Jika kamu menderita saraf kejepit biasanya sering merasakan rasa nyeri yang mengganggu, mulai dari punggung hingga pinggang.
Kondisi ini tentu berdampak pada penurunan kualitas hidup sehari-hari. Salah satu solusi terbaru yang mulai banyak digunakan adalah metode Joimax, tindakan minimal invasif yang terbukti efektif membantu mengatasi masalah saraf kejepit.
Namun, bagi penderita penyakit jantung, kerap muncul pertanyaan, apakah prosedur Joimax aman untuk mereka? Mari bahas lebih lanjut di artikel ini.
Daftar isi
Saraf Kejepit pada Pasien Penyakit Jantung
Saraf kejepit terjadi ketika saraf mengalami tekanan dari jaringan di sekitarnya, seperti tulang, otot, atau jaringan lunak lainnya, yang menyebabkan rasa nyeri tajam dan menjalar, kesemutan, atau bahkan kelemahan otot.
Bagi pasien yang memiliki riwayat penyakit jantung, saraf kejepit menjadi masalah serius karena rasa nyeri dapat meningkatkan tekanan pada jantung dan memicu risiko lebih lanjut.
Bahkan stres fisik dan mental akibat nyeri kronis bisa memperburuk kondisi jantung yang sudah lemah.
Maka dari itu, tindakan apa pun yang melibatkan prosedur medis harus dipertimbangkan dengan hati-hati.
Untungnya, metode Joimax yang minimal invasif ini terbukti lebih aman dibandingkan metode operasi bedah terbuka.
Namun, keputusan penggunaan metode Joimax bagi pasien penyakit jantung tetap memerlukan konsultasi mendalam dengan dokter sepsialis bedah saraf, dokter penyakit dalam maupun dokter spesialis jantung. terutama bagi pasien dengan penyakit jantung.
Pentingnya Konsultasi Dokter Sebelum Tindakan Saraf Kejepit dengan Joimax
Bagi pasien jantung, berkonsultasi dengan dokter sebelum menjalani prosedur Joimax adalah langkah yang sangat penting.
Dokter akan mengevaluasi kondisi fisik pasien secara menyeluruh, termasuk pemeriksaan jantung dan evaluasi apakah prosedur ini aman untuk kondisi mereka.
Dalam konsultasi ini, beberapa hal yang akan diperhatikan antara lain:
- Kondisi jantung pasien saat ini. Seberapa stabil fungsi jantung pasien dan adakah komplikasi serius.
- Risiko anestesi lokal. Meski Joimax dilakukan dengan anestesi lokal yang lebih ringan dibanding anestesi umum, efeknya terhadap jantung tetap perlu diperhitungkan.
- Riwayat penyakit lainnya. Selain jantung, penyakit seperti hipertensi atau diabetes juga memengaruhi kesiapan pasien untuk tindakan ini.
Dengan konsultasi yang komprehensif, dokter bisa menentukan apakah Joimax adalah pilihan yang aman dan tepat untuk pasien dengan masalah jantung.
Tahapan Prosedur Joimax Pada Pasien Penyakit Jantung
Prosedur Joimax untuk pasien dengan penyakit jantung mengikuti tahapan yang mirip dengan pasien tanpa masalah jantung, namun dengan beberapa penyesuaian untuk mengurangi risiko. Berikut adalah tahapan umumnya:
- Pasien akan menjalani pemeriksaan jantung sebelum prosedur untuk memastikan bahwa mereka siap secara fisik.
- Joimax dilakukan dengan anestesi lokal, yang meminimalkan risiko komplikasi dari anestesi bagi pasien dengan masalah jantung.
- Dokter akan memasukkan alat endoskopi kecil melalui satu sayatan kecil di bagian tulang belakang. Alat ini memungkinkan dokter melihat area saraf kejepit dengan jelas dan melakukan tindakan dengan tepat.
- Karena minimal invasif, prosedur Joimax tidak memerlukan rawat inap dalam jangka waktu lama. Pasien dapat pulih dengan lebih cepat dan mengurangi risiko komplikasi.
Dengan mengikuti tahapan prosedur ini, risiko pada pasien jantung dapat diminimalisir tanpa mengorbankan efektivitas penanganan saraf kejepit.
Keunggulan Joimax
Dibandingkan metode bedah tradisional, Joimax memiliki beberapa keunggulan yang membuatnya cocok untuk pasien dengan berbagai kondisi, termasuk penyakit jantung.
Berikut adalah beberapa keunggulan utamanya:
- Hanya perlu satu sayatan kecil (uniportal) sebesar 7 mm
- Tidak merusak/ membakar jaringan lain seperti otot, tulang, dan ligamen
- Risiko perdarahan lebih minimal
- Waktu tindakan relatif singkat sekitar 30-45 menit
- Tidak mengganggu kestabilan struktur tulang belakang
- Risiko kekambuhan pasca tindakan dengan Joimax lebih kecil
- Dapat dilakukan untuk semua usia, termasuk usia tua
- Tingkat keberhasilan mencapai hingga 95%
- Proses penyembuhan lebih cepat pasca tindakan dan pasien bisa beraktivitas kembali dengan normal
Keunggulan-keunggulan ini menjadikan Joimax pilihan ideal untuk pasien yang membutuhkan penanganan saraf kejepit tanpa risiko besar.
Kunjungi Klinik Lamina untuk Penanganan Saraf Kejepit dengan Joimax
Bagi kamu atau orang terdekat yang mengalami saraf kejepit dan memiliki riwayat penyakit jantung, Klinik Lamina adalah salah satu tempat terpercaya untuk menjalani prosedur Joimax.
Dengan tim medis yang berpengalaman dan teknologi yang canggih, Klinik Lamina siap membantu pasien untuk merasakan kenyamanan tanpa rasa nyeri berlebih.
Sebelum prosedur, tim dokter akan melakukan konsultasi menyeluruh dan memberikan penjelasan detail terkait tindakan yang akan dilakukan.
Pastikan kamu mendapatkan informasi dan pelayanan terbaik dari tenaga medis, khususnya untuk kondisi kesehatan yang memerlukan perhatian lebih.
Dengan Joimax di Klinik Lamina, kamu bisa mendapatkan solusi atas masalah saraf kejepit dengan risiko yang terkontrol dan perawatan yang aman.
Melalui informasi ini, pasien dan keluarga bisa merasa lebih tenang dalam memilih prosedur Joimax sebagai solusi terbaik untuk masalah saraf kejepit, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung.
Jika membutuhkan konsultasi untuk masalah saraf kejepit dan nyeri tulang belakang lainnya, segeralah buat janji via Whatsapp ke nomor 0811-1443-599.
Klinik Lamina berlokasi di Mampang dengan cabang yang tersebar di Cibubur, Kuningan, dan Pulomas.
Lamina juga menyediakan layanan telekonsultasi dan layanan ambulans untuk membantu memudahkan pasien yang terkendala jarak.
Untuk mengecek jadwal praktik dokter, silakan klik di sini.
***
Sumber foto: Freepik