preloader
Edit

Tentang Kita

Lamina Pain and Spine Center merupakan pusat pelayanan masalah nyeri dan tulang belakang di Jakarta yang mengkolaborasikan beberapa bidang ilmu kedokteran yakni kedokteran fisik dan rehabilitasi, bedah saraf dan anestesi.

Info Kontak

ICD 10 Sciatica Nyeri Menjalar dari Bokong ke Kaki

  • Home
  • -
  • Blog
  • -
  • ICD 10 Sciatica Nyeri Menjalar dari Bokong ke Kaki
 ICD 10 Sciatica Nyeri Menjalar dari Bokong ke Kaki

Nyeri sciatica berdasarkan ICD 10 adalah nyeri yang menjalar pada sepanjang jalur saraf sciatica. Kesemutan dan mati rasa biasanya juga menyertai nyeri sciatica ini.

Nyeri sciatica (sciatica nerve pain) merupakan sebutan untuk sindrom (kumpulan gejala) dengan nyeri yang menyebar di sepanjang jalur saraf sciatica, dari punggung bawah hingga ke jari kaki.

Sciatica ini merupakan saraf terpanjang dan terbesar yang mulai berjalan dari area punggung bawah (L3) hingga ke tungkai bawah.

Bagian dari saraf sciatica ini akan bercabang pada setiap kaki untuk mempersarafi bagian-bagian tertentu pada kaki, paha, betis, dan jari kaki. Jadi setiap kaki memiliki saraf sciatica sendiri-sendiri.

Mengapa dinamakan sciatica, karena nyeri terjadi akibat iritasi pada saraf sciatica. Bila tidak ditangani secara baik, nyeri akibat sciatica ini bisa mengusik aktivitas harian Anda, bahkan bisa sampai membuat Anda mengalami kesulitan berjalan.

Gejala Nyeri Sciatica Berdasarkan ICD 10

Bila ada masalah pada saraf sciatica, nyerinya bisa ringan hingga berat, dan gejalanya adalah:

  • Nyeri pada bokong menjalar ke belakang tungkai dan jari kaki
  • Menyertai nyeri adalah kesemutan, mati rasa
  • Kadang juga menimbulkan kelemahan otot kaki
  • Terjadi pada salah satu kaki
  • Nyeri sering timbul saat bersin, batuk, duduk
  • Sulit berjalan karena nyeri
  • Dibarengi dengan nyeri pinggang

Kebanyakan nyeri sciatica ini membaik dalam beberapa minggu dan tidak menyebabkan kerusakan permanen. Namun jika nyeri tidak hilang setelah beberapa minggu, berkonsultasilah dengan dokter, terutama saat Anda sudah tidak dapat mengendalikan buang air kecil dan buang air besar.

Dalam beberapa minggu, biasanya nyeri sciatica ini hilang dengan sendirinya. Namun jangan anggap sepele dulu, karena ada beberapa kondisi yang bila dibiarkan dapat melumpuhkan aktivitas Anda bila penyebabnya adalah hernia nukleus pulposus (HNP) atau saraf kejepit.

Kondisi Berikut Menyebabkan Nyeri Sciatica

Penyebab nyeri sciatica mencakup:

  1. Menonjolnya bantalan tulang atau hernia nukleus pulposus (HNP)

Hernia berarti menonjol. Diskus intervertebralis layaknya sebuah spons yang membentuk bantalan di antara tulang belakang, dan saat terjadi herniasi berarti bantalan ini menonjol.

Diskus memiliki lapisan luat yang kuat terbuat dari tulang rawan, dan bagian tengahnya seperti jelly, yang bekerja sebagai shock absorber. Jika saja lapisan luar diskus ini melemah, baik akibat penuaan atau cedera, maka akan menonjol dan merembes keluar dari cincin pelindungnya. Inilah HNP.

Bantalan sendi tulang belakang yang menonjol ini dapat menekan saraf sciatica sehingga timbul nyeri akibat adanya proses peradangan. Jepitan dan peradangan inilah yang menyebabkan nyeri pada sepanjang jalur saraf sciatica.

