Penyebab Leher Belakang Kaku dan Sakit

penyebab leher belakang kaku dan

Penyebab leher belakang kaku dan sakit cukup beragam. Bisa akibat posisi tidur yang salah, bekerja seharian dengan postur tubuh yang kurang baik atau tidak memerhatikan segi ergonomis, cedera saat olahraga hingga masalah pada tulang belakang.

Mungkin Anda lupa sudah berapa lama menatap layar komputer atau handphone dengan posisi yang menunduk. Ini juga bisa menjadi salah satu penyebab leher belakang kaku dan sakit.

Masalah pada tulang leher sendiri juga banyak, misalnya spondylosis servikal, atau adanya saraf leher terjepit. Akibat proses menua, bisa membuat tulang belakang mengalami perubahan atau cenderung melemah. Namun ada juga beberapa penyakit yang bisa menyebabkan leher belakang kaku dan sakit, contohnya meningitis.

Biasanya, leher yang kaku dan sakit bukan kondisi serius dan dapat sembuh dalam beberapa hari.

Sakit atau nyeri pada leher bisa menandakan area ini telah digunakan secara berlebihan. Namun, ada kasus sakit leher yang mungkin menjadi pertanda adanya cedera serius atau penyakit tertentu yang memerlukan penanganan medis lebih lanjut.

Rasa sakit pada leher sebenarnya dapat pulih dengan sendirinya dalam hitungan waktu 1-2 minggu. Namun jangan menunggu begitu lama. Bila Anda merasa tak nyaman atau curiga penyebab leher belakang kaku dan sakit setelah Anda jatuh, misalnya, segera periksakan diri.

Penyebab Leher Belakang Kaku dan Sakit

Anda perlu waspada bila leher belakang tidak hanya terasa kaku dan sakit namun ada gejala lain yang menyertainya.

Nyeri menjalar hingga kepala, bahu, lengan dan jari-jari, dengan adanya kebas, kesemutan dan baal bisa jadi hal ini disebabkan oleh saraf pada tulang belakang.

Baca Juga:  5 Obat Nyeri Pinggang Alami yang Patut Dicoba

Bila berkepanjangan nyerinya, penyebabnya kemungkinan adanya masalah pada sendi atau bantalannya. Yang mungkin diakibatkan tulang belakang menipis.

Untuk itu Anda perlu mengenali apa saja penyebab leher belakang kaku dan sakit, berikut ini:

  • Peradangan pada tulang leher atau spondylosis servikal akibat adanya proses degenerasi tulang leher.
  • Menonjolnya bantalan tulang leher atau saraf terjepit leher.
  • Menyempitnya foramen atau celah tempat keluarnya akar-akar saraf (istilah medisnya adalah stenosis spinal). Ketika foramen ini menyempit maka akar saraf akan tertekan/terjepit.
  • Cedera whiplash atau cedera pada leher akibat kecelakaan kendaraan bermotor atau olahraga, jatuh dari ketinggian, pukulan langsung. Cedera ini akibat perubahan kepala secara mendadak ke satu arah.
  • Meningitis, atau peradangan selaput pelindung otak dan sumsum tulang belakang.
  • Tekanan darah yang meninggi atau hipertensi juga bisa memicu leher terasa kaku.
  • Ketegangan otot

Atasi dengan Konsultasi

Bila nyeri berkepanjangan dan ada gejala penyerta lainnya, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter.

Dokter akan memberikan penanganan yang sesuai hasil pemeriksaan fisik dan neurologis. Bila perlu akan meminta Anda untuk melakukan pemeriksaan penunjang radiologis, seperti MRI.

Untuk mengatasi nyerinya, kemungkinan dokter akan menyarankan beberapa langkah berikut ini:

Saat Anda bekerja, luangkan waktu untuk beristirahat sambil melakukan peregangan ringan. Jangan terlalu lama duduk dalam posisi membungkuk karena dapat membebani persendian terutama sendi leher.

Hindari membunyikan sendi leher karena kemungkinan dapat mengganggu saraf, tulang, pembuluh darah yang ada pada bagian leher. 

Jangan lupa perbaiki postur tubuh saat berjalan, berdiri, duduk, dan tidur serta saat mengangkat benda berat dari lantai. Memang postur tubuh ini kerap dianggap sepele. Padahal postur tubuh yang terjada pada melindungi sendi Anda dari kemungkinan alami cedera atau nyeri.

Baca Juga:  Saraf Leher Kejepit: Ciri dan Bahayanya

Saat tidur, pilih bantal tidur yang tepat. Hindari menggunakan bantal tidur yang terlalu tebal atau tinggi.

Solusi Terkini

Bila dari hasil radiologis menunjukkan penyebab leher belakang kaku dan sakit Anda ternyata saraf terjepit maka dokter kemungkinan akan menyarankan tindakan endoskopi servikal atau Percutaneous Endoscopic Cervical Discectomy (PECD).

Teknologi ini akan dapat membebaskan saraf leher yang kejepit akibat menonjolnya bantalan tulang leher.

Pilihan lainnya untuk mengatasi nyerinya, kini ada radiofrekuensi ablasi (RFA) untuk memblok saraf agar tidak memberikan sinyal nyeri ke otak.

Selain itu, bila ternyata Anda mengalami stenosis spinal, salah satu solusi yang mungkin disarankan dokter adalah laser PLDD atau Percutaneous Laser Disc Decompression yang dilakukan tanpa rawat inap dan Anda pun bisa kembali beraktivitas.

Share via:
Artikel Terkait
Promo Terbaru
Artikel Populer
Topik Populer