8 Penyebab Saraf Kejepit yang Sebaiknya Diwaspadai

penyebab saraf kejepit

Apakah Anda sering merasakan nyeri menusuk dan menjalar di bagian pinggang? Kondisi ini ternyata bisa menjadi tanda saraf kejepit yang berbahaya.

Saraf kejepit merupakan salah satu gangguan kesehatan yang sering dianggap sepele, padahal kondisi ini dapat menimbulkan nyeri hebat, mati rasa, kesemutan, hingga gangguan fungsi gerak. Jika tidak ditangani dengan tepat, saraf kejepit dapat menurunkan kualitas hidup secara signifikan

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami apa saja penyebab saraf kejepit agar dapat mencegahnya sejak dini.

Mengenal Apa Itu Saraf Kejepit

Saraf kejepit adalah kondisi ketika saraf menerima tekanan berlebihan dari jaringan sekitarnya. Kondisi ini paling sering terjadi pada leher, punggung bagian bawah, pergelangan tangan, dan bahu. 

Gejala yang muncul bisa berbeda-beda tergantung lokasi saraf yang terjepit, mulai dari nyeri lokal hingga rasa nyeri yang menjalar ke bagian tubuh lain

Tekanan pada saraf ini bisa bersifat sementara atau permanen jika tidak ditangani. Faktor risikonya meliputi lansia, orang yang kelebihan berat badan (obesitas), pernah cedera, dan memiliki riwayat penyakit radang sendi maupun diabetes. 

Saraf kejepit berbeda dengan kondisi terkilir, oleh karenanya harus segera mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat melalui sejumlah pemeriksaan. 

Gejala Saraf Kejepit

Gejala saraf kejepit bervariasi tergantung lokasi, tapi umumnya muncul tiba-tiba atau bertahap.

Berikut gejala umum yang sering dirasakan:

Nyeri menjalar: Rasa sakit dapat menyebar dari satu titik ke area lain (misalnya dari punggung ke kaki atau dari leher ke lengan) mengikuti jalur saraf.

Kesemutan atau rasa kebas: Muncul sensasi seperti ditusuk jarum atau mati rasa pada bagian tubuh yang dipersarafi.

Kelemahan otot: Otot di area terkait bisa terasa lemah sehingga sulit mengangkat, menggenggam, atau bergerak normal.

Rasa terbakar atau tersengat: Beberapa orang merasakan nyeri seperti panas atau tersetrum akibat gangguan sinyal saraf.

Nyeri memburuk saat posisi tertentu: Rasa sakit sering meningkat saat duduk lama, membungkuk, menoleh, atau mengangkat beban.

Penurunan refleks: Respons refleks (misalnya refleks lutut atau lengan) bisa melemah karena saraf tidak bekerja optimal.

8 Penyebab Saraf Kejepit yang Harus Diwaspadai

Berikut delapan penyebab saraf kejepit paling umum yang sebaiknya Anda waspadai:

1. Postur Tubuh yang Buruk

Postur tubuh yang tidak benar saat duduk, berdiri, atau tidur merupakan penyebab utama saraf kejepit. Duduk terlalu lama dengan posisi membungkuk atau leher menunduk dapat memberi tekanan berlebih pada tulang belakang.

Postur yang buruk dalam jangka panjang dapat menyebabkan perubahan struktur tulang dan otot, sehingga meningkatkan risiko terjadinya penekanan saraf. Hal ini sering dialami oleh pekerja kantoran yang duduk di depan komputer selama berjam-jam tanpa jeda.

2. Cedera atau Trauma

Cedera akibat kecelakaan, jatuh, atau benturan keras dapat menyebabkan pembengkakan jaringan yang menekan saraf. Trauma pada tulang belakang juga bisa menyebabkan pergeseran tulang atau kerusakan cakram yang berujung pada saraf kejepit.

Cedera olahraga juga sering menjadi pemicu, terutama pada aktivitas yang melibatkan gerakan memutar atau mengangkat beban berat secara tiba-tiba.