2. Osteofit (bone spur atau taji tulang)

Tumbuhnya taji tulang ini biasanya pada ujung tulang.Osteofit ini terbentuk saat tulang rawan mengalami kerusakan (contohnya pada proses pengapuran) akibat pergesekan antara tulang saat bergerak.

Sebagai usaha untuk melindungi tubuh, maka tumbuh tulang baru pada ujung-ujung tulang. Sebenarnya bone spur ini tidak menyakitkan namun sayangnya bone sput dapat bergesekan dengan tulang atau saraf yang ada di dekatnya. Bila hal ini terjadi di ruas tulang belakang, bone spur dapat menyempitkan rongga jalur saraf, sehingga berpotensi menimbulkan nyeri sciatica.

3. Piriformis syndrome (sindrom piriformis)

Piriformis adalah sebuah otot di lapisan dalam otot gluteus yang ada pada bokong. Kerja otot piriformis ini adalah agar dapat berputar dan menstabilkan pinggul. Nah saraf sciatica ini ada di bawah otot piriformis.

Sindrom akan terjadi saat otot piriformis menegang dan bengkak sehingga menekan saraf sciatica di bawahnya.

4. Stenosis lumbal

Stenosis artinya adalah menyempit. Kondisi stenosis lumbal adalah menyempitnya rongga tempat jalur saraf pada tulang belakang area lumbal (pinggang). Menyempitnya rongga ini dapat menekan saraf, sehingga menimbulkan nyeri pinggang, nyeri menjalar sesuai jalur saraf sciatic, kebas dan kelemahan otot kaki.

Namun kadang stenosis tidak menimbulkan gejala atau bisa juga Anda merasakan nyeri pinggang yang menjalar ke bokong hingga kaki, atau hanya kaki yang terasa nyeri. Nyeri sering timbul saat Anda berdiri atau berjalan.

5. Spondilolisthesis

Kondisi ini terjadi akibat bergesernya ruas tulang belakang atau keluar dari posisi yang seharusnya. Dengan adanya pergeseran ini dapat berisiko mengakibatkan saraf sciatica terjepit. Pada dewasa, ruas tulang belakang L4 dan L5 adalah lokasi yang paling sering bergeser. Kondisi ini bisa sebagai dampak dari proses degeneratif (proses penuaan), misalnya pengapuran.

Penyebab Lain Sciatica Berdasarkan ICD 10

Adanya tumor pada tulang belakang sehingga berisiko menjepit saraf tulang belakang. Nyeri tulang belakang bahkan bisa terasa hingga panggul dan kaki, gangguan fungsi buang air kecil dan buang air besar, serta kelemahan otot bisa menjadi gejala kemungkinan adanya tumor pada tulang belakang yang menjepit saraf.

Kehamilan, tidak pernah berolahraga, sering memakai sepatu hak tinggi, tidur dengan karus yang sangat lunak, cedera pada tulang belakang (contoh kecelakaan kendaraan bermotor atau jatuh), juga bisa memicu timbulnya sciatica.

Pemeriksaan dan Penanganan Sciatica ICD 10

Untuk memastikan, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan radiologis seperti rontgen, CT scan, MRI.

Kemungkinan nyeri sciatica ini memerlukan terapi lanjutan untuk menuntaskan penyebab dan dampaknya. Dokter akan meresepkan obat-obatan antiinflamasi nonsteroid (OAINS) untuk meredakan nyeri, dan juga dengan tambahan relaksan otot yang bisa berupa krim.

Kemungkinan penanganannya, dokter akan menyesuaikan dengan penyebabnya. Misalnya penyebabnya adalah saraf terjepit lumbar, maka salah satu solusinya adalah teknologi endoskopi tulang belakang atau PELD (percutaneous endoscopic lumbar discectomy) yang hanya memerlukan sayatan 7 mm. dan tanpa rawat inap.

