Edit

Event Bebas Nyeri

Lamina Pain and Spine Center merupakan pusat pelayanan masalah nyeri dan tulang belakang di Jakarta yang mengkolaborasikan beberapa bidang ilmu kedokteran yakni kedokteran fisik dan rehabilitasi, bedah saraf dan anestesi.

Info Kontak

Lakukan Pencegahan Saraf Terjepit Sejak Dini Sebelum Terlambat!

Kenali penyebabnya agar bisa membantu kamu melakukan pencegahan saraf terjepit sejak dini. Saraf terjepit merupakan kondisi bantalan ruas tulang belakang alami pergeseran dan menekan saraf tulang belakang. Kondisi ini juga dikenal sebagai hernia nukleus pulposus (HNP).

Saraf tulang belakang yang terjepit dapat menyebabkan gejala nyeri pada area yang terkena, misalnya pada leher, punggung atas, atau punggung bawah (pinggang) bahkan bisa juga menjalar hingga ke paha dan kaki. Tak hanya alami nyeri atau sakit, tapi juga bisa alami kesemutan, rasa seperti terbakar atau tertusuk yang bisa menjalar ke bagian tubuh lainnya dan  kelemahan otot.

Apa saja penyebab saraf terjepit?

Nah, sekarang kita akan membahas penyebab HNP agar bisa melakukan pencegahan. Penyebab HNP bisa karena melemahnya jaringan pada bantalan tulang belakang. Saat bertambahnya usia, kelenturan bantalan tulang belakang akan berkurang sehingga rentan alami cedera. Selain itu, penyebab HNP bisa juga karena terjatuh, mengalami benturan tulang belakang, sehingga tulang belakang menjadi bergeser.

Selain itu, ada beberapa faktor yang yang bisa meningkatkan risiko seseorang alami HNP, seperti:

  • Riwayat keluarga
  • Berat badan berlebih atau obesitas
  • Postur tubuh yang salah saat mengangkat beban berat
  • Melakukan gerakan menunduk dan berputar mendadak atau berulang.
  • Memiliki kebiasaan merokok

Bagaimana dokter mendiagnosis HNP?

Untuk mengetahui apakah keluhan yang kamu alami karena saraf terjepit, sebaiknya melakukan pemeriksaan dengan dokter. Dokter akan menanyakan keluhan atau gejala yang kamu alami atau aktivitas apa yang kamu lakukan sebelum merasakan keluhan. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik  terutama pada saraf.

Pemeriksaan saraf dilakukan dengan mengukur kekuatan dan refleks otot dan kemampuan bagian tubuh merasakan rangsangan. Bila dokter mencurigai terjadinya HNP, dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang untuk mencari penyebab dari rasa nyeri yang kamu rasakan. Pemeriksaan penunjang antara lain, pemindaian CT-Scan atau MRI untuk melihat keadaan tulang belakang dan elektromiografi (EMG) untuk mengukur aktivitas listrik otot saat alami kontraksi.

Lebih baik pencegahan saraf terjepit sejak dini daripada mengobati kemudian

Setelah mengetahui penyebab saraf terjepit, meskipun beberapa faktor penyebab tidak selalu dapat dicegah tapi ada beberapa cara untuk membantu mengurangi risiko terjadinya HNP. Misalnya:

  • Olahraga secara teratur yang dapat membantu menguatkan otot dan sendi, misalnya berenang.
  • Menjaga postur tubuh yang baik saat duduk atau saat mengangkat beban berat. Misalnya saat duduk dalam posisi tegak.
  • Menjaga berat badan tetap ideal untuk mencegah memberikan tekanan yang berlebihan pada bagian tulang belakang
  • Hentikan kebiasaan merokok, karena kebiasaan tersebut bisa mengurangi suplai oksigen pada bantalan tulang belakang
  • Melakukan peregangan jika sudah merasa terlalu lama duduk saat bekerja

Jika sedang alami saraf terjepit, bagaimana cara menanganinya?

Pada beberapa kasus tertentu, saat derajat tekanan masih ringan, biasanya saraf terjepit bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, tetap dengan mengubah aktivitas yang mampu memperkuat jaringan tulang belakang. Ada juga kasus saat HNP tidak bisa sembuh dengan sendirinya harus dengan melakukan modalitas terapi.

Berikut adalah beberapa cara penanganan HNP oleh dokter yang tersedia:

  • Pemberian obat-obatan, misalnya obat pereda nyeri atau suntik steroid
  • Fisioterapi, yaitu serangkaian gerakan peregangan atau gerakan untuk membantu memperkuat otot serta memperbaiki fungsi fisik
  • Operasi baru dokter lakukan jika penggunaan obat atau fisioterapi tidak memberikan hasil

Selain ketiga penanganan tersebut, dokter mungkin juga akan merekomendasikan tindakan medis dengan menggunakan teknologi terkini untuk menuntaskan keluhan yang akan disesuaikan pada lokasi jepitan saraf.

Teknologi terkini tersebut dilakukan tanpa operasi besar, yaitu dengan menggunakan teknologi endoskopi. Mengingat, tindakan operasi besar atau konvensional membuat kebanyakan orang ketakutan. Berikut beberapa jenis endoskopi:

  1. Percuntaneous Endoscopic Lumbar Discectomy (PELD) atau Percutaneous Stenosis Lumbar Discectomy (PSLD) untuk menghilangkan penonjolan bantalan sendi yang menekan/ menjepit saraf tulang belakang. Sehingga bisa memperbaiki keluhan terkait saraf kejepit pinggang.
  2. Percutaneous Endoscopic Cervical Discectomy (PECD) untuk menghilangkan herniasi bantalan sendi tulang belakang yang menyebabkan penekanan pada saraf tulang belakang leher.

Tindakan Selain Endoskopi

Teknologi endoskopi tersebut merupakan tindakan minimally invasive yang memerlukan waktu tindakandan pemulihan cepat serta risiko kerusakan jaringan minimal. Selain endoskopi, ada teknik lainnya untuk mengatasi HNP, seperti:

  1. Injeksi steroid
  2. Radiofrekuensi ablasi (RFA)
  3. Laser PLDD
  4. Kateter RACZ (RACZ catheter)

Semua teknologi terkini  tersebut dapat kamu temukan di Klinik Lamina Pain and Spine Center.

Author:

Penulis

Ditinjau oleh:

Subscribe to our
Newsletter

***We Promise, no spam!

Lamina Pain and Spine Center merupakan One Stop Service untuk menangani nyeri dan masalah pada tulang belakang yang didukung oleh teknologi terkini

Operasional Klinik

Senin : 10:00 - 20:00
Selasa : 10:00 - 20:00
Rabu : 10:00 - 20:00
Kamis : 10:00 - 20:00
Jumat : 10:00 - 20:00
Sabtu : 10:00 - 20:00
Minggu : Tutup

©2022, Lamina Pain and Spine Center. Media All Rights Reserved. PT Sejahtera Berkah Medika

    Daftar Online