Apakah Anda sering merasakan kaki dan tangan lemas tanpa tahu penyebabnya? Kaki dan tangan yang lemas seringkali membuat khawatir karena dapat mengganggu aktivitas yang dilakukan. Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja, baik usia muda maupun tua. Namun, yang perlu diperhatikan adalah jika kaki dan tangan yang lemas menjadi tanda atau gejala awal stroke.
Daftar isi
- Apa Itu Stroke?
- Jenis-jenis Stroke
- Gejala Stroke
- Kapan Harus Mencari Bantuan Medis?
- Pencegahan Stroke
- Referensi Penulisan:
- Pertanyaan Umum Seputar Gejala Stroke dan Kekuatan Anggota Tubuh
- 1. Mengapa kaki dan tangan bisa terasa lemas dan pegal?
- 2. Apakah arti dari kelemahan badan dan kaki?
- 3. Apa yang menyebabkan kaki terasa lemas dan tidak bertenaga?
- 4. Apakah kelemahan pada kaki bisa menjadi tanda stroke?
- 5. Bagaimana ciri-ciri awal dari stroke?
Apa Itu Stroke?

Photo by jcomp from Freepik
Stroke adalah kondisi medis yang terjadi ketika pasokan darah ke otak terganggu atau karena perdarahan yang terjadi di otak. Terganggunya pasokan darah dapat menyebabkan jaringan otak kekurangan oksigen dan nutrisi, sehingga dalam hitungan menit sel-sel otak bisa mulai mati. Sedangkan, perdarahan yang terjadi di otak dapat mengakibatkan tekanan pada sel-sel otak dan merusaknya.
Stroke adalah keadaan darurat yang harus segera ditangani dengan baik. Kondisi yang diabaikan dapat menyebabkan kerusakan otak jangka panjang, cacat, dan bahkan kematian.
Jenis-jenis Stroke
Ada dua jenis utama stroke:
- Stroke Iskemik: Disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah yang menyuplai darah ke otak.
- Stroke Hemoragik: Disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah di otak, menyebabkan pendarahan.
Gejala Stroke
Gejala stroke bervariasi tergantung pada area otak yang terkena. Salah satu tanda yang umum adalah kelemahan atau kelumpuhan tiba-tiba pada kaki dan tangan, biasanya di satu sisi tubuh. Berikut adalah beberapa gejala stroke yang perlu diwaspadai:
- Kelemahan atau kelumpuhan di wajah, lengan, atau kaki, terutama pada satu sisi tubuh.
- Kebingungan atau kesulitan berbicara dan memahami pembicaraan.
- Gangguan penglihatan di satu atau kedua mata.
- Kesulitan berjalan, pusing, kehilangan keseimbangan atau koordinasi.
- Sakit kepala parah tanpa sebab yang jelas.
Kapan Harus Mencari Bantuan Medis?
Jika Anda atau orang di sekitar Anda mengalami gejala-gejala di atas, segera cari bantuan medis. Penanganan yang cepat bisa sangat mempengaruhi hasil akhir dan meningkatkan peluang pemulihan penuh. Anda bisa mulai deteksi dini stroke dengan metode F.A.S.T:
- Face Dropping: Apakah salah satu sisi wajah terkulai ketika tersenyum?
- Arms Weakness: Apakah salah satu lengan lemah atau mati rasa? Coba angkat kedua lengan. Apakah salah satunya turun?
- Speech Difficulty: Apakah bicaranya tidak jelas atau sulit berbicara?
- Time to Call: Jika Anda melihat salah satu dari gejala ini, segera hubungi layanan darurat medis.
Pencegahan Stroke
Pencegahan stroke melibatkan perubahan gaya hidup sehat dan dengan mengelola faktor risikonya. Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:
- Mengontrol tekanan darah: Tekanan darah tinggi adalah salah satu faktor risiko utama stroke.
- Berhenti merokok: Merokok meningkatkan risiko stroke secara signifikan.
- Mengelola diabetes: Kontrol kadar gula darah dapat membantu mencegah komplikasi yang berujung pada stroke.
- Aktivitas fisik: Berolahraga secara teratur dapat meningkatkan kesehatan jantung dan pembuluh darah.
- Diet sehat: Mengonsumsi makanan rendah lemak jenuh, kolesterol, dan garam.
Dengan mengetahui gejala stroke seperti yang sudah dijelaskan di atas, Anda dapat mengambil langkah preventif dan penanganan yang tepat. Berkonsultasilah dengan dokter spesialis kami di Klinik Lamina untuk diagnosis dan pengobatan yang sesuai.
Anda bisa berkonsultasi baik melalui online maupun offline melalui chat ke nomor Whatsapp 0811-1443-599.
Referensi Penulisan:
- National Heart, Lung and Blood Institute. “What is Stroke”, https://www.nhlbi.nih.gov/health/stroke, diakses pada 5 Juni 2024.
- American Stroke Association. “About Stroke”, https://www.stroke.org/en/about-stroke, diakses pada 5 Juni 2024.
- CNBC Indonesia. 2023. “Perhatikan 7 Gejala Ini, Bahaya Stroke Mengintai di Usia Muda”, https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20230107101106-33-403587/perhatikan-7-gejala-ini-bahaya-stroke-mengintai-di-usia-muda, diakses pada 5 Juni 2024.
Pertanyaan Umum Seputar Gejala Stroke dan Kekuatan Anggota Tubuh
1. Mengapa kaki dan tangan bisa terasa lemas dan pegal?
Lemah dan nyeri pada kaki dan tangan dapat disebabkan oleh berbagai masalah kesehatan, termasuk gangguan pada syaraf seperti neuropati perifer atau multiple sclerosis, serta syaraf kejepit. Kondisi ini juga bisa dipicu oleh infeksi virus atau bakteri seperti demam Dengue dan chikungunya.
2. Apakah arti dari kelemahan badan dan kaki?
Kelemahan pada kaki seringkali menunjukkan adanya masalah kesehatan yang serius, seperti stroke atau diabetes. Kondisi ini juga bisa menjadi gejala dari penyakit neurologis seperti multiple sclerosis atau akibat trauma pada tulang belakang.
3. Apa yang menyebabkan kaki terasa lemas dan tidak bertenaga?
Kelemahan kaki yang terasa tidak bertenaga bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kelelahan, dehidrasi, atau kurang aktivitas fisik. Kondisi medis seperti anemia, kekurangan vitamin, stres, atau gangguan saraf seperti saraf tulang belakang yang terjepit juga bisa menjadi penyebab.
4. Apakah kelemahan pada kaki bisa menjadi tanda stroke?
Ya, kelemahan pada kaki merupakan salah satu gejala umum dari stroke. Ini terjadi ketika stroke mempengaruhi area otak yang bertanggung jawab mengatur sinyal saraf untuk kaki, sehingga menyebabkan kelemahan atau kelumpuhan.
5. Bagaimana ciri-ciri awal dari stroke?
Gejala awal stroke seringkali melibatkan kesulitan berbicara, seperti bicara pelo atau tiba-tiba tidak bisa berbicara sama sekali. Penderita mungkin juga tidak dapat memahami apa yang dikatakan orang lain atau berbicara dengan kata-kata yang tidak nyambung.
***
Feature photo by ego_tanfreepix from Freepik