Inilah 5 Olahraga yang Berisiko Sebabkan Saraf Kejepit di Leher

Olahraga yang Rentan Menyebabkan Saraf Kejepit di Leher - Lamina Pain and Spine Center

Berbagai aktivitas atau olahraga tertentu ternyata bisa memicu terjadinya saraf kejepit di leher. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh adanya tekanan berlebih pada saraf oleh jaringan di sekitarnya, seperti otot, tulang, dan ligamen. Kondisi ini dapat menjadi masalah kesehatan yang cukup serius karena dapat mengganggu mobilitas Anda.

Untuk itu, simak beberapa olahraga yang dapat memicu terjadinya saraf kejepit di leher berikut ini.

5 Olahraga yang Berisiko Sebabkan Saraf Kejepit Leher

olahraga rugby - Lamina Pain and Spine Center

Sumber foto: Freepik

Beberapa olahraga yang dapat menyebabkan saraf kejepit diantaranya:

1. Angkat Beban 

Mengangkat beban yang berlebihan atau dengan teknik yang salah dapat menyebabkan saraf kejepit. Ketika melakukan latihan angkat beban, pastikan untuk menggunakan teknik yang benar dan konsultasikan dengan pelatih atau instruktur yang berpengalaman untuk memastikan postur dan gerakan yang benar. 

2. Olahraga Rugby

Olahraga rugby melibatkan benturan dan kontak fisik yang kuat. Benturan yang keras dapat menyebabkan tekanan pada leher dan menyebabkan saraf kejepit. Oleh karena itu, sangat penting untuk menggunakan peralatan pelindung yang tepat dan mengikuti aturan keselamatan dalam olahraga ini.

3. Senam

Senam melibatkan gerakan yang kompleks dan fleksibilitas yang tinggi. Gerakan seperti memutar leher atau melakukan gerakan yang ekstrem dapat menyebabkan saraf terjepit. Penting untuk menjaga kekuatan dan fleksibilitas otot leher serta melakukannya dengan teknik yang benar.

4. Beladiri

Beladiri yang melibatkan teknik lepas tendangan seperti Taekwondo atau Muay Thai dapat meningkatkan risiko saraf kejepit di leher. Gerakan cepat dan tiba-tiba pada leher dapat menyebabkan cedera dan tekanan pada saraf. Pastikan untuk berlatih dengan pelatih yang berpengalaman dan menggunakan perlindungan yang sesuai saat berpartisipasi dalam olahraga ini.

5. Yoga

Beberapa pose yoga melibatkan gerakan yang ekstrim pada leher, seperti pose “sarvangasana” (pose bahu-berdiri) atau “halasana” (pose arado). Jika dilakukan dengan teknik yang tidak benar atau tanpa pemanasan yang memadai, gerakan-gerakan ini dapat memberikan tekanan yang menyebabkan saraf kejepit.

Cara Mengatasi Saraf Kejepit Leher Tanpa Operasi di Rumah Sakit Lamina

Salah satu penanganan saraf kejepit leher yang efektif yaitu dengan CESSYS Joimax. CESSYS atau Cervical Endoscopic Surgical  System merupakan tindakan minimal invasif yang lebih aman dengan panduan kamera khusus pada alat endoskopi.

Kamera ini memudahkan dokter dalam melihat area sumber nyeri dan untuk membuang atau menghilangkan bantalan tulang dan jaringan lainnya yang menekan saraf. 

Keunggulan CESSYS

  • Merupakan tindakan minimal invasif
  • Waktu tindakan relatif singkat sekitar 30-45 menit
  • Risiko komplikasi pasca tindakan lebih kecil
  • Tidak memotong atau merusak jaringan lain
  • Masa pemulihan lebih cepat
  • Tingkat keberhasilan mencapai 95%

Jika Anda mengalami nyeri berkepanjangan dan tak kunjung sembuh, segeralah berkonsultasi dengan dokter spesialis kami di Rumah Sakit Lamina. Untuk informasi lebih lanjut terkait jadwal konsultasi, silakan menghubungi nomor Whatsapp 0811-1443-599.

***

Sumber foto: Freepik

Facebook
WhatsApp
Artikel Terkait
Artikel Populer
Topik Populer