Edit

Event Bebas Nyeri

Lamina Pain and Spine Center merupakan pusat pelayanan masalah nyeri dan tulang belakang di Jakarta yang mengkolaborasikan beberapa bidang ilmu kedokteran yakni kedokteran fisik dan rehabilitasi, bedah saraf dan anestesi.

Info Kontak

Jangan Abaikan Rasa Nyeri Karena Bisa Memicu Penyakit Berbahaya!

rasa nyeri pada seseorang

Anda mungkin pernah merasakan nyeri di salah satu anggota tubuh namun menganggapnya hal yang biasa. Rasa nyeri ini sendiri merupakan suatu kondisi yang berasal dari aktivasi sistem saraf pada tubuh. Tahapan nyeri beragam mulai dari nyeri ringan hingga kronis. Bahkan, terkadang nyeri bisa terjadi hanya dalam hitungan detik namun bisa timbul dalam waktu yang cukup lama. Nah, kalau Anda sudah merasakan nyeri yang tidak biasa dan tak kunjung membaik, jangan abaikan ya. Sebab, rasa nyeri ini bisa mengindikasikan kalau kita sedang menderita suatu penyakit berbahaya. Yuk, simak penjelasannya!

Mengapa Kita Merasakan Nyeri?

Ilustrasi Seorang Wanita Mengalami Nyeri Pada Bahunya

Melansir artikel di laman Medical News Today, kita merasakan nyeri ketika saraf nosiseptor mendeteksi adanya kerusakan atau gangguan pada jaringan dan mengirimkan sinyal kerusakan/ gangguan melalui sumsum tulang belakang (spinal cord) ke otak.

Misalnya, ketika kita menyentuh permukaan benda yang panas, maka nosiseptor akan mengirimkan sinyal rasa sakit melalui reflex arc pada sumsum tulang belakang dan menimbulkan kontraksi pada otot. Kontraksi ini akan membuat kita menarik tangan menjauhi permukaan benda panas tersebut, untuk meminimalisir terjadinya rasa sakit.

Reflex ini terjadi sebelum sinyal gangguan pada saraf sampai ke otak. Ketika sinyal sampai, hal inilah yang akan menimbulkan sensasi nyeri pada tubuh kita.

Berdasarkan waktu berlangsungnya, jenis nyeri terbagi menjadi nyeri akut dan nyeri kronis. Sedangkan berdasarkan proses terjadinya, nyeri mencakup nyeri neuropatik, nosisepstif dan psikogenik.

 

Nyeri Akut

Nyeri akut adalah jenis nyeri yang paling sering kita rasakan. Kondisi ini biasanya tidak berlangsung lama dan salah satu penyebab umumnya adalah cedera. Nyeri akut lebih mudah hilang dan biasanya tidak lebih dari 6 bulan. Penyebabnya bisa karena patah tulang, luka, nyeri pasca-operasi, dan melahirkan.

Nyeri Kronis

Nyeri kronis juga sering dialami oleh sebagian besar orang dan jangka waktunya bisa lebih dari 6 bulan, bahkan bertahun-tahun setelah mengalami cedera atau gangguan tertentu. Rasa nyeri ini dapat menimbulkan sensasi terbakar, tertusuk dan rasa kebas. Hal ini dikarenakan ada kerusakan pada sistem saraf.

Jenis nyeri kronis ini bisa terjadi karena beberapa kondisi seperti kanker, sakit kepala, radang sendi, maupun nyeri pada tulang belakang dan sistem saraf. Kondisi ini dapat menyebabkan depresi, gangguan tidur dan kegelisahan sehingga bisa menghambat aktivitas yang Anda lakukan.

Jika Anda mengalami nyeri kronis seperti adanya gangguan pada saraf, biasanya akan menimbulkan rasa nyeri yang tidak tertahankan. Nyeri saraf adalah rasa sakit yang timbul akibat sistem saraf mengalami gangguan. Sistem saraf merupakan jaringan dalam tubuh yang memiliki fungsi penting seperti pertumbuhan, sistem pernafasan, perkembangan otak, dan detak jantung. Apabila sistem saraf ini terganggu, maka penderitanya bisa mengalami gangguan motorik dan sensorik.

Baca juga: Apa Penyebab Nyeri Wajah Kronis? Bagaimana Cara Mengobatinya?

Bagaimana dengan Nyeri Tulang Belakang?

Menurut dr. Mahdian Nur Nasution,Sp.BS, pakar nyeri dan tulang belakang, nyeri tulang belakang umumnya terjadi karena adanya cedera atau trauma dan tekanan berlebihan dalam jangka waktu panjang.

