Gejala Skoliosis Sebabkan Nyeri Punggung? Ini Penjelasan Dokter

Gejala Skoliosis Sebabkan Nyeri Punggung Ini Penjelasan Dokter - Lamina Pain and Spine Center

Skoliosis adalah kondisi medis yang ditandai dengan kelengkungan tulang belakang yang tidak normal. Kelengkungan ini biasanya berbentuk huruf “S” atau “C”. Kondisi ini dapat terjadi pada anak-anak, remaja, maupun orang dewasa, tetapi paling sering ditemukan pada masa pertumbuhan sebelum pubertas. 

Gejala Skoliosis

Menurut dr. Faisal, M. Ked ( Neurosurg ), Sp. Bs, FINPS, FINSS, dokter spesialis bedah saraf di Klinik Lamina, pada kasus yang ringan biasanya skoliosis tidak menimbulkan gejala. Namun, ada ciri-ciri umum skoliosis yang bisa diperhatikan, misalnya:

  1. Kelengkungan tulang belakang yang terlihat, seperti punggung mungkin tampak melengkung ke satu sisi saat berdiri lurus.
  2. Satu bahu atau pinggul mungkin terlihat lebih tinggi daripada yang lain. Kondisi ini sering menjadi tanda pertama yang diperhatikan oleh orang tua atau dokter.
  3. Satu sisi pinggang mungkin tampak lebih tinggi atau lebih menonjol.
  4. Postur tubuh tampak miring atau tidak seimbang, terutama saat berdiri atau berjalan.
  5. Meskipun tidak selalu terjadi, beberapa orang dengan skoliosis mungkin mengalami nyeri punggung, terutama jika kelengkungan cukup parah.
  6. Karena ketegangan yang tidak merata pada otot punggung, penderita skoliosis bisa merasakan kelelahan otot lebih cepat.

Penyebab Skoliosis

Sebagian besar kasus skoliosis bersifat idiopatik, yang berarti penyebab pastinya tidak diketahui. Namun, ada beberapa faktor yang dapat berkontribusi, termasuk:

  • Faktor genetik atau ada keluarga yang memiliki riwayat skoliosis dapat meningkatkan risiko.
  • Penyakit seperti cerebral palsy atau distrofi otot dapat menyebabkan skoliosis.
  • Kelainan pada tulang belakang yang terjadi saat lahir
  • Cedera atau infeksi yang mempengaruhi tulang belakang 

Penanganan Skoliosis

Lamina Pain and Spine Center

Photo by Lamina Pain and Spine Center

Penanganan skoliosis tergantung pada tingkat keparahan kelengkungan dan usia penderita. Beberapa cara untuk mengatasi skoliosis secara umum mencakup:

  1. Pada kasus skoliosis ringan, dokter mungkin hanya akan memantau perkembangan kelengkungan dengan pemeriksaan rutin dan sinar-X. Ini biasanya dilakukan pada anak-anak dan remaja yang masih dalam masa pertumbuhan.
  2. Jika skoliosis didiagnosis pada tahap awal dan kelengkungannya sedang, penggunaan penjepit dapat membantu mencegah perkembangan lebih lanjut. Penjepit ini harus dipakai sesuai petunjuk dokter, biasanya selama beberapa jam setiap hari.
  3. Fisioterapi dapat membantu memperbaiki postur dan mengurangi nyeri. Terapi ini sering digunakan sebagai bagian dari program rehabilitasi yang lebih luas.
  4. Untuk skoliosis yang menyebabkan nyeri, dokter mungkin akan meresepkan obat pereda nyeri atau terapi lainnya untuk mengatasi gejala.
  5. Pada kasus skoliosis yang parah atau progresif, operasi mungkin diperlukan. Prosedur yang umum adalah fusi tulang belakang, dimana tulang belakang yang melengkung disatukan untuk mencegah kelengkungan lebih lanjut.
Baca Juga:  Osteofit Adalah Penyebab Masalah pada Tulang dan Nyeri

Cara Mencegah Skoliosis

Tidak ada cara pasti untuk mencegah skoliosis, terutama karena banyak kasus yang idiopatik. Namun, deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat membantu mencegah komplikasi lebih lanjut. Dengan pemantauan dan perawatan yang tepat, banyak penderita skoliosis dapat menjalani kehidupan yang normal dan aktif.

