Nyeri pinggang mungkin sudah tidak asing lagi bagi banyak orang. Entah karena terlalu lama duduk di depan komputer, salah posisi saat tidur, atau setelah mengangkat barang berat, keluhan ini bisa muncul kapan saja dan menyerang siapa saja.
Ada yang hanya merasakannya sesekali dan hilang sendiri, tapi ada juga yang justru merasa semakin terganggu hingga sulit beraktivitas normal.
Namun, nyeri pinggang yang tidak kunjung membaik bisa jadi tanda gangguan saraf yang memerlukan penanganan khusus. Lamina Hospital, rumah sakit khusus penanganan saraf kejepit dan nyeri tulang belakang, siap melayani pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sesuai penyebabnya. Hubungi 0811-1443-599 untuk konsultasi sekarang juga.
Daftar Isi Artikel
Apa Itu Nyeri Pinggang, Sebenarnya?
Gunakan tombol panah atas dan panah bawah untuk mengatur ukuran panel kotak meta.
Nyeri pinggang atau dalam istilah medis disebut low back pain adalah rasa sakit atau tidak nyaman yang muncul di bagian bawah tulang belakang, tepatnya di area tulang lumbar.
Gunakan tombol panah atas dan panah bawah untuk mengatur ukuran panel kotak meta.
Di area ini ada banyak bagian tubuh yang saling berhubungan, mulai dari ruas tulang belakang, bantalan di antara ruas tulang atau disebut diskus intervertebralis, saraf tulang belakang, otot punggung, ligamen, sendi facet, sampai panggul.
Karena banyak bagian yang terlibat, tidak heran kalau penyebab nyeri pinggang bisa sangat berbeda-beda pada tiap orang.
Rasa nyerinya sendiri juga bisa bermacam-macam bentuknya. Ada yang merasakan nyeri di satu titik saja, ada yang nyerinya tumpul dan samar-samar, ada juga yang tajam seperti ditusuk, terasa panas seperti terbakar, bahkan bisa menjalar sampai ke bokong, paha, betis, hingga kaki.
Kenapa Pinggang Bisa Sakit?
Banyak orang bertanya-tanya, kenapa pinggang bisa terasa sakit? Jawabannya memang tidak tunggal, karena penyebab sakit pinggang bisa datang dari otot, ligamen, tulang, saraf, sampai organ dalam tubuh.
Yang paling sering terjadi biasanya karena otot dan ligamen yang tegang, misalnya akibat salah posisi saat mengangkat beban, duduk atau berdiri dengan postur yang kurang baik dalam waktu lama, jarang bergerak, atau justru terlalu memaksakan aktivitas fisik.
Selain itu, kenapa pinggang terasa nyeri juga bisa berkaitan dengan perubahan pada bantalan tulang belakang. Kondisi seperti diskus yang mulai aus (degenerasi diskus), bantalan yang menonjol keluar (bulging disc), atau yang lebih serius yaitu hernia nukleus pulposus (HNP) bisa membuat bantalan ini menekan saraf di sekitarnya.
Ada juga kondisi lain seperti pengapuran tulang belakang, pergeseran ruas tulang (spondylolisthesis), tulang belakang yang melengkung (skoliosis), tulang keropos (osteoporosis), retak pada tulang belakang, sampai penyempitan saluran saraf (stenosis spinal) yang juga bisa jadi penyebabnya.
Letak nyerinya pun bisa memberi petunjuk. Kalau nyeri terasa di seluruh area punggung bawah, biasanya masuk kategori penyebab nyeri pinggang belakang.
Sementara itu, penyebab nyeri pinggang sebelah kanan atau penyebab nyeri pinggang sebelah kiri bisa berasal dari otot, sendi, saraf, atau organ tertentu yang posisinya memang ada di sisi tersebut.
Kapan nyeri itu muncul juga penting diperhatikan. Penyebab pinggang sakit saat duduk biasanya karena bantalan tulang dan otot punggung mendapat tekanan berlebih saat duduk terlalu lama tanpa berubah posisi.
Sementara penyebab pinggang sakit saat berdiri dan penyebab pinggang sakit saat membungkuk umumnya terjadi karena sendi, otot, atau saraf yang semakin tertekan ketika tubuh berada di posisi tersebut.
Ada juga yang mengeluh penyebab pinggang sakit setelah bangun tidur, yang biasanya disebabkan oleh otot yang kaku semalaman, posisi tidur yang kurang pas, atau memang ada gangguan pada sendi dan bantalan tulang.