Kondisi ini menyebabkan ligamen (serat otot) meregang secara abnormal. Otot yang cedera/ trauma dan penggunaan berulang dapat menimbulkan peradangan jaringan lunak sehingga menyebabkan nyeri di sekitar tulang belakang.


Penyebab lain sakit tulang belakang di bagian leher, punggung, pinggang, ataupun tulang ekor, yaitu antara lain:

Selain itu, faktor usia dan kurangnya berolahraga juga turut memengaruhi terjadinya nyeri pada bagian tulang belakang.

Penanganan sakit tulang belakang dapat dilakukan dengan pemberian obat-obatan. Namun, jika kondisi tidak membaik, dokter akan menyarankan untuk melakukan tindakan operasi/ bedah.

Namun, seiring perkembangan teknologi yang kian canggih, ada teknik bedah minimal invasif yang minim risiko dan lebih aman. Metode ini dikenal dengan endoskopi PELD/PSLD dengan minim sayatan hanya 7mm, proses penyembuhan pasca tindakan lebih cepat dan bisa langsung beraktivitas.

Nyeri Lutut

Nyeri lutut umumnya disebabkan oleh cedera yang terjadi pada lutut dengan gejala yang menyertai seperti lutut terasa kaku, bengkak, maupun kesulitan menggerakkan lutut.

Menurut Prof. dr.Darto Satoto, SpAN, KAR, penyebab lain nyeri lutut yaitu akibat menderita rheumatoid arthritis,osteoarthritis, infeksi lutut, maupun obesitas/ berat badan berlebih.

Untuk mengatasi nyeri lutut, dokter umumnya akan memberikan obat-obatan untuk meredakan nyeri lutut. Selain itu, fisioterapi juga akan diberikan untuk melatih dan menguatkan otot-otot di sekitar lutut.

Namun, jika nyeri tidak juga hilang, maka dokter akan memberikan injeksi lutut berupa platelet-rich-plasma (PRP). Plasma ini mengandung faktor pertumbuhan sehingga akan membuat regenerasi pada sendi lutut.

Baca juga: Ketahui Penyebab dan Gejala Nyeri Lutut yang Harus Diwaspadai

Nyeri Wajah

Pernahkan Anda mengalami nyeri pada wajah seperti tersengat listrik atau tertusuk? mungkin Anda mengira ini adalah sakit gigi. Namun, tetaplah berhati-hati karena nyeri wajah yang semakin parah bisa merupakan tanda terkena trigeminal neuralgia.

Dr. Mahdian Nur Nasution, Sp.BS menjelaskan bahwa trigeminal neuralgia adalah penyakit saraf di wajah yang mengenai saraf trigeminus yang merupakan saraf cranial (saraf kepala yang kelima).

Trigeminal neuralgia umumnya terjadi di salah satu bagian wajah saja namun bisa menjalar hingga ke seluruh bagian wajah.  Bahkan, aktivitas seperti tersenyum, menyentuh wajah, berbicara ataupun makan bisa memperparah rasa nyerinya.

 

Untuk menyembuhkan trigeminal neuralgia, dokter akan memberikan obat-obatan untuk mengurangi nyeri. Namun, ada cara lain yang lebih efektif yaitu terapi lanjutan seperti Radiofrequency Rhizotomy. Teknik ini adalah prosedur bedah minimal untuk menghambat serabut saraf yang mengirimkan sinyal nyeri ke otak.

Baca juga: Cara Menghilangkan Nyeri di Wajah Akibat Trigeminal Neuralgia

Untuk mengatasi berbagai permasalahan nyeri, Anda bisa berkonsultasi dengan para dokter ahli di Klinik Lamina Pain and Spine Center.

Lamina Pain and Spine Center memiliki tim dokter yang berpengalaman dan profesional dalam menangani berbagai masalah nyeri dan tulang belakang. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa menghubungi nomor whatsapp di 0811-1443-599 atau call center Lamina di 021-7919 6999.

Yuk, segera berkonsultasi dan lakukan pengobatan yang tepat serta aman hanya di Klinik Lamina Pain and Spine Center!

Author:

Penulis

Ditinjau oleh:

Lamina Pain and Spine Center merupakan One Stop Service untuk menangani nyeri dan masalah pada tulang belakang yang didukung oleh teknologi terkini

Operasional Klinik

Senin : 10:00 - 20:00
Selasa : 10:00 - 20:00
Rabu : 10:00 - 20:00
Kamis : 10:00 - 20:00
Jumat : 10:00 - 20:00
Sabtu : 10:00 - 20:00
Minggu : Tutup

©2022, Lamina Pain and Spine Center. Media All Rights Reserved. PT Sejahtera Berkah Medika

    Daftar Online