Rasa nyeri karena saraf kejepit bisa kambuh seiring waktu dan tentunya akan mengganggu aktivitas yang Anda lakukan. Namun, tak perlu khawatir, karena ada berbagai cara sederhana yang bisa dilakukan agar saraf kejepit tidak kambuh.
Simak uraian berikut untuk informasi lebih jelasnya.
Daftar Isi Artikel
Penyebab Saraf Kejepit Kambuh
Saraf kejepit kambuh karena tekanan berulang pada saraf akibat postur tubuh salah, seperti duduk terlalu lama atau membungkuk saat mengangkat beban berat.
Aktivitas berat tanpa istirahat cukup, obesitas yang menekan tulang belakang, serta kurangnya peregangan otot juga menjadi pemicu utama kekambuhan.
Faktor lain termasuk gerakan repetitif di tempat kerja dan kurangnya olahraga rutin, yang melemahkan otot pendukung saraf.
8 Cara Mencegah Saraf Kejepit Kambuh
Menerapkan delapan cara berikut secara konsisten membantu menjaga saraf tetap sehat dan mencegah kekambuhan penyakit. Berikut langkah yang bisa Anda lakukan:
- Istirahat Cukup: Hindari aktivitas yang membebani saraf terdampak; istirahat 1-2 hari awal serangan ringankan gejala secara alami.
- Kompres Panas atau Dingin: Gunakan kompres dingin 15 menit untuk kurangi peradangan, lalu panas untuk relaksasi otot; ulangi 3-4 kali sehari.
- Pakai Brace atau Penyangga: Alat ini stabilkan area seperti leher atau punggung, minimalisir gerakan berlebih selama pemulihan.
- Perbaiki Postur Tubuh: Duduk tegak dengan sandaran ergonomis, hindari membungkuk; sesuaikan meja kerja untuk posisi netral.
- Yoga dan Peregangan: Latih fleksibilitas dengan pose sederhana seperti child’s pose 10-15 menit harian; tingkatkan kekuatan otot inti.
- Tinggikan Posisi Kaki: Letakkan bantal di bawah lutut saat berbaring sudut 45 derajat; kurangi tekanan tulang belakang bawah.
- Pijat atau Fisioterapi: Pijat lembut mingguan relaksasi otot; kombinasikan dengan latihan terapis untuk pencegahan jangka panjang.
- Jaga Berat Badan Ideal: Olahraga ringan seperti jalan kaki 30 menit sehari dan diet seimbang kurangi tekanan saraf akibat obesitas.
Pentingnya Pemeriksaan Dini Saraf Kejepit
Pemeriksaan dini deteksi tekanan saraf sebelum gejala memburuk, mencegah komplikasi yang lebih serius seperti kerusakan saraf permanen dan kelumpuhan.
Dokter umumnya akan melakukan serangkaian pemeriksaan, baik pemeriksaan fisik dan penunjang, seperti MRI (Magnetic Resonance Imaging). Tujuannya yaitu untuk melihat kondisi dan lokasi saraf yang terjepit dengan lebih jelas.
Dengan pemeriksaan dini, dokter dapat memberikan saran pengobatan agar saraf kejepit tidak semakin parah.
Solusi Efektif Atasi Saraf Kejepit di Rumah Sakit Lamina
Rumah Sakit Lamina menawarkan solusi pengobatan saraf kejepit terkini menggunakan teknologi Joimax dari Jerman, yang bersifat minimal invasif dengan hanya satu sayatan kecil sekitar 7 mm untuk mengakses area saraf yang menjadi sumber nyeri.
Prosedur ini memanfaatkan kamera LED 4K berkualitas tinggi dan alat bedah mikro, memungkinkan dokter melihat secara presisi dan melakukan dekompresi saraf tanpa merusak jaringan sekitar, sehingga risiko infeksi, perdarahan, atau kerusakan saraf tambahan sangat rendah dibanding operasi terbuka.
Waktu tindakan hanya 30-45 menit dengan tingkat keberhasilan hingga 95%, pasien bisa pulang hari yang sama tanpa rawat inap, dan kembali beraktivitas normal dalam 2-3 hari, menghindari pemulihan yang lebih lama.
Rumah Sakit Lamina, dengan didukung tim dokter spesialis berpengalaman, telah menangani lebih dari 4000 tindakan Joimax untuk saraf kejepit.
Sebagai pusat pelayanan terpadu dan terpercaya, Rumah Sakit Lamina juga menyediakan layanan fisioterapi pasca tindakan, konsultasi online dan offline, serta, kerjasama dengan beberapa asuransi di Indonesia.
Untuk informasi lebih lanjut terkait jadwal dokter dan konsultasi, silakan menghubungi kami melalui nomor Whatsapp 0811-1443-599.
****
Sumber foto: Freepik