Khusus untuk lansia, penyebab pinggang sakit pada usia lanjut umumnya lebih berkaitan dengan proses penuaan tulang belakang, tulang yang mulai keropos, dan penyempitan saluran saraf.
Gejala-Gejala yang Sering Menyertai
Gejala nyeri pinggang bisa berbeda-beda tergantung apa yang sebenarnya bermasalah.
Ada yang hanya merasa nyeri di satu tempat saja, tapi ada juga yang mengalami nyeri pinggang menjalar ke kaki atau nyeri pinggang sampai kaki, yang biasanya menandakan ada saraf yang terganggu.
Kalau sudah disertai kesemutan, rasa kebas, atau kaki terasa lemas, ini mengarah pada kondisi yang dikenal dengan sciatica. Nyeri pinggang dan bokong yang muncul bersamaan juga cukup sering ditemukan pada gangguan otot maupun saraf di area punggung bawah.
Waktu munculnya nyeri juga jadi ciri khas tersendiri. Ada yang merasakan nyeri pinggang saat duduk, nyeri pinggang saat berdiri, nyeri pinggang saat berjalan, nyeri pinggang saat tidur, sampai nyeri pinggang saat membungkuk.
Tidak sedikit pula yang mengalami nyeri pinggang setelah olahraga, biasanya karena otot yang belum terbiasa dengan gerakan atau beban tertentu.
Berapa Lama Nyeri Pinggang Biasanya Berlangsung?
Dari segi lamanya, nyeri pinggang akut adalah yang muncul mendadak dan biasanya berlangsung dari beberapa hari sampai beberapa minggu saja.
Berbeda dengan nyeri pinggang kronis yang bertahan lebih lama, bahkan bisa berbulan-bulan dan sering kambuh-kambuhan.
Kalau sudah mengalami nyeri pinggang lebih dari satu minggu atau nyeri pinggang tidak kunjung sembuh, sebaiknya jangan dianggap remeh, apalagi kalau disertai gejala saraf atau sampai mengganggu aktivitas sehari-hari.
Nyeri pinggang tiba-tiba juga perlu diwaspadai kalau rasanya sangat berat, terus memburuk, atau muncul setelah kejadian tertentu seperti jatuh atau salah angkat beban berat.
Dalam situasi seperti ini, kemungkinan adanya cedera pada tulang belakang perlu dipikirkan lebih serius.
Kira-Kira, Nyeri Pinggang Ini Tanda Penyakit Apa?
Kalau mengalami nyeri pinggang karena saraf kejepit atau nyeri pinggang karena saraf terjepit, biasanya nyerinya menjalar mengikuti jalur saraf, disertai kesemutan, kebas, atau bahkan otot yang jadi lemah.
Sementara nyeri pinggang karena HNP terjadi saat bantalan tulang belakang menonjol atau bahkan pecah sehingga menekan saraf, dan gejalanya sering mirip dengan sciatica yang sudah dibahas sebelumnya.
Selain itu, nyeri pinggang karena pengapuran tulang belakang, nyeri pinggang karena stenosis spinal, dan nyeri pinggang karena skoliosis biasanya bersifat mekanik.
Artinya, nyeri akan terasa makin berat saat berdiri lama atau berjalan jauh, tapi sedikit mereda saat duduk atau istirahat.
Untuk lansia atau orang yang baru mengalami cedera, nyeri pinggang karena osteoporosis atau retak tulang belakang juga perlu dipikirkan sebagai kemungkinan penyebab.
Di sisi lain, nyeri pinggang karena cedera dan nyeri pinggang karena otot merupakan penyebab yang sangat umum ditemukan di berbagai usia.
Perlu diketahui juga bahwa nyeri pinggang karena masalah ginjal bisa menimbulkan rasa nyeri di area pinggang, meski biasanya disertai gejala lain sesuai dengan gangguan yang terjadi pada ginjal.
Karena penyebabnya memang beragam, pemeriksaan ke dokter tetap jadi langkah penting untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi.
Bagaimana Dokter Memeriksa Nyeri Pinggang?
Pemeriksaan nyeri pinggang biasanya dimulai dengan tanya jawab tentang riwayat keluhan, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan saraf, termasuk pemeriksaan refleks kalau ada kecurigaan gangguan saraf.
Dari pemeriksaan awal ini, dokter bisa menilai apakah nyeri yang dialami tergolong nyeri biasa akibat otot, gangguan saraf, atau memang ada kemungkinan penyebab lain yang lebih spesifik.
