preloader
Edit

Tentang Kita

Lamina Pain and Spine Center merupakan pusat pelayanan masalah nyeri dan tulang belakang di Jakarta yang mengkolaborasikan beberapa bidang ilmu kedokteran yakni kedokteran fisik dan rehabilitasi, bedah saraf dan anestesi.

Info Kontak

Sindrom Piriformis (Piriformis Syndrome), Penyebab Nyeri pada Bokong

  • Home
  • -
  • Blog
  • -
  • Sindrom Piriformis (Piriformis Syndrome), Penyebab Nyeri pada Bokong
 Sindrom Piriformis (Piriformis Syndrome), Penyebab Nyeri pada Bokong

Sindrom piriformis merupakan sekumpulan gejala akibat otot piriformis yang terletak pada bokong tertekan secara berlebihan sehingga mengakibatkan nyeri pada bokong.

Otot piriformis ini juga dapat menekan dan mengiritasi saraf sciatica yang ada di dekatnya dan menyebabkan nyeri, mati rasa, dan kesemutan pada bagian belakang tungkai dan kaki (mirip dengan nyeri sciatica).

Sindrom piriformis memiliki banyak nama lain, antara lain deep gluteal syndrome, extra-spinal sciatica, dan wallet neuritis atau fat vallet syndrome.

Anda yang memiliki kebiasaan meletakkan dompet pada saku belakang celana, juga berpotensi mengalami sindrom ini.

Otot Piriformis

Nama sindrom piriformis sendiri berasal dari otot piriformis yang merupakan otot yang bertanggung jawab dalam menjaga keseimbangan tubuh bagian bawah dan postur saat berdiri dan memegang peran penting saat melakukan gerakan dan ketika mengangkat benda.

Pada bagian bawah otot piriformis ini terdapat saraf sciatica yang mempersarafi kulit dan tungkai hingga telapak kaki. Ketika otot piriformis ini mengalami kompresi berlebihan dalam waktu lama dapat menyebabkan otot ini meradang, bengkak, atau kaku sehingga berpotensi menekan atau menjepit saraf sciatica sehingga dapat memengaruhi dan mengganggu fungsi saraf ini.

Otot piriformis mulai dari tulang belakang bagian bawah yang terhubung dengan bagian atas tulang paha (femur). Fungsinya adalah membantu dalam gerakan memutar panggul, memutar tungkai dan kaki ke arah luar.

Apa Penyebab dan Gejala Sindrom Piriformis?

Penyebab pasti sindrom ini belum diketahui secara pasti. Penyebabnya dapat saja berupa:

  • Ketegangan berlebihan pada otot piriformis, bisa akibat iritasi otot itu sendiri, atau iritasi pada struktur di sekitarnya, seperti sendi sakroiliaka atau pinggul
  • Otot menegang  sebagai respons akibat adanya cedera
  • Pembengkakan akibat cedera
  • Pendarahan di area otot piriformis.

Penyebabnya bisa salah satu atau kombinasi beberapa faktor di atas yang juga dapat berdampak pada saraf sciatica sehingga timbul nyeri, kesemutan, atau mati rasa di bagian belakang paha, betis, atau telapak kaki.

Sindrom piriformis secara khas menimbulkan beberapa gejala seperti:

  • Nyeri tumpul pada bokong
  • Menjalarnya nyeri ke bagian belakang paha, betis dan telapak kaki
  • Terasa nyeri saat naik tangga
  • Nyeri memburuk setelah duduk lama
  • Gerakan sendi panggul terbatas atau terganggu

Nyeri dapat memburuk setelah dalam posisi atau aktivitas tertentu dalam waktu lama, seperti duduk, berjalan, berlari, naik tangga dan dapat membaik setelah berbaring telentang.

Atlet ski, pramudi, pemain tenis, dan Anda yang gemar bersepeda jarak jauh memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami sindrom piriformis ini.

Ciri-ciri lainnya antara lain nyeri saat buang air baik kecil dan buang air besar hingga nyeri pada area genital. Bahkan nyeri juga dapat muncul saat menggerakkan paha hingga menyulitkan untuk duduk.

Bila nyeri ini tidak tertangani dengan tepat, dapat mengganggu aktivitas harian Anda. Aktivitas ringan pun dapat berpotensi menekan otot piriformis.

Pemeriksaan Dokter

Pemeriksaan fisik akan mencakup pemeriksaan pinggul dan tungkai untuk melihat apakah gerakan menyebabkan peningkatan nyeri pada area punggung bawah dan kaki.

