Perlunya Deteksi Dini untuk Cegah Risiko Penyakit Diabetes

diabetes adalah

Diabetes melitus atau yang sering disebut kencing manis adalah penyakit kronis akibat tingginya kadar gula (glukosa) dalam darah. Glukosa merupakan sumber energi bagi sel tubuh kita, namun apabila menumpuk dalam darah karena penyerapan yang tidak baik, maka dapat menyebabkan gangguan pada organ tubuh. Jika Anda tidak mengontrolnya dengan baik, maka bisa timbul komplikasi yang membahayakan kesehatan. Sayangnya, tidak sedikit orang yang masih mengabaikan penyakit ini dan tidak melakukan deteksi dini untuk mencegahnya.

Menurut data milik Kementerian Kesehatan dari Sample Registration Survey tahun 2014, mengungkapkan bahwa diabetes menjadi penyebab kematian terbesar ketiga di Indonesia. Presentasenya sebesar 6,7%, setelah stroke sebesar 21,1%, dan jantung koroner 12,9%.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga memperkirakan angka penyakit ini akan meningkat drastis di Indonesia menjadi 21,3 juta jiwa pada 2030 nanti. Oleh karena itu, pemahaman terhadap penyakit dan pencegahannya sangat diperlukan untuk menurunkan risiko terkena diabetes.

Memahami Tentang Penyakit Diabetes

Dalam tubuh, pankreas memproduksi hormon insulin yang mengendalikan glukosa dalam darah. Pada orang yang menderita diabetes, pankreas tidak mampu memproduksi insulin sesuai kebutuhan tubuh, sehingga sel-sel tubuh tidak dapat menyerap dan mengolah glukosa yang masuk menjadi energi. Kondisi inilah yang pada akhirnya mengakibatkan penyakit diabetes.

Penyakit ini merupakan penyakit tidak menular (PTM), namun ada beberapa faktor penyebabnya, yaitu

  • Faktor genetik
  • Pola makan yang tidak sehat
  • Kurang berolahraga
  • Berat badan berlebih atau obesitas
  • Pernah mengalami diabetes gestasional
  • Memiliki hipertensi dan kolesterol tinggi
Baca Juga:  Mengenal Bell’s Palsy: Gejala, Penyebab dan Pengobatannya

Jenis-jenis Diabetes

Secara umum, ada tiga jenis diabetes yang berkembang, yaitu:

  • Diabetes tipe 1. Merupakan penyakit autoimun, kaena sistem kekebalan tubuh penderitan menyerang dan menghancurkan sel pankreas, tempat produksi insulin. Sehingga menyebabkan peningkatan kadar glukosa darah dan merusak organ dalam tubuh lainnya.
  • Diabetes tipe 2. Tipe dua adalah kondisi yang paling sering terjadi pada segala usia. Penyebabnya adalah tubuh memproduksi insulin, namun sel-sel dalam tubuh tidak merespon insulin tersebut sehingga tubuh tidak menggunakan insulin dengan baik.
  • Diabetes gestasional. Kondisi ini terjadi pada ibu hamil karena terjadi perubahan hormon, sehingga tubuh menjadi kurang sensitif terhadap insulin. Tidak semua ibu hamil mengalami penyakit ini. Biasanya gula darah akan kembal normal setelah menjalani proses persalinan.

Deteksi Dini dengan Mengenali Gejalanya

Biasanya pada penderita diabetes tipe 2 tidak menyadari bahwa telah menderita penyakit ini selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, karena gejalanya yang tidak spesifik. Berikut ini adalah gejala umum diabetes tipe 1 dan 2 yang harus Anda waspadai, antara lain:

  • Sering merasa haus yang berlebihan
  • Sering merasa ingin buang air kecil, terutama terasa di malam hari
  • Penurunan berat badan tanpa diketahui sebabnya
  • Massa otot berkurang
  • Sering merasa lapar
  • Pandangan kabur (menjadi tidak jelas)
  • Tubuh terasa sering lemas
  • Luka sulit sembuh

Ada kondisi pre-diabetes yaitu ketika glukosa dalam darah berada di atas rata-rata normal. Jika tidak tertangani dengan baik maka Anda bisa berisiko menderita diabetes tipe 2.

Penyakit ini sering tidak terdeteksi pada awalnya dan sebaiknya melakukan pemeriksaan rutin jika Anda memiliki risiko terkena diabetes .


Pemeriksaan kadar glukosa darah

Pemeriksaan kadar glukosa darah juga penting untuk memastikan jika Anda memang menderita diabetes atau tidak.

Baca Juga:  Nyeri Punggung Bisa Sembuh Dengan Tidur di Lantai, Benarkah?

Tes gula darah sewaktu

Tes ini bertujuan untuk mengukur berapa kadar glukosa darah pada waktu tertentu secara acak. Anda juga tidak perlu berpuasa sebelumnya. Jika kadar gula darah sewaktu yaitu 200mg/dL atau lebih, dokter bisa mendiagnosa Anda terkena diabetes.

Tes gula darah puasa

Biasanya Anda akan disarankan untuk berpuasa terlebih dahulu selama 8 jam. Selanjutnya, pengambilan sampel darah untuk mengukur kadar gula darah. Jika hasilnya kurang dari 100mg/dL, maka gula darahnya normal. Apabila hasilnya antara 100-125mg/dL, maka Anda menderita prediabetes. Kadar gula darah puasa sebesar 126 mg/dL atau lebih maka menunjukkan jika Anda menderita diabetes.

Pemeriksaan HbA1c

Bertujuan untuk mengukur rata-rata jumlah hemoglobin yang berkaitan dengan glukosa darah rata-rata selama tiga bulan terakhir. Pemeriksaan ini juga dapat menilai kualitas perawatan diabetes melitus, mengamati adanya risiko komplikasi, memantau kontrol glikemik dan skrining penyakit.

Setelah melalui beberapa pemeriksaan tadi, petugas medis akan menginformasikan kepada dokter. Dokter kemudian akan melakukan pemeriksaaan dan memberikan solusi pengobatan yang bisa Anda jalani.

Di Klinik Lamina Pain and Spine Center, Anda bisa berkonsultasi dengan salah satu dokter ahli kami yaitu dr. Melsa Aprima, SpPD. Sebagai seorang dokter spesialis penyakit dalam, dr.Melsa akan melakukan evaluasi terhadap kondisi kesehatan Anda dan memberikan saran serta penanganan yang sesuai dan terbaik untuk penyembuhan penyakit.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi Care Line Officer di Lamina Pain and Spine Center pada nomor kontak yang tertera.

Share via:
Artikel Terkait
Promo Terbaru
Artikel Populer
Topik Populer