Kenali Penyebab Nyeri Bokong dan Cara Menanganinya

penyebab nyeri bokong

Penyebab nyeri bokong bisa bervariasi dan terjadi pada sepanjang jalur saraf panggul. Saraf pada bagian panggul merupakan bagian terpanjang pada tubuh yang letaknya berada pada tulang panggul, bokong hingga bagian tungkai. Nyeri bokong umumnya terjadi pada bagian belakang hingga area kaki. 

Melansir Web MD (2021), nyeri bokong salah satunya terjadi karena saraf terjepit atau adanya gangguan lain yang menekan saraf bagian panggul. Tingkat keparahan pada nyeri yang terjadi bervariasi, mulai dari ringan hingga berat. Meskipun terkadang keluhan ini bisa sembuh sendiri dalam beberapa minggu, namun pada kondisi tertentu nyeri yang terjadi perlu tindakan lebih lanjut seperti operasi. Terutama kondisi yang berhubungan dengan gangguan pada usus ataupun kandung kemih. 

Nyeri bokong biasanya akan semakin meningkat saat penderitanya terlalu lama duduk, mengalami batuk, hingga bersin. Selain itu terdapat beberapa gejala lain yang bisa menyertai terjadinya nyeri pada bokong, seperti: 

  1. Kesemutan yang menyebar hingga bagian punggung kaki, 
  2. Lemahnya otot tungkai dan juga kaki, 
  3. Terjadinya mati rasa dan juga kebas. 

Penyebab Nyeri Bokong 

Nyeri bokong terjadi karena saraf pada bagian tulang panggul mengalami tekanan. Kondisi ini umumnya terjadi karena piringan pada bagian sendi bergeser dari posisinya, saraf terjepit, atau akibat pertumbuhan taji pada bagian tulang belakang. 

Melansir Healthline (2021), ada sejumlah kondisi yang memicu terjadinya nyeri pada bagian bokong, seperti: 

  1. Kebiasaan duduk dalam waktu lama, 
  2. Penyakit diabetes, 
  3. Melakukan pekerjaan berat yang meningkatkan tekanan pada bagiaan tulang, 
  4. Kegemukan atau obesitas, 
  5. Pertambahan usia. 

Cara Menangani Nyeri Bokong 

Umumnya nyeri pada bagian bokong bisa sembuh dengan sendirinya sekitar 6 minggu (untuk kondisi yang ringan). Penanganan di rumah bisa pasien lakukan dengan cara mengompresnya dengan air hangat secara rutin, dan mengonsumsi obat pereda nyeri. 

Baca Juga:  Hati-hati, Begini Efek Saraf Kejepit Jika Dibiarkan dan Tidak Segera Ditangani!

Penderita juga sebaiknya mengurangi melakukan aktivitas fisik yang berat untuk mempercepat proses penyembuhan. Jika gejala nyeri tidak kunjung reda, maka sebaiknya periksakan diri ke dokter. Dokter akan memberikan beberapa pengobatan, seperti: 

  1. Pemberian obat seperti anti-inflamasi penenang otot, anti-kejang, dan juga anti-depresan, 
  2. Suntikan steroid yang bermanfaat untuk meredakan nyeri dan juga peradangan yang terjadi pada bagian saraf yang mengalami gangguan. Namun tindakan ini biasanya minim dilakukan untuk menurunkan risiko timbulnya penyakit lain. 
  3. Tindakan operasi. Kondisi ini biasanya saat pasien mengalami inkontinensia pada urin dan juga tinja, serta menjadi lemah setelah menjalani pengobatan. Maka tindakan operasi biasanya akan dokter ambil. Tindakan operasi bertujuan untuk melakukan pengecekan pada tulang belakang dan juga kemungkinan munculnya penyakit lain. 

Selain rehabilitasi fisik secara teratur, pasien juga perlu mengkombinasikannya dengan pola hidup yang sehat. Seperti, berolahraga secara teratur, melakukan peregangan sebelum dan sesudah latihan, mengurangi kebiasaan mengangkat beban berat, serta menggunakan penopang bahu dan menjaga tulang belakang agar tetap lurus. 

Untuk kamu yang memiliki keluhan saraf kejepit pada tulang belakang sebaiknya segera melakukan konsultasi dengan dokter. Konsultasi lebih awal bisa meminimalisir terjadinya komplikasi penyakit lain. Kamu juga bisa melakukan konsultasi dengan dokter di Klinik Lamina Pain and Spine Center. 

Share via:
Artikel Terkait
Promo Terbaru
Artikel Populer
Topik Populer