Skoliosis adalah kondisi medis yang membutuhkan perhatian khusus untuk mencegah komplikasi serius. Mengenali gejala sejak dini dan memahami berbagai opsi penanganan dapat membantu penderita menjalani hidup dengan kualitas yang baik. Jika Anda atau anggota keluarga menunjukkan tanda-tanda skoliosis, segeralah berkonsultasi dengan dokter spesialis kami di Klinik Lamina. 

Dokter akan memberikan diagnosis dan jenis perawatan yang sesuai dengan kondisi skoliosis Anda. Untuk informasi lebih lanjut dan membuat janji konsultasi, silakan chat kami melalui nomor whatsapp 0811-1443-599.

Referensi Penulisan:

Pertanyaan seputar gejala skliosis

1. Apakah skoliosis bisa menyebabkan nyeri punggung?

Ya, skoliosis dapat menyebabkan nyeri punggung, terutama jika kelengkungan tulang belakang cukup parah. Ketegangan yang tidak merata pada otot punggung akibat kelengkungan tulang belakang dapat memicu rasa sakit. Pada kasus yang lebih serius, nyeri punggung bisa menjadi kronis dan sering kambuh. Selain itu, skoliosis yang tidak ditangani dengan tepat juga dapat menyebabkan komplikasi seperti kelainan bentuk punggung dan cedera pada organ di sekitarnya, seperti jantung dan paru-paru.

2. Apakah skoliosis bisa memicu nyeri punggung bawah?

Pada orang dewasa, skoliosis dapat menyebabkan gejala seperti nyeri punggung bawah dan kekakuan. Hal ini terjadi karena kelengkungan tulang belakang yang abnormal menekan saraf dan otot di sekitarnya. Selain nyeri punggung bawah, penderita juga mungkin mengalami mati rasa, kram, atau nyeri tajam di kaki akibat saraf yang terjepit.

Baca Juga:  Pantangan Makanan Saraf Terjepit: Leher, Pinggang, dan Punggung

3. Bisakah skoliosis menyebabkan saraf terjepit?

Ya, skoliosis parah (dengan sudut kelengkungan lebih dari 90 derajat) dapat menyebabkan saraf terjepit. Tulang belakang yang seharusnya lurus tetapi melengkung secara signifikan dapat menekan saraf di sekitarnya. Kondisi ini dapat menimbulkan gejala seperti nyeri, mati rasa, atau kelemahan pada bagian tubuh yang dipengaruhi oleh saraf tersebut.

4. Apa saja efek samping atau dampak dari skoliosis?

Skoliosis dapat menimbulkan berbagai efek samping, tergantung pada tingkat keparahannya. Beberapa dampak yang mungkin terjadi antara lain:

Dampak psikologis: Perubahan bentuk tubuh dapat memengaruhi kepercayaan diri penderita.

Sesak napas: Pada kasus skoliosis berat, kelengkungan tulang belakang dapat menghambat perkembangan paru-paru.

Nyeri punggung: Ketegangan otot dan tekanan pada tulang belakang dapat menyebabkan nyeri kronis.

Gangguan jantung: Pada kasus yang parah, kelengkungan tulang belakang dapat memengaruhi fungsi jantung.

5. Apa saja gejala yang dirasakan oleh penderita skoliosis?

Gejala skoliosis bervariasi tergantung pada tingkat keparahan kondisi. Beberapa gejala yang umum dirasakan meliputi:

Perubahan postur tubuh, seperti bahu atau pinggul yang tidak sejajar.

Nyeri punggung, terutama jika kelengkungan tulang belakang cukup parah.

Kesulitan bernapas akibat tekanan pada paru-paru.

Kelelahan otot karena ketegangan yang tidak merata pada otot punggung.

***

Featured photo by EyeEm from Freepik

Share via:
Facebook
Threads
WhatsApp
Artikel Terkait
Artikel Populer
Topik Populer