Biasanya dengan menggerakkan panggul akan menimbulkan nyeri. Pemeriksaan juga akan mengidentifikasi atau mengesampingkan kemungkinan penyebab nyeri lainnya.

Dari beberapa literatur, kriteria diagnosis sindrom piriformis adalah:

  • Adanya riwayat jatuh pada bokong
  • Nyeri pada area panggul atau otot piriformis
  • Terasa nyeri saat membungkuk atau mengangkat benda
  • Teraba massa pada bagian atas otot piriformis
  • Tanda Laseque positif
  • Atrofi atau mengecilnya otot bokong atau gluteus.

Pemeriksaan radiologis mungkin juga perlu dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan adanya penyebab lain yang menimbulkan gejala mirip dengan sindrom piriformis. Pemeriksaan radiologis berupa rontgen, MRI atau tes konduksi saraf agar dapat mengidentifikasi faktor penyebab nyeri pada bokong.

Sindrom Piriformis dan Penanganannya

Pengobatan atau penanganan sindrom piriformis mencakup non-bedah dan tindakan bedah.

Biasanya dokter akan merekomendasikan terapi non-bedah terlebih dahulu. Tindakan bedah dilakukan bila penyebabnya adalah saraf kejepit atau Anda mengalami gejala defisit neurologis yang berat seperti kelemahan otot tungkai.

Penanganan juga bergantung pada tingkat keparahan nyeri dan gejala penyerta lainnya.

Kompres dingin dan/atau kompres hangat merupakan langkah sederhana yang dapat Anda lakukan di rumah untuk membantu meredakan rasa tidak nyaman atau nyeri pada bokong.

Kompres dingin atau dengan es ini dapat Anda lakukan sekitar 20 menit, dan ulangi setiap 2-4 jam sekali. Ada juga yang melakukan kompres dingin bergantian dengan kompres hangat.

Fisioterapi atau program latihan fisik merupakan salah satu jenis penanganan pertama sindrom piriformis. Fisioterapi ini dapat membantu menredakan nyeri dan memperbaiki rentang gerakan tulang panggul.

Untuk nyeri, dokter dapat meresepkan obat-obatan antinyeri yang membantu meredam nyeri pada bokong akibat sindrom piriformis.

Injeksi kortikosteroid dapat membantu mengurangi kekauan otot dan nyeri, agar Anda dapat melakukan program fisioterapi.

Sindrom Piriformis, Cegah dengan Ini

Setelah nyeri bokong akibat sindrom piriformis ini sudah mereda, mungkin Anda perlu mengubah aktivitas untuk mencegah terjadinya kekambuhan. Berikut langkah-langkahnya:

  • Rutin berolahraga dan awali dengan gerakan pemanasan atau peregangan terlebih dahulu
  • Menjaga postur tubuh yang baik saat duduk, mengemudi atau berdiri
  • Hindari mengangkat beban dari lantai dengan membungkuk. Sebaiknya tekuk lutut terlebih dahulu.
  • Hindari memutar tubuh saat mengangkat benda berat
  • Jangan duduk atau berbaring terlalu lama. Jadwalkan peregangan bila Anda harus duduk lama saat melakukan pekerjaan.
  • Jangan meletakkan dompet pada saku belakang celana

Pilihan posisi tidur untuk sindrom piriformis ini adalah:

  • Telentang. Letakkan bantal kecil di bawah lutut atau handuk kecil yang digulung pada bagian bawah tulang belakang sebagai penopang.
  • Berbaring pada salah satu sisi dengan meletakkan bantal antara lutut. Posisi ini dapat mencegah kekakuan otot, mengurangi rasa tidak nyaman pada bokong dan membantu Anda tidur dengan baik.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Subscribe to our
Newsletter

***We Promise, no spam!

Lamina Pain and Spine Center merupakan One Stop Service untuk menangani nyeri dan masalah pada tulang belakang yang didukung oleh teknologi terkini

Operasional Klinik

Senin : 08.00 - 22.00
Selasa : 08.00 - 22.00
Rabu : 08.00 - 22.00
Kamis : 08.00 - 22.00
Jumat : 08.00 - 22.00
Sabtu : 08.00 - 22.00
Minggu : Tutup

©2020, Lamina Pain and Spine Center. Media All Rights Reserved.

PT Sejahtera Berkah Medika

    Daftar Online

    Daftar Online