Kalau memang diperlukan, dokter bisa meminta pemeriksaan tambahan seperti X-ray atau rontgen, CT scan, MRI tulang belakang, atau elektromiografi (EMG) untuk melihat kondisi tulang, bantalan, dan saraf lebih jelas.
Pemeriksaan laboratorium juga kadang diperlukan kalau dokter curiga ada infeksi, peradangan, atau penyebab lain di luar masalah tulang dan otot.
Cara Mengatasi dan Meredakan Nyeri Pinggang
Cara mengatasi nyeri pinggang tentu berbeda-beda tergantung penyebab dan seberapa berat gejalanya.
Untuk kasus yang ringan, cara meredakan nyeri pinggang biasanya dimulai dengan tetap bergerak secukupnya, istirahat sewajarnya tanpa terus-menerus berbaring, dan menghindari gerakan yang bisa memperparah nyeri.
Penggunaan obat nyeri pinggang atau obat sakit pinggang, seperti obat pereda nyeri dan obat antiinflamasi, sebaiknya sesuai anjuran tenaga kesehatan dan tidak digunakan sembarangan dalam jangka panjang.
Kalau ingin cara menghilangkan nyeri pinggang yang lebih menyeluruh, biasanya melibatkan terapi nyeri pinggang seperti fisioterapi untuk nyeri pinggang, latihan untuk nyeri pinggang guna memperkuat otot inti dan otot punggung, sampai program rehabilitasi medik yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing orang.
Pada beberapa kasus, terutama kalau nyeri berasal dari saraf yang tertekan atau tidak kunjung membaik, dokter bisa mempertimbangkan tindakan tambahan seperti suntikan epidural atau terapi intervensi nyeri sebagai bagian dari pengobatan nyeri pinggang.
Operasi untuk nyeri pinggang biasanya bukan pilihan pertama dan baru dipertimbangkan kalau ada gangguan saraf yang cukup berat, nyeri yang menetap dan tidak membaik dengan berbagai terapi lain, atau ada penyebab struktural yang jelas seperti HNP berat atau stenosis spinal yang parah.
Pengobatan saraf kejepit di pinggang sendiri biasanya dimulai dari cara-cara yang lebih sederhana dulu sebelum mempertimbangkan tindakan yang lebih besar.
Kapan Sebaiknya Periksa ke Dokter?
Secara umum, sebaiknya segera periksa kalau nyeri sudah berlangsung lebih dari beberapa minggu, semakin berat, mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, atau disertai nyeri yang menjalar ke kaki, kesemutan, kebas, maupun kaki yang terasa lemas.
Gejala tambahan seperti susah buang air kecil atau besar, demam tanpa sebab jelas, berat badan turun drastis tanpa alasan yang wajar, atau nyeri yang muncul setelah terjatuh juga jadi tanda yang tidak boleh diabaikan.
Untuk mencari dokter untuk sakit pinggang atau dokter untuk sakit pinggang, biasanya bisa dimulai dari dokter umum terlebih dahulu, yang nantinya bisa merujuk ke dokter spesialis sesuai kebutuhan, misalnya:
- Dokter spesialis ortopedi.
- Dokter spesialis saraf.
- Dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi.
- Dokter spesialis anestesi dan kedokteran nyeri untuk kasus yang butuh penanganan nyeri lebih khusus.
Peran seorang fisioterapis juga dinilai penting dalam membantu proses pemulihan lewat latihan dan terapi fisik yang terarah.
Konsultasikan Gangguan Saraf Anda di Lamina Hospital
Jika gangguan saraf yang Anda alami disebabkan oleh saraf kejepit atau stenosis spinal, Lamina Hospital menghadirkan layanan endoskopi Joimax dengan beberapa keunggulan berikut ini.
- Prosedur minimal invasif
- Hanya memerlukan satu titik sayatan sekitar 7 mm tanpa memotong otot atau tulang.
- Minim risiko komplikasi
- Tingkat keberhasilan mencapai 95%
- Waktu pemulihan lebih cepat
Teknologi Joimax sangat cocok untuk Anda yang mengalami:
- Saraf kejepit (Hernia Nukleus Pulposus/HNP).
- Skiatika (nyeri menjalar ke kaki).
- Stenosis spinal (penyempitan kanal tulang belakang).
- Sakit pinggang bawah kronis akibat tekanan saraf.
