Cedera saraf tulang belakang atau spinal cord injury (SCI) merupakan kerusakan pada sumsum tulang belakang atau saraf yang berada pada bagian tulang belakang.
Saraf tulang belakang berfungsi sebagai menyampaikan pesan antara otak dan seluruh bagian tubuh. Karena fungsinya jika alami cedera saraf tulang belakang, maka dapat mengakibatkan gangguan saraf dan fungsi organ.
Melansir dari laman WHO, setiap tahun di seluruh dunia antara 250.000-500.000 orang menderita cedera tulang belakang (SCI). Orang dengan cedera tulang belakang, dua sampai lima kali lebih mungkin meninggal sebelum waktunya. Kondisi ini, dibandingkan orang tanpa cedera tulang dengan tingkat kelangsungan hidup yang lebih buruk di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.
Baca Juga: Hal Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Saraf Tulang Belakang
Daftar isi
- Penyebab Terjadinya Cedera saraf Tulang Belakang
- Gejala yang Mungkin Terjadi
- Dampak yang Terjadi Pada Tubuh
- Penanganan Cedera Saraf Tulang Belakang
- Pertanyaan Seputar Cedera Saraf Tulang Belakang: Penyebab, Gejala, dan Penanganan
- Apakah cedera saraf tulang belakang bisa sembuh?
- Apa saja penyebab cedera saraf tulang belakang?
- Apa dampak yang terjadi jika saraf tulang belakang mengalami cedera?
- Apakah saraf kejepit pada tulang belakang bisa sembuh?
- Apa saja ciri-ciri saraf tulang belakang yang rusak?
Penyebab Terjadinya Cedera saraf Tulang Belakang
Penyebab dari SCI bisa karena cedera langsung, misalnya trauma akibat kecelakaan, peristiwa kekerasan yang dapat merusak struktur tulang belakang. Sementara akibat cedera tidak langsung, yaitu adanya penyakit pada tulang, jaringan, atau pembuluh darah sekitar saraf tulang belakang.
Berikut adalah beberapa cotoh kecelakaan atau kekerasan yang bisa menjadi penyebab cedera saraf tulang belakang antara lain:
- Jatuh dari ketinggian
- Kecelakaan kendaraan bermotor atau mobil yang menyebabkan benturan pada wajah, leher, punggung, atau dada
- Cedera kepala atau tulang belakang ketika olahraga
- Luka tusuk atau tembak yang mengenai tulang belakang
- Memutar tubuh bagian tengah terlalu kuat
- Tersengat listrik
Gejala yang Mungkin Terjadi
- Mati rasa atau kesemutan
- Kesulitan mengontrol buang air besar atau kencing
- Sulit berjalan
- Kesulitan bernapas karena lemahnya otot perut, diafragma, dan interkostal (tulang rusuk)
- Hilangnya kemampuan menggerakkan kaki atau lengan (lumpuh)
- Sakit kepala
- Pingsan
- Nyeri, kekakuan, atau tekanan leher, punggung, dan anggota gerak tubuh
Gejala yang muncul bergantung pada lokasi saraf tulang belakang mana yang terkena.
Dampak yang Terjadi Pada Tubuh
Spinal cord injury merupakan salah satu jenis cedera fisik yang sangat serius dan dampaknya bersifat jangka panjang. Misalnya saja, informasi dari otak ke seluruh bagian tubuh atau sebaliknya akan alami gangguan. Hal ini kemudia bisa menyebabkan penurunan kemampuan tubuh dalam bergerak (motorik) dan merasa (sensorik), baik sebagian maupun seluruh anggota tubuh.
Dampak dari SCI ini bergantung pada tingkat kerusakan yang terjadi. Jika bersifat ringan, mungkin gangguan saraf sensorik dan motorik belum terjadi. Namun jika bersifat berat, dapat menyebabkankerusakan saraf yang membuat kelemahan, mati rasa, hingga kelumpuhan pada bagian tubuh tertentu.
Sebagai contoh, bila cedera mengenai bagian atas leher, pasien bisa mengalami susah untuk bernapas karena memengaruhi otot-otot pernapasan.
Penanganan Cedera Saraf Tulang Belakang
Segera dapatkan pertolongan medis dan dapatkan perawatan secepat mungkin dari dokter spesialis saraf. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko komplikasi jangka panjang dan membantu meminimalkan risiko kematian.
Namun, yang perlu diperhatikan saat mengalami kecelakaan di jalan, jangan memindahkan orang tersebut, termasuk mengatur posisi kepala karena akan menyebabkan komplikasi seius. Jaga agar posisi badan tetap diam, sambil menunggu tim medis datang.
Pertanyaan Seputar Cedera Saraf Tulang Belakang: Penyebab, Gejala, dan Penanganan
Apakah cedera saraf tulang belakang bisa sembuh?
Kemungkinan sembuh dari cedera saraf tulang belakang tergantung pada tingkat keparahan dan lokasi cederanya. Pada kasus ringan, pemulihan total mungkin terjadi. Namun, pada kasus yang lebih parah, cedera dapat menyebabkan kelumpuhan atau gangguan fungsi tubuh permanen. Penanganan medis seperti terapi fisik, obat-obatan, atau operasi dapat membantu pemulihan, tetapi hasilnya bervariasi tergantung kondisi pasien.
Apa saja penyebab cedera saraf tulang belakang?
Cedera saraf tulang belakang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti trauma akibat kecelakaan (jatuh dari ketinggian, kecelakaan kendaraan, atau cedera olahraga), kekerasan fisik (luka tusuk atau tembak), atau kondisi medis seperti infeksi, tumor, atau kelainan bawaan. Selain itu, penyakit pada tulang atau jaringan sekitar tulang belakang juga dapat memicu cedera ini.
Apa dampak yang terjadi jika saraf tulang belakang mengalami cedera?
Cedera saraf tulang belakang dapat mengganggu fungsi tubuh, seperti hilangnya kemampuan bergerak (motorik) atau merasakan sensasi (sensorik). Gejala yang muncul bisa berupa mati rasa, kesemutan, kesulitan berjalan, hingga kelumpuhan. Pada kasus yang parah, cedera di bagian leher dapat memengaruhi otot pernapasan, menyebabkan kesulitan bernapas.
Apakah saraf kejepit pada tulang belakang bisa sembuh?
Ya, saraf kejepit pada tulang belakang bisa sembuh, terutama jika kondisinya ringan. Pemulihan dapat terjadi dalam beberapa hari dengan istirahat dan perawatan yang tepat. Namun, pada kasus yang lebih serius, diperlukan penanganan medis seperti terapi fisik atau operasi untuk mencegah komplikasi jangka panjang. Ya, saraf kejepit pada tulang belakang bisa sembuh, terutama jika kondisinya ringan. Pemulihan dapat terjadi dalam beberapa hari dengan istirahat dan perawatan yang tepat. Namun, pada kasus yang lebih serius, diperlukan penanganan medis seperti terapi fisik atau operasi untuk mencegah komplikasi jangka panjang.
Apa saja ciri-ciri saraf tulang belakang yang rusak?
Ciri-ciri kerusakan saraf tulang belakang meliputi mati rasa, kesemutan, atau kebas pada area tertentu, kesulitan bergerak, nyeri yang menjalar ke kaki, kehilangan keseimbangan, dan gangguan kontrol buang air kecil atau besar. Gejala ini dapat bervariasi tergantung pada lokasi dan tingkat keparahan cedera.