Simak! Cara Efektif Mengatasi Nyeri Diskogenik di Punggung Bawah

nyeri diskogenik

Pinggang terasa sakit saat membungkuk atau ketika berjalan?  Rasa nyeri ini sering dianggap hal sepele atau pegal biasa. Padahal, rasa sakit yang berkepanjangan ternyata bisa menjadi tanda kamu terkena nyeri diskogenik. 

Nyeri diskogenik atau discogenic pain adalah nyeri yang terjadi karena kerusakan pada diskus intervertebralis atau cakram tulang belakang akibat degenerasi tulang belakang. 

Mengutip laman Spine One Sport and Medical Center, sekitar lima juta orang di Amerika Serikat hidup dengan nyeri diskogenik kronis (chronic discogenic pain). Nyeri diskogenik biasanya terjadi pada bagian punggung atau pinggang. Di Indonesia sendiri, prevalensi penderita nyeri pinggang yaitu 18,2% pada laki-laki dan 13,6% pada wanita. 

Lantas, apakah nyeri diskogenik sama dengan sakit pinggang biasa? Dan bisakah kondisi ini sembuh dengan sendirinya? Simak dan cari tahu lebih dalam uraian tentang nyeri diskogenik dan penanganannya di artikel berikut. 

Memahami Tentang Nyeri Diskogenik

Nyeri diskogenik atau discogenic pain adalah salah satu penyebab utama nyeri kronis yang berasal dari kerusakan atau robekan pada diskus intervertebralis, yaitu bantalan tulang belakang yang berfungsi sebagai peredam kejut dan guncangan.

Diskus intervertebralis terletak di antara ruas tulang belakang dan membantu tulang memungkinkan pergerakan yang fleksibel.

Saat diskus mengalami degenerasi atau kerusakan, hal ini bisa menyebabkan tekanan atau kompresi pada saraf tulang belakang. Kondisi inilah yang dapat memicu rasa nyeri yang sering kali dirasakan di punggung bawah atau leher. Nyeri diskogenik juga sering menjadi tanda adanya saraf kejepit.

Apa Saja Gejalanya?

Nyeri diskogenik dapat menimbulkan sejumlah gejala seperti: 

  • Nyeri di punggung bawah atau leher, terutama saat melakukan aktivitas tertentu seperti duduk dalam waktu lama atau mengangkat barang berat.
  • Nyeri yang semakin parah saat duduk. Duduk dalam posisi tertentu dapat menambah tekanan pada diskus yang rusak, sehingga menimbulkan rasa sakit yang lebih intens.
  • Kekakuan dan keterbatasan dalam menggerakkan punggung atau leher.
  • Rasa nyeri yang menjalar: Beberapa pasien juga mengalami nyeri yang menjalar ke bagian lain seperti kaki atau lengan, tergantung pada lokasi diskus yang rusak.

Selain itu, penderita nyeri diskogenik biasanya merasakan rasa sakit yang bertambah parah setelah berdiri dalam waktu lama atau setelah berolahraga.

Penyebab Nyeri Diskogenik yang Harus Diwaspadai

Nyeri diskogenik umumnya disebabkan oleh degenerasi diskus intervertebralis, yang biasanya terjadi seiring dengan penuaan. 

Diskus yang sehat mengandung cairan yang membantu menjaga fleksibilitasnya, namun seiring bertambahnya usia, diskus mulai kehilangan cairan dan elastisitas. 

Kondisi ini pada akhirnya membuatnya lebih rentan terhadap cedera dan menyebabkan kerusakan yang dapat memicu nyeri.

Faktor Risiko Nyeri Diskogenik

Beberapa faktor risiko yang dapat mempercepat degenerasi diskus dan memicu nyeri diskogenik antara lain:

  • Usia. Semakin tua seseorang, semakin tinggi risiko degenerasi diskus.
  • Cedera tulang belakang. Cedera atau trauma sebelumnya pada tulang belakang dapat meningkatkan risiko kerusakan diskus.
  • Aktivitas fisik berlebihan. Mengangkat beban berat atau melakukan aktivitas fisik yang berulang dapat menyebabkan stres pada diskus dan mempercepat degenerasi.
  • Obesitas. Berat badan yang berlebihan memberikan tekanan tambahan pada tulang belakang, yang meningkatkan risiko kerusakan diskus.
  • Postur tubuh yang buruk. Duduk atau berdiri dalam postur yang tidak tepat dapat menambah stres pada diskus, memperburuk degenerasi.

