Bell’s palsy merupakan kondisi lumpuhnya otot wajah yang kemudian menyebabkan salah satu sisi wajah seperti melorot. Kemunculannya bisa secara tiba-tiba, numun umumnya tidak bersifat permanen atau selamanya.
Bagi orang yang belum mengetahui tentang kondisi ini, seringnya menganggap sebagai penyakit stroke karena memiliki gejala yang sama. Padahal, keduanya merupakan penyakit yang berbeda. Pada Bell’s palsy gejalanya hanya sebatas pada otot wajah dan sebagian besar pasien bisa pulih dalam waktu 6 bulan.
Daftar isi
- Apa saja gejala Bells’s palsy?
- Apakah yang menjadi penyebabnya?
- Apakah bisa menyebabkan komplikasi?
- Penanganan seperi apa yang perlu dilakukan?
- FAQ Tentang Bell’s Palsy
- Apa penyebab Bell's palsy?
- Apakah Bell's palsy bisa sembuh dengan sendirinya?
- Apa yang harus dilakukan saat terkena Bell's palsy?
- Apakah ada makanan yang perlu dihindari oleh penderita Bell's palsy?
- Apakah kipas angin dapat menyebabkan Bell's palsy?
Apa saja gejala Bells’s palsy?
Kondisi ini di tandai dengan lumpuhnya salah satu sisi wajah yang membuat perubahan pada bentuk wajah. Penderita penyakit ini akan mengalami sulit tersenyum dengan simetris atau pun menutu mata pada bagian yang mengalami kelumpuhan. Berikut gejala yang bisa di alami:
- Kulit wajah seperti melorot pada satu atau kedua sisi wajah.
- Mengeluarkan air liur
- Mudah sensitif terhadap suara
- Merasakan nyeri pada rahang atau belakang telinga
- Mengalami sakit kepala
- Alami kelumpuan total pada salah satu sisi wajah (berlangsung selama beberapa jam atau beberapa hari)
Apakah yang menjadi penyebabnya?
Penyakit ini siapapun bisa mengalaminya, namun lebih seringnya terjadi pada orang-orang yang berusia 15 sampai 60 tahun.
Penyebab terjadinya masih belum bisa di pastikan, namun seringnya berkaitan dengan infeksi virus. Beberapa virus yang di duga menjadi penyebab penyakit ini adalah:
- Herpes simplex penyebab penyakit kelamin
- Varicella zoster penyebab cacar air
- Rubella penyebab campak Jerman
- Adenovirus penyebab penyakit pernapasan
- Virus flu tipe B penyebab influenza
Dan masih banyak lagi. Selain akibat infeksi virus bisa juga karena penyakit tertentu, seperti infeksi telinga bagian tengah, hipertensi dan diabetes
Apakah bisa menyebabkan komplikasi?
Jika kondisinya tidak terlalu parah, biasanya akan menghilang dalam kurun waktu satu bulan. Namun, pada kasus yang lebih parah, bisa menyebabkan komplikasi, seperti:
- Kerusakan syaraf wajah permanen
- Luka pada kornea mata
- Gerakan otot yang tidak sengaja atau tanpa perintah
Untuk mencegah kondisi yang semakin parah hingga menyebabkan komplikasi, segera melakukan pemeriksaan dengan dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan gerakan wajah pada pasien selain melakukan pemeriksaan fisik. Selain itu, dokter akan melakukan pemeriksaan medis lanjutan, seperti tes darah, elektromiografi, CT scan dan MRI untuk mengetahui penyebabnya.
Penanganan seperi apa yang perlu dilakukan?
Terapi bertujuan untuk membantu mempercepat proses penyembuhan dan mencegah timbulnya komplikasi. Terapinya bisa berupa pemberian obat-obatan, seperti obat kortikosteroid, obat antivirus dan obat pereda nyeri.
Tidak hanya obat-obatan saja yang bisa membantu percepat proses penyembuhan. Melakukan fisioterapi juga dapat membantu percepat kembalinya fungsi saraf dan otot wajah.
Selain fisioterapi, dokter juga bisa memberikan suntik botox jika pasien mengalami ketegangan pada salah satu otot wajah.
Bagi pasien yang sulit menutup kelopaka mata atau mengalami gangguan pada kelenjar air mata, memerlukan perawatan tambahan untuk mencegah mata kering.
FAQ Tentang Bell’s Palsy
Apa penyebab Bell's palsy?
Bell’s palsy disebabkan oleh peradangan pada saraf wajah yang mengendalikan otot wajah. Peradangan ini sering kali dikaitkan dengan infeksi virus, seperti herpes simplex atau varicella zoster, infeksi telinga bagian tengah, serta beberapa penyakit lainnya seperti Lyme disease. Kondisi ini mengakibatkan kelumpuhan pada salah satu sisi wajah.
Apakah Bell's palsy bisa sembuh dengan sendirinya?
Pada banyak kasus, Bell’s palsy dapat pulih secara alami, terutama jika gejalanya ringan. Masa pemulihan biasanya dimulai setelah fase akut selama kurang lebih 7 hari. Namun, pemulihan total dapat memakan waktu hingga beberapa bulan, tergantung pada tingkat keparahan dan penanganannya.
Apa yang harus dilakukan saat terkena Bell's palsy?
Penanganan Bell’s palsy bertujuan untuk mengurangi peradangan saraf wajah dan mencegah komplikasi. Penggunaan obat kortikosteroid seperti prednison sering direkomendasikan untuk mengurangi pembengkakan. Jika pasien mengalami masalah pada mata yang sulit menutup, dokter dapat memberikan obat tetes mata untuk menjaga kelembapan mata dan mencegah iritasi.
Apakah ada makanan yang perlu dihindari oleh penderita Bell's palsy?
Penderita Bell’s palsy sebaiknya menghindari makanan yang keras, kenyal, atau sulit dikunyah karena dapat mempersulit proses makan. Sebaiknya, pilih makanan yang lembut dan mudah dikunyah untuk mengurangi tekanan pada otot wajah yang terkena dampak.
Apakah kipas angin dapat menyebabkan Bell's palsy?
Paparan udara dingin, termasuk yang dihasilkan oleh kipas angin, dapat meningkatkan risiko Bell’s palsy pada beberapa orang. Hal ini dikarenakan udara dingin dapat memengaruhi saraf wajah dan memperparah gejala, terutama pada kondisi tertentu yang sudah ada sebelumnya.