Langkah Sehat Mengatasi dan Mencegah Sciatica

  1. Tetap aktif

Tirah baring atau beristirahat tiduran sebenarnya bukan ide bagus untuk mengatasi sciatica atau nyeri pinggang. Tirah baring justru berpotensi memperburuk nyerikarena otot-ototo penopang tulang belakang bisa melemah dan sendi menjadi kaku.

Sebenarnya dengan tetap aktif dapat membantu meredakan nyeri dan mempercepat proses pemulihan. Bila nyeri terasa saat Anda melakukan aktivitas, segera istirahat atau mengonsumsi obat pereda nyeri.

Berenang atau berjalan kaki, atau Tai Chi adalah beberapa contoh aktivitas ringan yang dapat membantu memperbaiki nyeri pinggang. Untuk sciatica yang dikaitkan dengan saraf kejepit atau HNP, dokter akan memberikan penanganan yang tepat dan dibarengi dengan anjuran tetap aktif namun hindari aktivitas tertentu misalnya membungkuk, angkat beban berat.

2. Latihan peregangan dan penguatan otot

Program latihan ini mencakup gerakan untuk memperkuat dan menjaga stabilitas otot-otot yang menopang tulang belakang.

Pilates juga menjadi satu contohnya, yang dapat membantu mengoreksi kekuatan otot dan postur tubuh, serta memperkuat kekuatan otot inti sehingga dapat membantu meredakan nyeri dan juga mengurangi kekambuhan.

Beberapa pose atau gerakan yoga juga dapat membantu meredakan nyeri sciatica. Namun bergantung penyebab nyeri sciatica berdasarkan ICD 10, bila stenosis spinal gerakan yoganya akan berbeda dengan sciatica akibat sindrom piriformis.

3. Fisioterapi

Untuk mendapatkan program latihan yang sesuai dengan kondisi Anda, bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi atau rehabilitasi medik yang ada di Lamina Pain and Spine Center.

Dokter akan merekomendasikan program latihan untuk membantu memperkuat otot-otot tulang belakang sehingga tulang belakang tetap stabil sehingga dapat meredakan nyeri sciatica.

Selain dengan program latihan fisik, TENS (Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation) sebagai modalitas yang menggunakan arus listrik untuk meredakan nyeri.

4. Kompres hangat atau kompres dingin

Kompres ini merupakan penanganan sederahana untuk membantu mengatasi nyeri dan rasa ketidaknyamanan saat nyeri menyerang.

5. Injeksi epidural

Pemberian injeksi kortison (kortikosteroid) juga dapat membantu mengatasi nyeri sciatica untuk meredam proses inflamasi yang mungkin terjadi di sekitar saraf sciatica. Injeksi ini memberikan Anda bebas nyeri dalam jangka pendek bagi Anda yang juga mengalami HNP atau stenosis spinal.

6. Percutaneous laser disc decompression (PLDD)

Teknologi PLDD merupakan salah satu solusi untuk mengatasi masalah nyeri khususnya tulang belakang terkini di Lamina Pain and Spine Center.

Teknologi ini menggunakan energi laser yang berdampak mengerutkan atau mengecilkan bantalan tulang yang menonjol, sehingga tidak lagi menjepit saraf dan nyeri sciatica pun bisa tuntas.

Keunggulan teknologi ini hanya dengan sayatan 7 mm dan tanpa memerlukan rawat inap, serta proses pemulihannya juga lebih cepat.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Subscribe to our
Newsletter

***We Promise, no spam!

Lamina Pain and Spine Center merupakan One Stop Service untuk menangani nyeri dan masalah pada tulang belakang yang didukung oleh teknologi terkini

Operasional Klinik

Senin : 08.00 - 22.00
Selasa : 08.00 - 22.00
Rabu : 08.00 - 22.00
Kamis : 08.00 - 22.00
Jumat : 08.00 - 22.00
Sabtu : 08.00 - 22.00
Minggu : Tutup

©2020, Lamina Pain and Spine Center. Media All Rights Reserved.

PT Sejahtera Berkah Medika

    Daftar Online

    Daftar Online