Makanan sehat mungkin sudah menjadi santapan sehari-hari. Tak hanya menyehatkan, namun beberapa makanan sehat ini bisa membantu meredakan kaki kram yang mungkin sering Anda alami.
Kram merupakan kontraksi atau mengetatnya serat otot yang terjadi secara dadakan dan tidak disengaja. Biasanya kram ini mengenai otot betis, paha bagian belakang dan otot paha bagian depan.
Kram kaki bisa berlangsung singkat hingga beberapa menit. Bisa ringan atau cukup kuat sehingga Anda bisa terbangun saat tidur malam hari.
Daftar isi
- Penyebab Kram
- Makanan Sehat Bantu Atasi Kram Kaki
- Apa Penyebab Kram Kaki?
- Seputar Pertanyaan Makanan Sehat Cegah Kram
- Kekurangan vitamin apa yang bisa menyebabkan kram?
- Makanan apa saja yang dapat membantu mencegah kram?
- Kram biasanya menyerang bagian tubuh mana?
- Mengapa kekurangan mineral dapat menyebabkan kram tubuh?
Penyebab Kram
Aktivitas berlebihan, dehidrasi dan kekurangan kadar mineral tertentu dapat menyebabkan kram.
Kadar mineral yang berkurang itu antara lain kalium, kalsium, atau magnesium yang masuk ke dalam golongan elektrolit, guna membantu dan menjaga kerja otot.
Otot bekerja untuk bergerak, berkontraksi, dan beristirahat. Jjadi jika Anda melakukan sesuatu yang tidak biasanya, misalnya duduk lebih lama saat bekerja, rentan akan mengalami kram kaki.
Saat otot aktif dan tidak dalam kondisi relaks, bisa berpotensi menyebabkan kram. Jika kaki kram akibat berdiri terlalu lama, sebaiknya duduk sebentar sebelum otot-otot menjadi kelelahan. Namun kalau Anda alami kram akibat duduk terlalu lama, segera berdiri dan berjalan sekitar ruangan.
Kaki Kram Adalah
Pada saat otot betis menegang berlebihan yang kadang terasa nyeri tajam, inilah kram. Saat kram ini terjadi, untuk mengatasinya bisa dengan meregangkan otot-ototnya secara perlahan.
Namun, untuk menemukan solusi jangka panjang untuk kram kaki, Anda mungkin perlu memeriksakan diri kepada dokter untuk mengetahui penyebab pastinya.
Untuk membantu mencegah kram kaki, Anda perlu cukupi kebutuhan nutrisi tubuh dan mencukupi porsi istirahat.
Tubuh yang mengalami dehidrasi atau rendahnya kadar air dalam tubuh, juga dapat mengakibatkan kram pada kaki.
Agar otot-otot dapat bekerja dengan baik, tubuh memerlukan kadar cairan tubuh yang adekuat. Bila kadarnya berkurang dapat memengaruhi kerja otot dan memicu kram.
Makanan Sehat Bantu Atasi Kram Kaki
Bila tubuh mengalami kekurangan nutrisi, maka Anda perlu penuhi kebutuhan tersebut.
Makanan sehat berikut dapat membantu mencukupi kebutuhan tubuh sehingga kram pada kaki menjadi berkurang atau bahkan tak lagi Anda alami.
Pisang. Kalsium, kalium dan magnesium dalam buah ini dapat membantu mencukupi kebutuhan tubuh
Alpukat, kaya dengan kalium dan magnesium, yang berperan penting menjaga kerja dan kontraksi otot.
Semangka, selain mengandung kalium dan magnesium, juga mengandung tinggi air (hampir 92%) sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan tubuh akan air.
Air kelapa, dapat membantu rehidrasi atau mencukupi kebutuhan akan elektrolit karena mengandung kalsium, kalium, natrium, magnesium dan fosfor.
Ubi, kaya akan kalium, kalsium, dan magnesium. Sekitar 200 gram ubi membantu memenuhi kebutuhan kalium sekitar 20% dan kebutuhan magnesium sekitar 13%.
Kaldu hasil rebusan tulang sapi (kurang lebih 8 jam) kaya akan kandungan magnesium, kalsium, dan natrium.
Pepaya, kaya dengan kalium dan magnesium. Sekitar 300 gram papaya dapat menyumbang 15% kalium dam 19% magnesium.
Salmon, mengandung tinggi protein, lemak sehat, vitamin B, vitamin D, kalium, magnesium, fosfor, zat besi.
Sarden, kaya dengan nutrisi yang diperlukan untuk mencegah dan menyembuhkan kram otot, seperti kalsium, zat besi, fosfor, kalium, natrium, vitamin D, magnesium dan selenium.
Susu, kaya akan kalsium, kalium dan natrium yang dapat membantu melindungi otot dari risiko kram.
Tomat, memiliki kandungan kalium dan air. Bila dibuat menjadi jus, Anda bisa mendapatkan kalium sekitar 15%.
Apa Penyebab Kram Kaki?
Selain kekurangan cairan dalam tubuh atau kekurangan mineral tertentu, kondisi lain seperti menyempitnya rongga antartulang belakang (stenosis spinal) dan terjepitnya saraf tulang belakang (hernia nukleus pulposus/HNP) juga dapat menyebabkan kram pada kaki.
Selain kram, gejalanya juga disertai dengan kesemutan, kebas dan bahkan bila tidak mendapatkan penanganan yang tepat dapat mengakibatkan kelumpuhan.
Kedua kondisi tersebut memerlukan penanganan medis lebih lanjut agar keluhan kram pada kaki menjadi reda atau menghilang.
Kram pada kaki biasanya dapat mereda dengan sendirinya. Namun bila terjadi gejala lain yang menyertainya (tidak mereda dengan perawatan mandiri, kaki membengkak kemerahan atau perubahan kulit, menimbulkan rasa tidak nyaman yang berat) maka harus segera berkonsultasi dengan dokter.
Seputar Pertanyaan Makanan Sehat Cegah Kram
Kekurangan vitamin apa yang bisa menyebabkan kram?
Kekurangan vitamin apa yang bisa menyebabkan kram?
Kekurangan kalsium dapat memicu kram otot karena kalsium berperan penting dalam kontraksi dan relaksasi otot. Sumber kalsium yang baik meliputi produk susu, sayuran berdaun hijau, dan kacang-kacangan. Selain itu, kalium juga penting untuk menjaga keseimbangan cairan dalam sel otot. Kekurangan kalium dapat menyebabkan otot menjadi kaku dan rentan kram
Makanan apa saja yang dapat membantu mencegah kram?
Beberapa jenis makanan yang kaya nutrisi dapat membantu mencegah kram otot, seperti Greek yogurt yang kaya protein, pisang yang mengandung kalium dan magnesium, daging sebagai sumber zat besi, kacang-kacangan, sayuran hijau, ubi, alpukat, hingga buah melon yang kaya akan air dan mineral.
Kram biasanya menyerang bagian tubuh mana?
Kram otot, yang juga dikenal sebagai spasme otot, sering kali terjadi pada otot-otot tertentu seperti betis, paha belakang, paha depan, kaki bagian depan, tangan, hingga jari kaki. Kram terjadi ketika otot berkontraksi secara tiba-tiba dan tidak terkendali.
Mengapa kekurangan mineral dapat menyebabkan kram tubuh?
Kekurangan mineral seperti kalium, kalsium, atau magnesium dalam tubuh dapat menyebabkan otot menjadi rentan terhadap kram. Selain itu, beberapa obat untuk tekanan darah tinggi dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil, yang dapat mengurangi kadar mineral penting ini dalam tubuh.