Pilihan Pengobatan yang Cocok untuk Nyeri Diskogenik

Pengobatan untuk nyeri diskogenik bervariasi tergantung pada tingkat keparahan nyeri dan respons pasien terhadap terapi non-bedah. Berikut adalah beberapa opsi pengobatan yang tersedia:

  • Terapi konservatif: Termasuk istirahat, fisioterapi, latihan peregangan, dan penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) untuk mengurangi peradangan dan nyeri.
  • Obat-obatan: Selain NSAID, dokter mungkin meresepkan pelemas otot atau injeksi kortikosteroid untuk mengurangi nyeri dan peradangan.
  • Fisioterapi: Program latihan khusus yang bertujuan untuk memperkuat otot-otot penyangga tulang belakang dan meningkatkan fleksibilitas bisa membantu mengurangi tekanan pada diskus.
  • Injeksi epidural: Jika nyeri sangat hebat, injeksi kortikosteroid langsung ke daerah sekitar saraf tulang belakang bisa membantu mengurangi peradangan dan menghilangkan nyeri.
  • Bedah minimal invasif: Jika semua opsi non-bedah tidak memberikan hasil, bedah minimal invasif mungkin diperlukan. Salah satu prosedur yang umum dilakukan adalah dengan tindakan Joimax. Joimax adalah teknologi canggih dari Jerman yang terbukti efektif dalam mengatasi nyeri diskogenik dan lebih minim risiko.

Nyeri diskogenik dapat sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi dengan diagnosis dan penanganan yang tepat, kondisi ini bisa disembuhkan dan Anda bisa beraktivitas dengan normal.

Kapan Anda Harus Ke Dokter?

Jika menderita nyeri punggung yang tak kunjung hilang, bisa jadi penyebabnya adalah nyeri diskogenik, karena terkadang nyeri ini sulit diidentifikasi. Periksakan diri segera ke Rumah Sakit Lamina untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan terbaik. 

Mengatasi nyeri diskogenik di Rumah Sakit Lamina dapat dilakukan dengan pendekatan terpadu yang meliputi terapi konservatif, intervensi, dan tindakan minimal invasif sesuai kondisi pasien. Pada tahap awal, terapi konservatif seperti istirahat, modifikasi aktivitas, penggunaan obat pereda nyeri dan pelemas otot, serta fisioterapi sangat dianjurkan untuk memperkuat otot penyangga tulang belakang dan memperbaiki postur.

RS. Lamina juga menawarkan terapi intervensi seperti injeksi steroid dan radiofrekuensi ablasi untuk mengurangi peradangan dan nyeri hebat yang tidak merespon terapi awal.

Selain itu, kami juga menggunakan teknologi modern seperti ABEL Catheter untuk terapi epidural minimal invasif yang memberikan obat langsung ke area inflamasi dengan risiko minimal, mempercepat pemulihan tanpa operasi besar. Pendekatan ini disertai edukasi pasien agar menghindari aktivitas berlebihan dan menjaga kebugaran agar nyeri tidak kambuh.

Pelayanan terpadu di RS. Lamina memberikan solusi efektif dan aman untuk memperbaiki fungsi tulang belakang dan kualitas hidup penderita nyeri diskogenik

Segeralah membuat janji konsultasi dengan dokter dan dapatkan diagnosis akurat serta solusi tepat guna mengatasi berbagai masalah nyeri dan tulang belakang yang kamu alami.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi kami melalui nomor Whatsapp 0811-1443-599

***

Sumber foto: Freepik

Facebook
WhatsApp
Artikel Terkait
Artikel Populer
Topik Populer