preloader
Edit

Tentang Kita

Lamina Pain and Spine Center merupakan pusat pelayanan masalah nyeri dan tulang belakang di Jakarta yang mengkolaborasikan beberapa bidang ilmu kedokteran yakni kedokteran fisik dan rehabilitasi, bedah saraf dan anestesi.

Info Kontak

Saraf Kejepit Penyebab, Gejala dan Penanganan dengan Endoskopi

  • Home
  • -
  • Blog
  • -
  • Saraf Kejepit Penyebab, Gejala dan Penanganan dengan Endoskopi
 Saraf Kejepit Penyebab, Gejala dan Penanganan dengan Endoskopi

Saraf kejepit dapat terjadi saat bantalan atau cakram di antara tulang belakang keluar atau menonjol dari posisi semula. Penonjolan ini dapat menjepit struktur di tulang belakang yaitu salah satunya adalah saraf.

Saraf kejepit dalam bahasa medisnya adalah hernia nukleus pulposus atau HNP.

Tulang belakang atau vertebra merupakan struktur tulang yang memiliki kelengkungan alami dan lentur.  

Lengkungan alami ini tersusun dari 33 ruas tulang belakang. Tulang leher tersusun dari 7 vertebra servikal/leher (C1-C7). Pada bagian dada tersusun dari 12 vertebra torakalis (Th1-Th 12). Dan area punggung bawah atau pinggang tersusun dari 5 vertebra lumbalis (L1-L5). Bagian bawah terdapat 5 vertebra sakralis (S1-S5) dan vertebra koksigeus.

Antara tiap dua ruas vertebra terdapat bantalan (diskus) tulang rawan yang memiliki dua bagian. Yaitu annulus fibrosus (bagian luar yang keras seperti cincin) dan nukleus pulposus (bagian dalam atau inti bantalan sendi).

Diskus bertugas menjaga kelenturan gerakan tulang belakang dan sebagai penyerap kejutan atau shock absorber. Serta berperan dalam pertukaran cairan antara diskus dan pembuluh-pembuluh darah kapiler sekitarnya.

Seiring dengan proses bertambahnya usia, kandungan air diskus dapat berkurang dan menjadi lebih tipis

Apa Itu Saraf Kejepit dan Apa Penyebabnya?

Saraf kejepit biasanya dapat timbul dengan meningkatnya usia akibat adanya perubahan degeneratif sehingga gerakannya menjadi kurang lentur dan menipisnya nukleus pulposus.

Begitu pula annulus fibrosus juga mengalami perubahan terus menerus terutama saat beraktivitas sehingga suatu saat akan robek atau pecah.

Faktor utama adalah adanya cedera yang berulang pada bantalan tulang sehingga cincin pelindungnya menjadi robek.

Penyebabnya

  1. Proses perubahan yang terjadi seiring dengan proses penuaan (degeneratif). Perubahan degeneratif ini dapat menyebabkan kandungan air dalam diskus berkurang.
  2. Proses traumatik atau cedera atau jatuh baik akibat kecelakaan, maupun olahraga. Gerakan membungkuk, memutar tulang belakang secara berulang, mengangkat beban berat (dengan cara yang salah) dapat menekan atau memberikan beban abnormal dan berlebihan pula pada nukleus atau bantalan tulang.

Ketika tekanan atau beban ini terlalu berat dapat menyebabkan cincin annulus membengkak, retak, atau bahkan robek. Jika hal ini terjadi pada punggung bawah (pinggang/lumbar), menonjolnya bantalan tulang dapat mendorong akar saraf tulang belakang sehingga menimbulkan nyeri.

Mengenal Gejala Saraf Kejepit

Gejala saraf kejepit bergantung pada saraf mana yang mengalami jepitan.

Saraf kejepit dapat terjadi pada berbagai area tubuh dan kapan saja. Saraf kejepit tidak hanya menyebabkan nyeri lokal atau setempat namun cedera ini juga menyebabkan nyeri yang dapat menjalar ke area lain di tubuh sehingga dapat melumpuhkan akitivitas harian Anda.

