Syaraf Leher Kejepit Bisa Sebabkan Kelumpuhan Bila Tak Ditangani - Lamina Pain and Spine Center
preloader
Edit

Tentang Kita

Lamina Pain and Spine Center merupakan pusat pelayanan masalah nyeri dan tulang belakang di Jakarta yang mengkolaborasikan beberapa bidang ilmu kedokteran yakni kedokteran fisik dan rehabilitasi, bedah saraf dan anestesi.

Info Kontak

Syaraf Leher Kejepit Bisa Sebabkan Kelumpuhan Bila Tak Ditangani

  • Home
  • -
  • Blog
  • -
  • Syaraf Leher Kejepit Bisa Sebabkan Kelumpuhan Bila Tak Ditangani
 Syaraf Leher Kejepit Bisa Sebabkan Kelumpuhan Bila Tak Ditangani

Syaraf leher kejepit merupakan salah satu penyebab nyeri yang menjalar hingga ke jari-jari tangan. Bahkan tidak hanya nyeri, tetapi juga kesemutan, kebas atau baal.

Kondisi ini memerlukan penanganan yang tepat, sebelum melumpuhkan segala aktivitas harian Anda.

Struktur Tulang Belakang

Tulang belakang terdiri dari vertebra yang saling bertumpuk satu sama lain. Tulang ini memanjang dari leher hingga tulang ekor sehingga menciptakan lekukan atau kelengkungan alami tulang belakang.

Manusia memiliki tulang belakang yang terdiri dari tiga segmen, yakni leher (servikal), dada/punggung (torak) dan pinggang (lumbar/lumbal).

Area lumbar terdiri dari lima ruas dan bentuknya lebih besar karena sesuai dengan fungsinya untuk menopang beban tubuh yang lebih besar.

Sedangkan leher terdiri dari 7 ruas, mulai dari dasar tengkorak dan berakhir pada dada bagian atas. Tulang leher ini berperan menopang berat kepala dan menghubungkannya ke bahu dan tubuh.

Area leher kurang terlindungi daripada bagian tulang belakang lainnya, sehingga membuatnya lebih rentan terhadap cedera dan gangguan tertentu yang mengakibatkan nyeri dan terbatasnya gerakan.

Pada leher, bantalan sendinya lebih kecil karena susunan tulangnya lebih rapat ketimbang ruas tulang belakang lainnya.  

Antara tulang belakang ada bantalan datar, bulat, layaknya jeli atau karet (cakram intervertebralis) yang bertindak sebagai peredam kejut dan memungkinkan tulang belakang bergerak ke segala arah, misalnya  membungkuk.

Otot dan ligamen area ini juga memungkinkan gerakan tersebut sambil bekerja menopang dan menjaga stabilitas tulang belakang dan tubuh bagian atas.

Peran Diskus atau Bantalan Antartulang

Bantalan yang berfungsi sebagai peredam kejut (shock absorber) antara masing-masing ruas tulang belakang leher menipis seiring dengan bertambahnya usia.

Dengan kondisi ini, struktur sekitarnya dapat mengalami perubahan, misalnya ketebalan berkurang, terjadi herniasi (isi dari diskus tersebut bocor) dan kelenturannya berkurang. 

Cedera pada diskus terjadi akibat pergerakan leher lama kelamaan menekan diskus. Robekan anulus menyebabkan keluarnya nukleus pulposus dari bagian tengah.

Proses terjadinya herniasi diskus adalah kombinasi kompresi mekanis saraf oleh nukleus pulposus yang menggembung. Bila disertai dengan robekan annulus fibrosus maka isi bantalan sendi keluar dan menekan saraf tulang belakang atau hernia nukleus pulposus (HNP).

Kondisi saraf kejepit ini bisa terjadi pada ruas leher atau saraf leher kejepit atau istilah lainnya adalah radikulopati servikalis

Syaraf Leher Kejepit atau Radikulopati Servikal

Pasien dengan radikulopati servikalis lebih sering datang dengan keluhan nyeri pada leher, kesemutan/parestesia, dan nyeri yang menjalar (radikuler) hingga ke tangan dan bahkan ada yang sampai kaki.

Kadangkala nyeri juga muncul pada tulang belikat (skapula), bervariasi dari ringan hingga berat.

Nyeri akibat syaraf leher kejepit muncul bila ada jepitan pada ruas C4, C6, dan C7.

Gejala yang muncul bergantung pada lokasi syaraf leher yang kejepit.

