Logo Lamina

Nyeri Punggung Berkepanjangan Bisa Sebabkan Kelumpuhan

nyeri punggung

Rasa nyeri merupakan tanda awal adanya gangguan pada tubuh. Jika merasakan nyeri, sudah pasti akan mengganggu rutinitas sehari-hari yang Anda lakukan. Faktor penyebabnya beragam seperti degeneratif, metabolik, trauma/cedera, maupun infeksi. Hal lain yang juga perlu Anda waspadai adalah saat mengalami nyeri namun disertai dengan demam tinggi, penurunan berat badan drastis, kelemahan pada otot maupun gangguan progresif lainnya.

Memang, kebanyakan rasa nyeri mungkin bukan merupakan gejala yang serius. Akan tetapi, ada beberapa nyeri yang sebaiknya tidak Anda abaikan. Nyeri yang tergolong kronis ternyata dapat menjadi gejala suatu penyakit berbahaya.

Jenis Nyeri yang Sering Dialami

  • Rasa kebas di tangan atau lengan

Jika Anda sering merasa kebas di bagian tangan maupun lengan, bisa jadi itu adalah gejala penyakit stroke. Apalagi jika Anda sulit menggerakan salah satu anggota tubuh. Gejala stroke bisa bervariasi pada masing-masing penderitanya. Namun, pada umumnya gejalanya bisa muncul secara tiba-tiba seperti demam, mual dan muntah, gangguan keseimbangan dan koordinasi, serta penurunan kesadaran.

  • Nyeri Dada

Rasa sakit pada dada adalah suatu kondisi dada yang terasa seperti tertekan maupun tertusuk. Nyerinya bisa terjadi di bagian dada kanan, kiri maupun tengah. Kondisi ini dapat terjadi secara singkat, atau dalam jangka waktu lama tergantung pada faktor penyebabnya. Penyebabnya pun beragam bisa karena penyakit jantung, kardiomiopati, penyakit paru-paru, maupun gangguan sistem pencernaan.

Apabila nyeri mulai menjalar ke lengan, leher, rahang disertai dengan sesak nafas, demam atau keringat dingin, segera lakukan pemeriksaan ke dokter ahli.

  • Nyeri Lutut

Lutut sakit merupakan suatu kondisi yang terjadi pada bagian depan lutut yang terletak di bawah tempurung ataupun di dalam sendi lutut. Sebagian orang mungkin hanya mengalami gejala ringan, namun pada kasus tertentu gejalanya bisa lebih parah. Nyeri lutut umumnya karena adangan kerusakan atau gangguan dari struktur tulang lutut seperti sendi, tempurung, ligament maupun tulang rawan.

Baca Juga:  Puasa Dapat Menurunkan Risiko Penyakit Saraf

Gejalanya bisa berupa rasa sakit yang tak tertahankan, pembengkakan, peradangan, serta timbulnya krepitasi (bunyi kretek/klik saat menggerakkan lutut).

Baca juga: Mencegah Nyeri Lutut Saat Ditekuk Kambuh Kembali

  • Nyeri Punggung

Nyeri punggung dapat terasa sakit dan kaku yang umumnya terjadi di sepanjang bagian tulang belakang. Biasanya rasa sakitnya mulai dari bawah leher hingga tulang ekor dan ini merupakan gejala yang berkaitan dengan tulang belakang. Kondisi ini disebabkan oleh adanya gangguan pada ruas tulang belakang atau jaringan di sekitarnya seperti cedera, kelainan tulang belakang, maupun saraf kejepit.

Sakit di bagian punggung ini bisa terasa seperti tersetrum, tertusuk bahkan terbakar. Jika nyeri semakin menjalar dan berlangsung lama, sebaiknya hindari aktivitas berat dan segera berkonsultasi dengan dokter.

Benarkah Nyeri Punggung Bisa Sebabkan Kelumpuhan?

Menurut dr. Mahdian Nur Nasution, Sp.BS, nyeri punggung biasanya berkaitan dengan nyeri yang terjadi pada bagian tulang belakang. Kondisi ini paling sering dikeluhkan oleh pasien-pasien khususnya yang telah  berusia lanjut. Sebab, penyakit nyeri tulang belakang ini berhubungan dengan proses degeneratif.

Dr. Mahdian juga menjelaskan bahwa berdasarkan penelitian dan data di Amerika menunjukkan bahwa sebanyak 50% dari penduduk akan mengalami satu kali nyeri pada tulang belakang khususnya yang berusia di atas 50 tahun.

Mengenal Nyeri Tulang Belakang bersama dr Mahdian Nasution

Faktor penyebab lainnya yaitu karena perubahan pola hidup yang tidak sehat. Misalnya, kurangnya melakukan aktivitas fisik, posisi duduk yang salah dalam waktu lama, kelebihan berat badan atau obesitas, mengangkat beban terlalu berat, dan penyakit lainnya seperti arthritis.

Ada dua jenis cedera saraf tulang belakang, yaitu cedera traumatis dan non-traumatis. Cedera traumatis umumnya terjadi karena tulang punggung bergeser, patah maupun terkilir karena terbentur aaupun terjatuh. Sementara itu, cedera non-traumatis terjadi karena osteoporosis, peradangantulang, radang sendi dan kanker.

Baca Juga:  Terapi Saraf Kejepit Dengan Berenang, Ini Manfaatnya!

Cedera pada saraf tulang belakang dapat menyebabkan komplikasi yang cukup serius, seperti hilangnya kendali gerak. Pada kasus saraf kejepit di bagian pinggang yang parah, bisa berujung pada terjadinya kelumpuhan. Risiko ini pun lebih mungkin terjadi pada orang-orang dengan aktivitas yang sangat ekstrim ataupun yang memiliki cacat bawaan pada tulangnya.

Berdasarkan gejalanya, cedera pada saraf tulang belakang bisa bersifat menyeluruh atau sebagian. Jika masih bisa menggerakkan beberapa anggota tubuh, artinya Anda menderita lumpuh sebagian. Gejala cedera saraf tulang belakang yang harus Anda waspadai yaitu kepala terasa sakit, kehilangan kemampuan mengontrol gerak, hilangnya kemampuan sensorik, hingga terjadi gangguan pada pernapasan.

Cara Mengatasi Nyeri Punggung

Ada beberapa cara untuk mengatasi nyeri punggung, antara lain dengan beristirahat yang cukup, hindari aktivitas yang terlalu berat, mengubah postur tubuh, minum obat pereda nyeri, ataupun melakukan terapi fisik.

Namun, jika nyeri tak kunjung sembuh, sebaiknya Anda melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis bedah saraf. Apabila tidak tertangani segera maka nyeri punggung parah bisa berisiko pada kelumpuhan.

Anda bisa berkonsultasi dengan dokter ahli kami di Klinik Lamina Pain and Spine Cenetr. Lamina memiliki dokter spesialis bedah saraf berpengalaman dan profesional yang akan membantu Anda untuk mengenali gejala nyeri dan melakukan pengobatan yang tepat dengan berbagai metode terbaik berteknologi mutakhir.

Yuk, segera konsultasikan masalah nyeri dan tulang belakang melalui chat whatsapp di 0811-1443-599 atau hubungi Call Center Lamina di 021-7919 6999!

Baca juga: Posisi Tidur yang Baik untuk Nyeri Punggung

Share via:
Artikel Terkait
Promo Terbaru
Artikel Populer
Topik Populer