Selain Joimax, Lamina Hospital juga menyediakan berbagai teknologi penanganan lainnya seperti:
- Laser PLDD
- ABEL Catheter
- Radiofrekuensi Ablasi
- Kyphoplasty
- Endovenous Laser Ablation (EVLA)
- Laser Hemorrhoidoplasty
Tim dokter Lamina Hospital adalah:
- dr. Mahdian Nur Nasution, Sp.BS
- dr. Yosi Yudya Satria, M.Kes, Sp.BS, Sp.KL, FINSS, FINPS
- dr. Victorio, M.Ked, Sp.BS, M.A.R.S, FINSS, FINPS
- dr. Bismo Nugroho, SpBS-FTB, FINSS, FINPS
- dr. Faisal, M.Ked (Neurosurg), Sp.BS, FINSS, FINPS
- dr. Ratih Puspa, Sp.N
- dr. Bayu Agung Alamsyah, Sp.B-ET, Subsp-BEV(K), FICS, C.SK, AIFO-K
- dr. Arvi Dian Prasetia Nurwidda, SpPD
Yang membuat Lamina Hospital berbeda adalah pendekatan tim yang melibatkan Dokter Spesialis Bedah Saraf, Dokter Spesialis Saraf, Dokter Spesialis Bedah Umum & Bedah Vaskular, hingga Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang bekerja bersama-sama sebagai satu tim terpadu.
Jadi, pasien mendapatkan penanganan yang menyeluruh dari transformasi Lamina Pain and Spine Center menjadi rumah sakit khusus bedah dengan standar mutu terbaik, bukan hanya dari satu sudut pandang.
Konsultasikan kondisi Anda sekarang melalui 0811-1443-599 untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Cara Mencegah Nyeri Pinggang Datang Lagi
Untuk mencegah sakit pinggang, hal yang paling penting adalah menjaga postur tubuh, mengatur aktivitas fisik dengan baik, dan membangun kebiasaan sehari-hari yang lebih ramah bagi tulang belakang.
Menjaga berat badan tetap ideal, tidak duduk terlalu lama tanpa jeda, memperbaiki cara mengangkat beban, serta rutin melakukan latihan penguatan otot punggung dan otot inti bisa membantu mengurangi risiko sakit pinggang kambuh lagi.
Khusus untuk lansia, pencegahan juga perlu diarahkan pada menjaga kepadatan tulang, mencegah risiko terjatuh, serta rutin memantau kondisi seperti osteoporosis.
Kalau sakit pinggang sudah sering kambuh-kambuhan meski sudah berusaha mencegahnya, pemeriksaan dan konsultasi lebih lanjut dengan tenaga medis tetap jadi langkah paling tepat untuk menemukan penanganan yang sesuai.
FAQ Seputar Nyeri Pinggang
Apa penyebab sakit pinggang yang paling sering terjadi?
Penyebab sakit pinggang yang paling umum adalah ketegangan otot dan ligamen, biasanya akibat postur tubuh yang buruk, duduk terlalu lama, salah posisi saat mengangkat beban, atau aktivitas fisik berlebihan. Selain itu, gangguan pada bantalan tulang belakang seperti degenerasi diskus atau HNP juga bisa menjadi penyebabnya.
Kenapa pinggang terasa sakit saat duduk terlalu lama?
Penyebab pinggang sakit saat duduk umumnya karena bantalan tulang belakang dan otot punggung mendapat tekanan berlebih ketika tubuh berada dalam posisi statis dalam waktu lama tanpa perubahan posisi.
Sakit pinggang menjalar ke kaki disertai kesemutan, tanda apa itu?
Sakit pinggang menjalar ke kaki yang disertai kesemutan, kebas, atau kaki lemas biasanya menandakan adanya gangguan atau tekanan pada saraf, kondisi ini sering dikenal dengan istilah sciatica.
Apa perbedaan sakit pinggang karena otot dan karena saraf kejepit?
Sakit pinggang karena otot umumnya terasa di area lokal dan tidak menjalar jauh, sedangkan sakit pinggang karena saraf kejepit biasanya menjalar mengikuti jalur saraf hingga ke bokong atau tungkai, dan sering disertai kesemutan, kebas, atau kelemahan otot.
Kapan sakit pinggang harus diperiksakan ke dokter?
Sakit pinggang sebaiknya segera diperiksakan ke dokter apabila berlangsung lebih dari beberapa minggu, semakin memberat, atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Pemeriksaan juga perlu dilakukan segera jika nyeri disertai gejala menjalar ke kaki, kesemutan, kebas, atau kaki terasa lemas.
Jika Anda mengalami salah satu tanda di atas, jangan menunda pemeriksaan. Lamina Hospital, rumah sakit khusus penanganan gangguan saraf, siap membantu Anda mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. Konsultasikan keluhan Anda sekarang melalui 0811-1443-599.