  • C5 – nyeri pada leher, bahu, tulang belikat, mati rasa lengan luar, kelemahan otot bahu, sulit memutar lengan, menekuk siku.
  • C6 – nyeri pada leher, bahu, skapula, lengan/tangan, kebas pada lengan bawah, ibu jari, dan jari telunjuk.
  • C7 – nyeri leher, bahu, menjalar ke jari tengah dan telunjuk, dan kebas pada telapak. Kelemahan pada siku dan pergelangan tangan. Kelemahan saat merenggangkan jari, dan sulit menekuk pergelangan tangan. Kesemutan pada semua jari.
  • T1 – nyeri leher, lengan, kebas, sulit menggerakkan jari.

Gejala syaraf leher kejepit pada umumnya berupa:

  • -nyeri pada tengkuk atau bagian belakang kepala,
  • -kesemutan atau seperti jarum yang menusuk dan menjalar dari leher ke tangan,
  • -tangan terasa baal
  • -kelemahan pada bahu, siku, maupun jari tangan
  • -gangguan keseimbangan,
  • -gangguan koordinasi gerak halus (mengancingkan baju, menulis, dan lainnya)
  • -kelumpuhan

Penyebab yang lain dari kebas akibat syaraf leher kejepit adalah adanya osteofit (tonjolan tulang atau taji tulang/bone spurs) sekitar akar saraf. Jika tonjolan tulang ini cukup besar, sangat mungkin menyebabkan iritasi  dan menjepit saraf leher. sehingga gejalanya sama dengan HNP.

Penyebab Syaraf Leher Kejepit atau Radikulopati Servikal

Penyebab syaraf leher kejepit antara lain:

  • – ketegangan otot leher (neck strain)
  • – pengapuran (osteoarthritis)
  • – spondilosis leher akibat proses penuaan pada tulang leher
  • – postur tubuh yang buruk (sering menunduk saat bekerja dengan pc atau handphone)
  • – cedera leher (whiplash  injury)
  • – penonjolan bantalan tulang (herniasi nukleus pulposus/hnp) pada ruas tulang leher
  • – penyakit seperti diabetes, infeksi, tumor
  • – gaya hidup sedentari atau tidak pernah berolahraga
  • – cacat sejak lahir
  • – proses penuaan

Ada faktor lain yang membuat Anda rentan mengalami saraf leher kejepit, yaitu genetik, obesitas, sering membungkuk dan mengangkat benda berat, bekerja dengan mesin getar, menyetir dalam waktu lama, dan cedera/jatuh baik kecelakaan atau olahraga.

Terapi Syaraf Leher Kejepit

Bila hasil pemeriksaan klinis dan pemeriksaan radiologis Anda menunjukkan gambaran adanya saraf leher kejepit, maka dokter akan menyusun rencana penanganannya.

Obat syaraf kejepit di leher ini dokter akan meresepkan obat antinyeri nonsteroid (OAINS) yang kadang dokter akan menggabungkannya dengan latihan fisik (rehabilitasi medik).

Bila saraf leher kejepit Anda tidak merespons dengan hal tersebut di atas, dokter akan mempertimbangkan terapi saraf leher kejepit terkini yakni PECD.  

Teknologi PECD dan Radiofrekuensi Ablasi

Saat ini dengan perkembangan teknologi kedokteran semakin pesat. Begitu pula dengan penanganan saraf terjepit leher. Dahulu kondisi ini perlu tindakan operasi besar. Namun kini tidak lagi.

Teknologi ini adalah endoskopi leher atau Percutaneous Endoscopic Cervical Discectomy (PECD) dapat menjadi salah satu pilihan untuk membebaskan saraf leher agar tidak lagi terjepit oleh menonjolnya bantalan tulang.  

Keunggulan PECD hanya dengan sayatan sekitar 7 mm dan tidak merusak jaringan sekitarnya.

Selain itu ada teknologi radiofrekuensi ablasi (RFA) yang juga dapat membantu meredakan nyeri akibat syaraf leher kejepit.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Subscribe to our
Newsletter

***We Promise, no spam!

Lamina Pain and Spine Center merupakan One Stop Service untuk menangani nyeri dan masalah pada tulang belakang yang didukung oleh teknologi terkini

Operasional Klinik

Senin : 08.00 - 22.00
Selasa : 08.00 - 22.00
Rabu : 08.00 - 22.00
Kamis : 08.00 - 22.00
Jumat : 08.00 - 22.00
Sabtu : 08.00 - 22.00
Minggu : Tutup

©2020, Lamina Pain and Spine Center. Media All Rights Reserved.

PT Sejahtera Berkah Medika

    Daftar Online