Terapi Laser PLDD Pada Masalah Saraf Kejepit Tulang Belakang

pldd

Terapi laser PLDD atau Percutaneous Laser Disc Decompression menjadi salah satu pilihan metode terkini yang cukup populer untuk mengatasi saraf terjepit tulang belakang. 

Prosedur terapi PLDD dilakukan dengan menyuntikkan jarum yang mengarah pada bantalan tulang yang menonjol.  Selanjutnya,  melalui kabel fiber optic akan dialirkan laser. Panas dari laser akan menyusutkan bantalan tulang sehingga tonjolan tersebut bisa kembali ke dalam bentuk normal dan saraf pun terbebas dari jepitan.

Teknologi laser baik untuk mengatasi masalah  kesehatan terkait  dengan jaringan lunak. Misalnya, menonjolnya  bantalan sendi dan menekan saraf tulang belakang (saraf kejepeit). Laser juga berguna  untuk menciutkan bantalan sendi, dan menutupi kebocoran bantalan sendi.

Kondisi Medis Yang Dapat Penanganan Laser

Saraf kejepit merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup umum terjadi. Mengutip dari Ortho and Spine Physicians (2021) menyebutkan bahwa salah satu penyebab paling umum dari saraf kejepit adalah sciatica yang merupakan jalur saraf yang menjalar dari pinggang ke kaki. Biasanya, masalah yang terjadi pada saraf di area sciatica mampu menimbulkan gejala nyeri yang berhubungan dengan masalah saraf kejepit.  Nyeri dan kebas biasanya pasien rasakan di salah satu sisi kaki bagian tubuh, meskipun dapat menghilang dengan sendirinya namun pada beberapa kasus nyeri justru menjadi kronis. Bahkan, bisa menyebabkan kelumpuhan di salah satu kaki. PLDD hadir sebagai solusi untuk mengatasi masalah saraf kejepit, terutama pada area sciatica. 

Baca Juga:  Masih Nyeri Karena Saraf Kejepit? Coba Metode Epidural Steroid Injection di Lamina

Metode Percutaneous Laser Disc Decompression ini merupakan salah satu tindakan invasif non bedah. Dalam arti lain, metode ini dilakukan tanpa melakukan bedah terbuka, dan dampak nyeri maupun risiko yang timbul lebih minim dari tindakan bedah konvensional. Metode ini bisa menjadi pilihan atau solusi pengobatan bagi para penderita saraf kejepit yang tidak masih takut untuk melakukan tindakan bedah besar pada pengobatan saraf kejepit yang sudah menimbulkan banyak komplikasi. 

Ada beberapa kondisi atau gangguan kesehatan tulang belakang yang dapat teratasi dengan menggunakan laser, antara lain: 

  1. Herniasi bantalan sendi tulang belakang (saraf terjepit tulang belakang)
  2. Sciatica adalah kondisi nyeri tulang belakang bagian bawah yang mirip dengan saraf terjepit. Penyebabnya bisa karena kompresi pada sciatic nerve pada bagian bokong atau pinggang bawah.
  3. Penyakit tulang belakang karena penuaan
  4. Nyeri yang menjalar atau nyeri radikuler

Keunggulan Laser PLDD

Teknologi laser pldd di Klinik Lamina pada masalah tulang belakang, memiliki beberapa keunggulan, antara lain: 

  • Proses pemulihan cepat daripada teknologi lain
  • Rasa nyeri paska tindakan minimal
  • Tidak memerlukan rawat inap
  • Sedikit tindakan anastesi
  • Paparan radiasi minimal
  • Sayatan minimal sehingga risiko terbentuknya scar atau bekas luka pasca tindakan minimal
  • Risiko perdarahan minimal
  • Risiko infeksi sangat kecil

Pertanyaan Seputar Terapi Laser Pldd Pada Masalah Saraf Kejepit

Apakah saraf kejepit dapat diatasi dengan terapi laser?

Ya, terapi laser melalui prosedur Percutaneous Laser Disc Decompression (PLDD) adalah salah satu metode modern untuk menangani saraf kejepit. Prosesnya melibatkan penyuntikan jarum kecil ke bantalan tulang belakang, di mana laser digunakan untuk mengurangi tekanan tanpa perlu tindakan operasi besar.

Apakah terapi laser efektif untuk meredakan saraf kejepit?

Apa itu tindakan PLDD?

PLDD atau Percutaneous Laser Disc Decompression adalah prosedur non-bedah yang digunakan untuk mengatasi saraf kejepit, baik pada usia muda (HNP) maupun lansia (Spinal Stenosis). Metode ini menggunakan laser untuk mengecilkan bantalan tulang yang menonjol, sehingga mengurangi tekanan pada saraf yang terjepit.

Apakah terapi laser dapat menimbulkan efek samping pada saraf?

Terapi laser umumnya aman, tetapi pada beberapa kasus, pasien mungkin merasakan ketidaknyamanan seperti sensasi hangat atau memar di area tindakan. Efek samping serius, seperti kerusakan saraf, sangat jarang terjadi dan biasanya hanya bersifat sementara. Pemulihan biasanya membutuhkan beberapa minggu.

Apa saja pilihan terapi untuk saraf kejepit?

Ada beberapa pilihan terapi untuk saraf kejepit, antara lain:

Terapi okupasi: Membantu penderita beradaptasi dengan aktivitas sehari-hari.

Terapi fisik: Peregangan untuk meningkatkan mobilitas dan mengurangi tekanan pada saraf.

Olahraga: Aktivitas ringan untuk memperkuat otot penyangga tulang belakang.

TENS (Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation): Stimulasi listrik untuk meredakan nyeri.

Ultrasound: Mengurangi peradangan dengan gelombang suara.

Traksi tulang belakang: Mengurangi tekanan pada saraf dengan menarik tulang belakang.

Share via:
Facebook
Threads
WhatsApp
Artikel Terkait
Artikel Populer
Topik Populer