Waspada, Kifosis yang Parah Bisa Sebabkan Nyeri dan Gangguan Pernafasan

kifosis

Apakah Anda termasuk orang yang berbadan bungkuk? Coba perhatikan bentuk tulang belakang Anda dan apakah terkadang terasa nyeri? Kondisi ini mungkin terjadi akibat kifosis. Kifosis adalah salah satu kelainan lengkungan tulang belakang yang membuat punggung bagian atas terlihat bengkok tidak normal atau terlalu melengkung ke belakang.

Tulang belakang memiliki lengkungan sekitar 25-45 derajat, namun pada penderita kifosis, lengkungan tulang belakang bisa mencapai 50 derajat atau lebih. Kondisi inilah yang membuat penderitanya menjadi bungkuk.

Kifosis yang cukup parah bisa menimbulkan rasa sakit dan gangguan pernafasan. Jika hal ini terjadi, maka Anda harus segera mendapatkan penanganan lebih lanjut dari dokter.

Lalu, apa penyebabnya dan apa saja faktor risikonya? Yuk, simak ulasan selengkapnya di artikel berikut ini.

Penyebab Kifosis

Menurut dr. Nelfidayani, Sp.KFR, dokter spesialis fisik dan rehabilitasi di Klinik Lamina Rehab, penyebab kifosis beragam, salah satunya yaitu kifosis postural. Kondisi ini terjadi akibat postur tubuh yang salah, seperti posisi mengetik, memainkan handphone atau duduk bekerja terlalu lama di depan laptop. Kegiatan tersebut dapat membuat leher menjadi ke arah depan, sehingga tulang belakang akan mengkompensasi membentuk lengkungan yang lebih menonjol dan menyebabkan kifosis.

Jenis-jenis Kifosis

Secara garis besar, kifosis terbagi menjadi tiga, yaitu:

  1. Kongenital Kifosis

Perubahan dari bentuk tulang belakang yang terjadi sejak bayi lahir sehingga adai pertumbuhan tulang yang lebih membungkuk dari punggung bagian atas.

  • Kifosis Postural

Kelainan tulang belakang yang sering terjadi pada usia remaja. Kondisi ini terjadi akibat kesalahan postur pada saat duduk ataupun saat membawa tas atau benda berat lainnya.

  • Akibat Penyakit Lainnya
Baca Juga:  Hati-hati, Sering Kesemutan Bisa Menjadi Tanda Saraf Kejepit!

Penyebab lainnya yaitu karena adanya penyakit lainnya, seperti memiliki riwayat terjatuh atau fraktur. Osteoporosis juga bisa menjadi salah satu penyebabnya karena bisa menyebabkan tulang menjadi mudah fraktur.

Apa Saja Faktor Risikonya?

Kelainan pada tulang belakang ini dapat terjadi pada siapa saja di segala usia. Namun, ada beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko terkena kifosis, antara lain:

  • Penyakit Osteogenesis Imperfecta atau penyakit tulang mudah rapuh/ patah meski hanya mendapat tekanan yang kecil.
  • Skoliosis. Kelainan tulang belakang yang melengkung seperti huruf S.
  • Tuberkulosis (TB). Biasanya penyakit ini menyerang paru-paru, namun dapat menyebar ke tulang belakang sehingga merusak tulang belakang dan mengakibatkan kifosis.
  • Osteoporosis. Kondisi ini menyebabkan tulang menjadi mudah rapuh karena menurunnya kepadatan tulang.
  • Spina Bifida. Kelainan bawaan sejak lahir karena pembentukan tulang belakang dan saraf tulang belakang tidak sempurna
  • Cedera tulang belakang. Pada kasus tertentu, kondisi ini dapat terjadi karena adanya cedera tulang belakang, seperti akibat dari terjatuh atau kecelakaan.

Seperti Apa Gejalanya?

Secara umum, penderita kifosis memiliki gejala yang berbeda tergantung dari faktor penyebabnya. Gejalanya bisa ditandai dengan:

  • Terlihat perbedaan tinggi pada bahu kanan dan kiri
  • Tinggi atau posisi tulang belikat tidak sejajar
  • Kepala lebih condong ke depan
  • Saat membungkuk punggung terlihat miring
  • Timbul rasa nyeri dan kekakuan pada area punggung
  • Kelelahan berlebihan
  • Gangguan pernafasan seperti nafas tersengal-sengal atau sesak nafas
  • Kesemutan, kekakuan dan kelemahan pada bagian kaki

Pada kifosis yang tergolong ringan, biasanya tidak menunjukkan adanya gejala, hanya saja punggung terlihat sedikit membungkuk. Berbeda dengan gejala kifosis yang cukup parah maka bisa menyebabkan nyeri punggung yang menusuk dan kekakuan otot.

Baca Juga:  5 Klinik Terbaik di Indonesia untuk Atasi Nyeri dan Masalah Tulang Belakang

Bagaimana Cara Mencegahnya?

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah kifosis postural, antara lain:

  1. Jaga postur tubuh dengan baik seperti duduk tegak dan tidak membungkuk
  2. Hindari membawa tas punggung atau benda lain yang terlalu berat
  3. Lakukan olahraga rutin untuk memperkuat otot perut dan punggung
  4. Menjaga berat badan ideal dan hindari kelebihan berat badan

Untuk menangani kifosis yang tergolong parah, dokter akan melihat dari gejala dan faktor penyebabnya. Selain melakukan pemeriksaan fisik, dokter biasanya akan menyarankan pasien untuk melakukan rontgen secara berkala untuk memastikan kondisi tulang belakang pasien.

Metode pengobatannya tergantung dari usia, jenis, tingkat keparahan serta kondisi medis pasien.

Berikut ini adalah beberapa cara pengobatan kifosis, yang mencakup:

  • Obat-obatan pereda nyeri seperti ibuprofen, parasetamol, atau aspirin
  • Obat penguat tulang seperti bifosfonat
  • Fisioterapi, biasanya dilakukan untuk pasien dengan kondisi yang tergolong ringan. Terapi fisik ini bertujuan untuk memperkuat otot dan meningkatkan fungsi tulang punggung serta meredakan nyeri punggung.
  • Korset (braces), umumnya bagi pasien anak-anak yang memiliki kelengkungan tulang belakang lebih dari 65 derajat karena masih bisa berkembang menjadi parah.
  • Operasi. Dokter biasanya akan menyarankan operasi bagi pasien kifosis kongenital yang tulang belakangnaya melengkung hingga 70-75 derajat dan nyeri hebat pada bagian punggung. Oleh karena itu, pasien memerlukan operasi fusi tulang belakang.

Nah, setelah mengetahui penjelasan mengenai kifosis dan penyebabnya, lakukan pencegahan sedini mungkin dan konsumsilah makanan kaya kalsium dan vitamin D.

Jika Anda mengalami kifosis yang semakin parah, silakan berkonsultasi dengan dokter ahli di klinik Lamina Pain and Spine Center. Hubungi nomor Call Center Lamina di 021-7919-6999

Share via:
Artikel Terkait
Promo Terbaru
Artikel Populer
Topik Populer