3. Hernia Nukleus Pulposus (HNP)

HNP atau yang sering dikenal sebagai saraf kejepit akibat bantalan tulang belakang yang menonjol merupakan salah satu penyebab saraf kejepit yang harus diwaspadai. Kondisi ini terjadi ketika bantalan tulang belakang keluar dari posisi normal dan menekan saraf di sekitarnya.

HNP paling sering terjadi pada tulang belakang bagian bawah (pinggang) dan leher, dengan gejala nyeri yang menjalar hingga kaki atau tangan.

4. Gerakan Berulang

Melakukan gerakan yang sama secara berulang dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan iritasi dan peradangan pada jaringan sekitar saraf. Contohnya adalah penggunaan mouse komputer secara terus-menerus atau aktivitas manual seperti menjahit dan mengetik.

Kondisi ini sering dikaitkan dengan carpal tunnel syndrome, yaitu saraf kejepit di pergelangan tangan.

5. Obesitas atau Berat Badan Berlebih

Berat badan berlebih memberikan tekanan ekstra pada tulang belakang dan persendian. Tekanan ini dapat mempersempit ruang tempat saraf berada, sehingga meningkatkan risiko saraf kejepit.

Obesitas juga mempercepat degenerasi tulang belakang, terutama pada usia produktif.

6. Penuaan dan Degenerasi Tulang Belakang

Seiring bertambahnya usia, struktur tulang dan cakram tulang belakang mengalami penurunan fungsi. Cakram menjadi lebih kaku dan menipis, sehingga ruang bagi saraf semakin sempit.

Kondisi seperti osteoartritis dan stenosis spinal sering menjadi penyebab saraf kejepit pada lansia.

7. Kehamilan

Selama kehamilan, perubahan postur tubuh dan peningkatan berat badan dapat memberikan tekanan tambahan pada saraf, terutama di area pinggang dan panggul. Selain itu, perubahan hormon juga menyebabkan ligamen menjadi lebih lentur, sehingga meningkatkan risiko saraf terjepit.

8. Penyakit Tertentu

Beberapa penyakit seperti diabetes, tumor, atau peradangan sendi dapat meningkatkan risiko terjadinya saraf kejepit. Diabetes, misalnya, dapat menyebabkan kerusakan saraf (neuropati) yang membuat saraf lebih sensitif terhadap tekanan.

Tumor, baik jinak maupun ganas, juga bisa menekan saraf jika tumbuh di area yang sempit.

Solusi Efektif Mengatasi Saraf Kejepit dengan PLDD di Rumah Sakit Lamina

Saraf kejepit dapat ditangani tanpa operasi dengan metode PLDD. PLDD atau Percutaneous Laser Disc Decompression (PLDD) adalah prosedur minimal invasif yang menggunakan sinar laser untuk mengempiskan atau mengecilkan jaringan yang menekan saraf. 

PLDD terbukti efektif dalam mengurangi nyeri saraf kejepit dalam waktu lama. Dengan waktu tindakan yang singkat dan lebih minim risiko, prosedur ini termasuk aman untuk para lansia dan penderita komorbid seperti diabetes. 

Di Rumah Sakit Lamina, metode PLDD sering digunakan untuk pasien saraf kejepit yang tergolong ringan atau belum parah. Namun, jika kondisi sudah parah, maka tindakan minimal invasif lain biasanya diperlukan, seperti Joimax. 

Dengan teknologi terkini dan tim dokter spesialis berpengalaman, Rumah Sakit Lamina telah berhasil menangani lebih dari 4000 tindakan saraf kejepit secara minimal invasif. 

Oleh karena itu, percayakan kesembuhan Anda pada Lamina dan segeralah berkonsultasi dengan dokter kami. 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami melalui nomor Whatsapp 0811-1443-599

Facebook
WhatsApp
Artikel Terkait
Artikel Populer
Topik Populer