Kira-kira kamu tahu nggak sih apa penyebab logam berat yang menumpuk dalam tubuh? Sebelum menjelaskan lebih lanjut, logam berat itu sendiri merupakan elemen alami yang ada di bumi dan biasanya diolah untuk kebutuhan industri, pertanian ataupun obat-obatan. Tubuh kita ini bisa sakit bukan hanya karena menghirup udara yang tercemar, namun ternyata bisa dari makanan yang tercemar logam berat, mengandung bahan pengawet dan lainnya.
Daftar isi [tutup]
- Mengapa Logam Berat Berbahaya Bagi Tubuh?
- Gejala yang Muncul Akibat Keracunan Logam Berat
- Solusi Tepat dengan Terapi Kelasi
- FAQ: Pertanyaan Seputar Penyebab Logam Berat Dalam Tubuh Dan Bahayanya
- Apa saja sumber logam berat yang bisa masuk ke dalam tubuh?
- Apa bahaya logam berat bagi kesehatan?
- Bagaimana cara mendeteksi keracunan logam berat?
- Apakah keracunan logam berat bisa diobati?
- Bagaimana cara mencegah paparan logam berat?
Mengapa Logam Berat Berbahaya Bagi Tubuh?

Tubuh bisa menyerap logam berat yang berasal dari makanan. Sumbernya yaitu dari sayuran, buah-buahan dari lingkungan yang telah tercemar logam berat ataupun daging dari ternak yang memakan rumput yang juga tercemar. Hal inilah yang bisa menyebabkan penumpukan logam berat dalam tubuh.
Mengutip laman Kompas.com, akhir-akhir ini ada peningkatan jumlah kasus keracunan logam berat yang berasal dari bahan pangan. Hal ini terjadi karena adanya kaitan erat antara pencemaran logam berat terhadap lingkungan alam. Pencemaran lingkungan tersebut terjadi salah satunya yakni akibat kelalaian industri yang tidak memperhatikan keselamatan dan keamanan lingkungan, terutama saat proses pembuangan limbah.
Ketika jaringan tubuh menyerap terlalu banyak jenis metal tertentu, maka bisa menimbulkan risiko keracunan logam berat. Keracunan paling sering terjadi karena efek dari kadmium, arsenik, merkuri dan timbal. Kondisi ini dapat mempengaruhi tubuh karena bisa menyebabkan berbagai penyakit kronis yang berbahaya.
Gejala yang Muncul Akibat Keracunan Logam Berat
Biasanya, gejala yang dirasakan seseorang karena keracunan logam berat bervariasi tergantung pada bahan pemicunya. Berikut gejala yang harus kamu waspadai:
- Mual dan muntah
- Diare atau buang air besar terus menerus
- Sesak napas
- Demam dan menggigil
- Tubuh lemas
- Muncul sensasi kebas pada tubuh, terutama tangan dan kaki
Setiap orang rentan mengalami keracunan logam berat. Terutama pada anak-anak yang lebih berisiko keracunan timbal. Misalnya, memasukkan jarinya ke mulut setelah menyentuh dinding bercat dengan bahan timbal. Hal ini bisa membuat anak tersebut terkena paparan logam berat dan dalam jangka panjang bisa menyebabkan kerusakan otak. Pada wanita yang tengah hamil, keracunan logam berat dapat menyebabkan keguguran ataupun persalinan prematur.
Solusi Tepat dengan Terapi Kelasi
Untuk kasus keracunan yang masih ringan, hentikan sementara pekerjaan atau konsumsi makanan dan minuman yang sekiranya terdapat kontaminasi logam berat.
Sementara, pada kasus yang lebih parah, penanganannya bisa berupa terapi kelasi (chelation therapy). Terapi ini bekerja dengan cara pemberian obat melalui pembuluh darah yang bertujuan untuk mengurangi timbunan logam berat dalam tubuh.
Cara kerja obat dari terapi kelasi ini adalah mengikat logam berat dan membantu mengeluarkannya dari tubuh. Prosedur ini telah lama digunakan dalam bidang toksikologi klinis, namun tetap harus melalui pengawasan dokter ahli agar meminimalisir risiko.
Manfaat terapi kelasi bagi tubuh, yaitu:
- Menghilangkan racun-racun logam berat dan perkapuran dalam tubuh
- Menahan timbunan karat
- Melebarkan pembuluh darah yang menyempit sehingga aliran darah lebih lancar
- Menyehatkan dan membuat tubuh lebih segar
Anda bisa melakukan terapi kelasi di Klinik Lamina Wellness. Lamina Wellness merupakan layanan terbaru di Lamina Pain and Spine Center untuk membantu mencegah penyakit, mendukung kesehatan yang optimal, dan mempertahankan kualitas hidup yang seimbang.
Untuk berkonsultasi, Anda bisa menghubungi Lamina Wellness di nomor 021-7919-6999
atau chat kami via whatsapp di 0811-1443-599.
Yuk, tetap hidup dengan sehat dan seimbang bersama Lamina Wellness!
Baca juga: Memahami Pentingnya Wellness dan Manfaatnya Bagi Kesehatan Anda
FAQ: Pertanyaan Seputar Penyebab Logam Berat Dalam Tubuh Dan Bahayanya
Apa saja sumber logam berat yang bisa masuk ke dalam tubuh?
Logam berat dapat masuk ke dalam tubuh melalui berbagai sumber, seperti makanan yang tercemar (sayuran, buah-buahan, atau daging dari hewan ternak yang terpapar logam berat), udara yang tercemar, atau paparan langsung dari lingkungan yang terkontaminasi. Pencemaran lingkungan, terutama dari limbah industri, juga menjadi penyebab utama penumpukan logam berat dalam tubuh.
Apa bahaya logam berat bagi kesehatan?
Logam berat seperti kadmium, arsenik, merkuri, dan timbal dapat menyebabkan keracunan yang berdampak serius pada kesehatan. Gejalanya meliputi mual, muntah, diare, sesak napas, demam, lemas, dan sensasi kebas pada tangan atau kaki. Dalam jangka panjang, paparan logam berat dapat memicu penyakit kronis, kerusakan otak, atau bahkan keguguran pada ibu hamil.
Bagaimana cara mendeteksi keracunan logam berat?
Keracunan logam berat dapat dideteksi melalui pemeriksaan medis, seperti tes darah atau urine, untuk mengidentifikasi kadar logam berat dalam tubuh. Jika Anda mengalami gejala seperti mual, lemas, atau kebas yang tidak biasa, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.
Apakah keracunan logam berat bisa diobati?
Ya, keracunan logam berat dapat diobati tergantung pada tingkat keparahannya. Untuk kasus ringan, menghindari sumber paparan logam berat adalah langkah pertama. Sedangkan untuk kasus yang lebih parah, terapi kelasi (chelation therapy) dapat dilakukan. Terapi ini menggunakan obat khusus yang mengikat logam berat dan membantu mengeluarkannya dari tubuh melalui pembuluh darah.
Bagaimana cara mencegah paparan logam berat?
Untuk mencegah paparan logam berat, pastikan makanan yang dikonsumsi berasal dari sumber yang aman dan bebas kontaminasi. Hindari lingkungan yang tercemar limbah industri, dan selalu cuci bersih sayuran serta buah-buahan sebelum dikonsumsi. Selain itu, hindari penggunaan produk yang mengandung bahan kimia berbahaya, seperti cat berbasis timbal, terutama di sekitar anak-anak.