pengobatan dengan jangka waktu 6-18 bulan. Biasanya dokter akan memberikan obat khusus TB yaitu rifampicin, etambutol, isoniazid dan pirasinamid.

Terganggunya persarafan akibat TBC tulang belakang ini sebenarnya dapat tidak terjadi asalkan berkonsultasi dengan dokter secara dini dan dengan pengobatan tepat sehingga dapat meminimalkan risiko kelumpuhan dan kecacatan fisik lainnya yang menurunkan kualitas hidup.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Subscribe to our
Newsletter

***We Promise, no spam!

Lamina Pain and Spine Center merupakan One Stop Service untuk menangani nyeri dan masalah pada tulang belakang yang didukung oleh teknologi terkini

Operasional Klinik

Senin : 08.00 - 22.00
Selasa : 08.00 - 22.00
Rabu : 08.00 - 22.00
Kamis : 08.00 - 22.00
Jumat : 08.00 - 22.00
Sabtu : 08.00 - 22.00
Minggu : Tutup

©2020, Lamina Pain and Spine Center. Media All Rights Reserved.

PT Sejahtera Berkah Medika

    Daftar Online

    Daftar Online