Sindrom piriformis merupakan gangguan pada saraf punggung bawah akibat otot piriformis yang menegang. Pengobatan sindrom piriformis bisa dilakukan dengan beragam cara, salah satunya yaitu dengan Laser PLDD. Kondisi ini umumnya ditandai dengan munculnya rasa nyeri dan mati rasa di area bokong dan tungkai belakang. Lantas, apakah Laser PLDD merupakan metode yang tepat untuk menyembuhkan sindrom piriformis? Sebelum membahas selengkapnya, yuk kenali dulu apa penyebabnya!
Daftar isi
- Mengapa Anda Mengalami Sindrom Piriformis?
- Apa Gejalanya?
- Kapan Anda Harus Ke Dokter?
- Laser PLDD untuk Atasi Sindrom Piriformis
- FAQ: Pertanyaan Seputar Pengobatan Terbaik Laser Pldd
- Apakah saraf kejepit dapat diatasi dengan laser?
- Berapa durasi prosedur PLDD?
- Bagaimana proses pemulihan untuk saraf kejepit?
- Apakah terapi laser efektif untuk saraf kejepit?
- Apa itu PLDD dan untuk kondisi apa saja prosedur ini direkomendasikan?
Mengapa Anda Mengalami Sindrom Piriformis?

Otot piriformis merupakan otot yang terletak di bokong dan berperan penting untuk membantu tubuh bagian bawah bergerak dan menjaga keseimbangannya. Jika digunakan secara berlebihan atau tidak digunakan dalam waktu lama, seperti duduk lama dalam posisi yang sama, maka bisa menyebabkan cedera atau peradangan.
Ketika otot piriformis mengalami peradangan, otot ini kemudian akan menekan saraf skiatik. Saraf skiatik merupakan saraf yang membentang mulai dari sumsum tulang belakang, melewati bokong hingga ke tungkai. Akibat tekanan ini, punggung bagian bawah dan bokong bisa mengalami nyeri yang menjalar sampai ke kaki.
Ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan sindrom piriformis, yaitu:
- Cedera atau trauma akibat terjatuh atau benturan pada otot piriformis akibat berolahraga atau kecelakaan
- Mengangkat benda yang terlalu berat
- Tidak melakukan pemanasan sebelum berolahraga
- Sering duduk lama dan tidak melakukan peregangan
- Melakukan gerakan memutar secara tiba-tiba/ mendadak
- Melakukan gerakan secara berulang yang mengandalkan tungkai, seperti berlari atau naik tangga.
- Pembengkakan pada otot piriformis
Apa Gejalanya?
Biasanya gejala hanya terjadi pada salah satu tubuh bagian bawah, meskipun bisa juga terjadi pada keduanya. Berikut ini adalah gejala umum dari sindrom piriformis, antara lain:
- Kebas atau kesemutan di area bokong
- Nyeri menjalar mulai dari bokong hingga ke tungkai
- Rasa sakit yang timbul ketika duduk
- Nyeri memburuk saat duduk lama atau melakukan aktivitas
Gejala tersebut bisa muncul secara tiba-tiba dan memburuk seiring waktu. Bahkan, pada kondisi yang lebih parah, rasa sakitnya akan menyulitkan Anda untuk bergerak.
Kapan Anda Harus Ke Dokter?
Segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut. Apabila gejala nyeri berlangsung lebih lama disertai kelemahan otot dan kesulitan menahan buang air besar atau kecil, maka jangan tunda pengobatan.
Diagnosis sindrom piriformis bersifat klinis, yang artinya dilakukan berdasarkan gejala dan pemeriksaan fisik. Terkadang, dokter juga memerlukan tes penunjang atau radiologis seperti Rontgen atau MRI untuk menegakkan diagnosa. Dokter biasanya juga akan menanyakan pemicu nyeri seperti apakah Anda sering duduk lama atau melakukan kebiasaan secara berulang.