Lokasinya pada:

  1. Leher, akibat pengapuran, taji tulang (bone spur), bantalan tulang menonjol, atau spinal stenosis (penyempitan) rongga tulang belakang.
  • C4-C5 menyebabkan nyeri bahu, lengan atas.
  • C5-C6 menyebabkan baal dan kesemutan, dan nyeri menjalar hingga ke sisi ibu jari tangan, dan melemahnya otot-otot.
  • C6-C7 menyebabkan baal, kesemutan, nyeri dari lengan atas hingga jari tengah.
  • C7-T1 menyebabkan gangguan fungsi menggenggam, baal dan kesemutan hingga jari kelingking.

2. Pergelangan tangan, akibat kompresi saraf median yang menimbulkan sindrom terowongan karpal (carpal tunnel syndrome/CTS). Menyebabkan gejala antara lain tangan terasa nyeri, kebas, kesemutan, baal yang terasa pada jari kelingking, jari manis dan jari tengah. Kadang tidak bisa menggenggam benda.

3. Siku, kompresi saraf ulnaris, menyebabkan cubital tunnel syndrome. Gejalanya dapat berupa kebas area siku, kesemutan jari kelingking dan jari manis, nyeri lengan bawah, dan kelemahan tangan.

4. Bahu yang menyebabkan nyeri pada tulang belikat, nyeri menyebar dari depan bahu hingga sisi lengan.

5. Bokong akibat jepitan pada saraf sciatica sehingga menyebabkan nyeri menjalar dari pinggang ke bagian belakang kaki atau bokong atau hingga ke jari ke-3 dan ke-4, belakang paha dan betis.

Gejala Lain

Nyeri dapat memburuk dengan duduk lama, dengan mati rasa, kesemutan atau kelemahan otot kaki. Biasanya terasa di salah satu sisi saja.

6. Punggung bawah atau pinggang, penyebab tersering adalah pengapuran, tumbuhnya taji tulang, HNP, dan stenosis tulang belakang.

Saraf kejepit paling sering mengenai tulang belakang area punggung bawah (pinggang/lumbar) terutama level L4-L5 (sehingga menimbulkan baal dan kesemutan hingga betis) dan L5-S1 (timbul nyeri sampai ke jari kaki). Daerah L5-S1 ini diperkirakan bertugas untuk menopang hingga 75% berat badan.

Baca juga : Tennis elbow

Karakteristik khas nyeri akibat saraf kejepit pinggang atau lumbar adalah timbulnya hanya pada satu sisi tubuh yang lambat laun nanti dapat terjadi pada kedua sisi bila Anda tidak segera melakukan penanganan yang tepat.

Berikut adalah beberapa karakteristik umum nyeri pada saraf terjepit lumbar atau pinggang:

  • Nyeri pada kaki, yang nyerinya melebihi nyeri nyeri punggung bawah atau pinggang. Nyeri menjalar hingga kaki atau bokong atau radikulopati.
  • Timbul nyeri seperti ada yang menusuk atau kesetrum listrik
  • Lokasi gejala yang bervariasi, seperti nyeri pada pinggang, bokong, depan atau belakang paha, betis, kaki dan atau jari kaki, dan biasanya hanya terasa pada satu sisi tubuh.
  • Gejala neurologis seperti mati rasa, kesemutan, kelemahan otot, dan/atau kesemutan dari kaki hingga ke jari.
  • Foot drop atau kesulitan mengangkat kaki saat berjalan atau berdiri.
  • Nyeri pinggang dengan kekakuan atau kejang otot.
  • Perburukan nyeri dengan gerakan, membungkuk, setelah berdiri atau duduk lama, berjalan dan tertawa, bersin, atau gerakan mendadak lainnya juga dapat memperparah rasa sakit.

Dokter Spesialis yang Dapat Menangani Saraf Kejepit

Beberapa spesialisasi yang mencakup dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis saraf, dokter spesialis bedah saraf, dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi medik, dan dokter spesialis anestesi serta dokter spesialis ortopedi dapat menjadi sebuah tim dokter yang menangani kondisi saraf kejepit Anda.

Dokter spesialis bedah saraf dapat menjadi salah satu andalan untuk mengatasi atau menangani saraf kejepit mengingat kondisi ini secara umum karena penonjolan bantalan sendi tulang belakang, tulang belakang yang bergeser dari posisi seharusnya, tumor atau cairan yang menekan saraf tulang belakang.  

Bila dokter sudah memastikan diagnosis saraf kejepit dengan hasil pemeriksaan fisik dan hasil pemeriksaan radiologis seperti MRI, dan saat obat-obatan tertentu dan terapi latihan fisik tidak memberikan hasil optimal, maka dokter spesialis bedah saraf (SpBS) akan merekomendasikan tindakan untuk mengatasinya.

