Hati-hati, Begini Efek Saraf Kejepit Jika Dibiarkan dan Tidak Segera Ditangani!

efek saraf kejepit jika dibiarkan

Tahukah Anda apa efek dari saraf kejepit yang dibiarkan dan tidak segera tertangani? Mungkin beberapa orang masih mengabaikan rasa nyeri akibat saraf kejepit dan hanya melakukan perawatan sederhana di rumah. Misalnya, melakukan pijatan ringan pada area yang terkena, mengompres dingin dengan bantalan es, atau minum obat pereda nyeri. Namun, kondisi saraf yang terjepit ini bisa semakin memburuk sehingga menimbulkan risiko komplikasi. Apalagi jika terlambat dalam penanganannya dan Anda tetap melakukan aktivitas yang berpotensi menekan saraf, maka bisa berisiko pecahnya pembuluh darah yang menyebabkan kelumpuhan.

Mengapa Saraf Bisa Terjepit?

Saraf kejepit atau dalam istilah medisnya herniated nucleous pulposus (HNP), merupakan kondisi yang umum terjadi pada segala usia. Kondisi ini terjadi karena adanya bantalan tulang yang keluar dan menonjol sehingga menekan saraf di sekitarnya.

Bantalan (cakram) tulang belakang yang lembut ini berfungsi sebagai penyangga di antara tulang untuk memudahkan Anda saat bergerak, membungkuk atau memutar tubuh. Ketika salah satu diskus atau cakram ini robek dan menyembul keluar, dapat menyebabkan kerusakan pada saraf tulang belakang atau saraf kejepit.

Saraf kejepit bisa terjadi di bagian tubuh manapun, khususnya sepanjang ruas tulang belakang seperti leher, punggung atau punggung bawah. Gejala yang timbul bisa berupa nyeri, kebas, kesemutan, atau kelemahan pada otot tangan dan kaki. Pada kasus tertentu, gejalanya bisa membaik dengan sendirinya dengan hanya beristirahat atau minum obat pereda nyeri. Akan tetapi, pada kasus yang lebih parah bisa menyebabkan kerusakan permanen pada jaringan saraf.

Apa Saja Risiko Komplikasinya?

Efek saraf kejepit yang dibiarkan tidak diobati secepatnya bisa menimbulkan risiko komplikasi yang akan membahayakan kesehatan.

  • Kehilangan sensasi rasa pada area tubuh yang terkena saraf kejepit.
Baca Juga:  Mengapa Lutut Nyeri Saat Ditekuk dan Diluruskan Ketika Berolahraga?

Bantalan tulang yang menonjol keluar akan menimbulkan nyeri yang semakin memburuk. Nyeri kronis (berkepanjangan) ini bisa membuat Anda kehilangan kendali atau sensasi pada area tertentu.

  • Disfungsi kandung kemih atau usus

Disfungsi kandung kemih atau usus dapat menimbulkan berbagai gangguan seperti inkontinensia. Sehingga Anda mungkin kesulitan untuk mengontrol buang air kecil dan buang air besar. Umumnya, kondisi ini berupa keluarnya urin atau kotoran (tinja) secara tiba-tiba dan sering tidak disadari. Atau kesulitan untuk menahan  keinginan untuk buang air kecil atau besar.

  • Anestesi Sadel

Kondisi ini terjadi akibat hilangnya sensasi secara bertahap yang dapat memengaruhi bagian tubuh tertentu, seperti paha bagian dalam, kaki bagian belakang, dan area sekitar rektum.

  • Kelumpuhan

Pada kanal tulang belakang terdapat sekelompok akar saraf panjang seperti ekor kuda yang disebut dengan cauda equida. Pada kasus yang sudah parah dan jarang terjadi, saraf yang terjepit ini bisa menekan seluruh kanal tulang belakang dan menyebabkan kelemahan organ tubuh serta kelumpuhan.

Baca juga: Awas, Saraf Kejepit Bisa Sebabkan Kelumpuhan Hingga Kematian!

Segera Berkonsultasi ke Lamina Pain and Spine Center

Setelah mengetahui risiko saraf kejepit yang cukup parah, maka jangan lagi menunda untuk melakukan pengobatan saraf kejepit yang Anda alami. Sangat penting untuk mengobati saraf kejepit sedini mungkin agar terhindar dari komplikasi jangka panjang.

Anda bisa berkonsultasi dengan tim dokter spesialis bedah saraf di Lamina yang telah memiliki jam terbang tinggi dalam penanganan masalah saraf kejepit dan gangguan tulang belakang lainnya.

Lamina Pain and Spine Center adalah one stop service yang menggunakan teknologi modern dan canggih sebagai metode pengobatan saraf kejepit yang lebih aman. Solusi terkini saraf kejepit yang Anda alami yaitu dengan tindakan minimal invasif dan tanpa operasi, yaitu endoskopi Joimax.

Baca Juga:  Endoskopi Joimax: Operasi Tulang Belakang Lebih Minim Risiko

Joimax yang berasal dari Jerman ini, membawa solusi pengobatan untuk lebih memudahkan dokter dalam melakukan tindakan. Selain itu, pasien juga menjadi lebih nyaman.

Endoskopi Joimax tidak memerlukan dua lubang/ portal untuk memasukkan alat dekompresi. Namun, satu luka sayatan kecil yang digunakan untuk memasukkan kamera khusus yang berukuran mikro dan terhubung dengan layar monitor. Sehingga dokter dapat dengan mudah dan jelas melihat saraf yang terjepit di dalam tubuh. Dengan alat ini, waktu tindakan menjadi lebih singkat, hanya dengan anestesi lokal, tidak merusak banyak jaringan dan Anda bisa kembali beraktivitas.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Assistant Center Lamina pada nomor kontak yang tertera. Yuk, segera atasi saraf kejepit dan nyeri lainnya hanya di Lamina Pain and Spine Center!

Referensi:

https://www.verywellhealth.com/what-are-pinched-nerves-189255

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pinched-nerve/symptoms-causes/syc-20354746#:~:text=If%20a%20nerve%20is%20pinched,permanent%20nerve%20damage%20can%20occur.

https://aica.com/what-happens-if-you-let-a-pinched-nerve-go-untreated/

Share via:
Artikel Terkait
Promo Terbaru
Artikel Populer
Topik Populer