Bahaya Pijat Injak Punggung Untuk Atasi Sakit Punggung

pijat injak punggung

Pijat injak punggung dilakukan saat mengalami sakit punggung atau pegal-pegal dan biasanya yang melakukannya adalah orang tua. Tapi, tahukah kamu kalau ternyata cara ini bisa berbahaya?

Pijat injak punggung merupakan salah satu terapi asal Jepang atau yang orang kenal sebagai shiatsu yang sudah ada sejak berabad-abad lalu. Para biksu yang paling sering melakukan terapi ini.

Mengutip dari AM College, shiatsu merupakan terapi pijat dengan menggunakan jari, jempol, siku,dan lutut, untuk membantu memberi tekanan pada area yang mengalami nyeri.

Terapis akan memberikan tekanan pada titik-titik nyeri dengan energi sehingga tubuh akan lebih rileks. Selain itu juga menghilangkan stres serta dapat menangani rasa sakit dari penyakit tertentu. Praktik terapi ini terlihat mirip seperti melakukan gerakan menginjak punggung pada umumnya.

Kenapa pijat injak punggung bahaya?

Teknik pijat injak punggung tidak bisa sembarangan. Pasalnya, jika sampai salah posisi, tubuh bukannya menjadi rileks, tetapi malah merusak kesehatan tulang.

Menurut peneliti Chiropractic Kanada, Greg Kawchuk, teknik ini cenderung tidak aman. Jika seseorang dengan berat tubuh yang lebih berat dari kamu, lalu menginjak punggungmu, hal ini bisa memicu tekanan berlebih dari kekuatan ligamen dan ruas tulang punggung.

Melakukan pijat injak punggung yang sembarangan bisa meningkatkan risiko cedera tulang punggung. Bahkan, dalam kasus yang serius, bisa berisiko menyebabkan patah tulang dan saraf terjepit.

Selain itu, jika terapi ini dilakukan secara sembarangan bisa menyebabkan seseorang mengalami pergeseran tulang punggung secara signifikan.

Bagaiaman Mencegah Sakit Punggung?

Ada beberapa cara untuk mencegah sakit/ nyeri punggung, antara lain:

  • Rutin olahraga, khususnya  yoga, hatha yoga, pilates, berenang, berjalan kaki, dan bersepeda. Hindari olahraga yang banyak membuat tubuh membungkuk.
  • Memperbaiki postur tubuh saat duduk di kantor atau sekolah. Lalu setelah 2 jam cobalah berdiri dan berjalan-jalan sejenak
  • Menghindari kebiasaan mengenakan sepatu hak tinggi terlalu lama atau sepatu yang sudah kekecilan.
  • Usahakan agar punggung dan bahu tegap dan sejajar saat duduk.
Baca Juga:  Pengidap Obesitas Rentan Terkena Saraf Kejepit, Benarkah?

Jika sat punggung masih belum hilang selama selama beberapa minggu, segera konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui lebih lanjut penyebab dan penanganan yang tepat.

Share via:
Artikel Terkait
Promo Terbaru
Artikel Populer
Topik Populer