Selanjutnya, dokter akan menyarankan metode pengobatan yang sesuai dan berdasarkan kebutuhan Anda. Salah satu pengobatan terkini yaitu dengan Laser PLDD yang efektif meredakan nyeri.
Laser PLDD untuk Atasi Sindrom Piriformis
PLDD atau Percutaneous Laser Disc Decompression merupakan prosedur minimal invasif yang bekerja dengan cara memasukkan jarum ke area nyeri dengan hantaran energi panas dari alat laser. Metode ini hanya memerlukan bius lokal dan menggunakan teknologi C-arm fluoroskopi untuk menentukan dengan tepat lokasi nyeri.
Tujuan dari tindakan PLDD ini adalah untuk mengempiskan atau menciutkan otot piriformis yang mengalami peradangan atau pembengkakan, sehingga nyeri mereda. Keunggulan dari PLDD yaitu tanpa bedah, proses tindakan relatif singkat, risiko komplikasi minimal, dan tingkat keberhasilan mencapai 93%. Setelah observasi pasca tindakan, Anda tidak perlu menjalani rawat inap dan bisa langsung pulang. Masa penyembuhan dengan PLDD tergolong lebih cepat sehingga Anda bisa beraktivitas kembali.
Laser PLDD merupakan solusi terkini dalam mengatasi berbagai masalah nyeri tulang belakang ataupun nyeri karena sindrom piriformis. Lamina Pain and Spine Center memiliki dokter spesialis bedah saraf terbaik dengan metode pengobatan berteknologi tinggi. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Assistance Center Lamina pada nomor yang tertera di bawah.
Jadi, jangan khawatir aktivitas terganggu karena solusi penanganan yang tepat hanya di Lamina Pain and Spine Center. Yuk, chat dan konsultasi sekarang dengan dokter ahli kami di Lamina!
FAQ: Pertanyaan Seputar Pengobatan Terbaik Laser Pldd
Apakah saraf kejepit dapat diatasi dengan laser?
Ya, saraf kejepit dapat diatasi menggunakan teknik Percutaneous Laser Disc Decompression (PLDD). Ini adalah prosedur minim invasif yang melibatkan penggunaan laser untuk mengurangi tekanan pada saraf tanpa memerlukan operasi besar, hanya dengan memasukkan jarum kecil ke area yang terpengaruh.
Berapa durasi prosedur PLDD?
Proses PLDD relatif cepat. Pasien akan diberikan anestesi lokal dan prosedur biasanya selesai dalam waktu sekitar 15 menit. Setelah itu, pasien perlu beristirahat di ruang pemulihan selama sekitar 1 hingga 2 jam sebelum diperbolehkan pulang.
Bagaimana proses pemulihan untuk saraf kejepit?
Pemulihan saraf kejepit umumnya melibatkan istirahat yang cukup dan menghindari aktivitas yang membebani area yang terpengaruh. Latihan peregangan dan penguatan otot dapat membantu mengurangi tekanan pada saraf. Untuk kasus yang lebih serius atau jika nyeri berlanjut, sebaiknya konsultasikan dengan dokter spesialis untuk perawatan yang lebih intensif.
Apakah terapi laser efektif untuk saraf kejepit?
Terapi laser, khususnya terapi laser dingin, adalah salah satu pendekatan non-invasif yang dapat efektif dalam mengurangi nyeri dan inflamasi yang disebabkan oleh saraf kejepit. Terapi ini dapat menjadi alternatif atau tambahan pada pengobatan konvensional.
Apa itu PLDD dan untuk kondisi apa saja prosedur ini direkomendasikan?
PLDD, singkatan dari Percutaneous Laser Disc Decompression, adalah teknik yang digunakan untuk mengatasi saraf kejepit yang disebabkan oleh hernia nucleus pulposus (HNP) atau stenosis spinal. Prosedur ini melibatkan penciutan cakram dengan sinar laser yang ditujukan langsung pada cakram yang menonjol, sehingga mengurangi tekanan pada saraf.