Dokter spesialis anestesi terutama mengadopsi teknologi intervensi untuk membantu mengatasi nyeri dengan berbagai teknik yang salah satunya adalah nerve block baik injeksi maupun radiofrekuensi ablasi.

Begitu pula dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi medik (SpKFR) juga akan menyusunkan program latihan fisik yang sesuai kebutuhan dan kondisi pasien masing-masing atau sesuai dengan hasil pemeriksaan fisik dan radiologis.

Dokter ini dapat membantu mempercepat pemulihan, fungsi atau kerja otot dan jaringan pasca tindakan agar pasien menjadi mandiri dan dapat kembali beraktivitas.

Terapi Syaraf Kejepit?

Pada awalnya, dokter yang mengkhususkan dalam penanganan saraf kejepit atau dokter spesialis bedah saraf akan memberikan obat antinyeri bila nyeri terasa sangat mengganggu.

Pemberian obat ini dengan latihan fisik atau program fisioterapi atau edukasi gerakan sehingga Anda bisa melakukannya dengan mudah dan dapat membantu Anda mengatasi nyeri.

Atau juga dengan menggunakan beberapa modalitas rehabilitasi medik seperti Microwave diathermy (MWD), Transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS) dan lainnya.

Bila kondisi ini semakin memburuk hingga tidak lagi dapat beraktivitas harian, maka dokter akan merekomendasikan tindakan lain untuk mengatasi saraf kejepit.

Penanganan saraf kejepit dulu dan kini berbeda. Dulu dokter menanganinya dengan operasi bedah yang memiliki risiko lebih besar karena harus memotong beberapa jaringan, begitu pula dengan luka sayatan lebih lebar sehingga pemulihannya jauh lebih lama.

Namun sekarang seiring dengan makin majunya teknologi kedokteran, penanganan saraf kejepit kini sudah bisa dengan teknologi endoskopi tulang belakang.

Endoskopi tulang belakang terdiri dari Percutaneous Endoscopic Lumbar Discectomy (PELD) untuk saraf kejepit lumbar dan Percutaneous Endoscopic Cervical Discectomy (PECD) untuk saraf kejepit leher atau servikal.

Dokter yang memiliki spesialisasi penanganan saraf kejepit akan melakukan pemeriksaan yang komprehensif dan mencakup pemerikaan fisik dengan menanyakan riwayat penyakit/cedera sebelumnya. Agar diagnosis saraf kejepit lebih akurat, dokter spesialis saraf kejepit ini akan melihat hasil pemeriksaan radiologis, seperti CT-scan atau MRI, sehingga dokter dapat membuat rencana penanganannya sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.

Saraf Kejepit Bolehkah Pijat?

Jawabannya adalah tergantung penyebabnya.

Nyeri yang timbul akibat saraf kejepit, penyebabnya banyak faktor dan beberapanya dapat pulih dengan pijat, namun lainnya belum tentu. Penyebabnya bisa otot atau bantalan sendi yang menonjol.

Jika penyebab saraf terjepit Anda adalah ketegangan otot, maka pijat ringan dapat membantu mempercepat proses penyembuhan.

Namun tidak semua nyeri pinggang atau low back pain bisa reda dengn pijat. Terlebih jika penyebabnya saraf kejepit, kemungkinan pijat tradisional dapat berisiko memperburuk kondisi yang ada.

Terapi pijat tidak dapat menyembuhkan bantalan tulang yang menonjol yang sudah telanjur menjepit saraf karena penyebab hal ini adalah faktor mekanik akibat pergerakan tulang belakang yang terus menerus.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Subscribe to our
Newsletter

***We Promise, no spam!

Lamina Pain and Spine Center merupakan One Stop Service untuk menangani nyeri dan masalah pada tulang belakang yang didukung oleh teknologi terkini

Operasional Klinik

Senin : 08.00 - 22.00
Selasa : 08.00 - 22.00
Rabu : 08.00 - 22.00
Kamis : 08.00 - 22.00
Jumat : 08.00 - 22.00
Sabtu : 08.00 - 22.00
Minggu : Tutup

©2020, Lamina Pain and Spine Center. Media All Rights Reserved.

PT Sejahtera Berkah Medika

    Daftar Online

    Daftar Online