Skiatika adalah kondisi yang terjadi karena adanya gangguan atau tekanan berlebih pada saraf ischiadicus. Saraf ischiadicus merupakan saraf terpanjang dalam tubuh manusia yang berawal dari saraf tulang belakang dan bercabang hingga ke kaki.
Gejala skiatika bisa bervariasi, termasuk nyeri tajam dan menjalar, hingga kesemutan di area pinggang. Untuk mengatasinya, Anda bisa berkonsulatasi dengan dokter spesialis kami di Rumah Sakit Lamina dengan menghubungi nomor Whatsapp 0811-1443-599.
Gejala Skiatika
Berikut ini adalah beberapa gejala skiatika yang sebaiknya Anda waspadai, yaitu:
- Nyeri intens dan menjalar: Skiatika umumnya ditandai oleh rasa nyeri tajam seperti sensasi terbakar, menusuk, dan intens. Bahkan, nyeri ini dapat menjalar dari bagian bawah punggung hingga bagian belakang kaki.
- Kelemahan otot dan kesemutan: Penderita skiatika juga dapat mengalami kelemahan otot atau kesemutan di area yang terkena. Hal ini dapat menyebabkan Anda kesulitan untuk berdiri atau berjalan dengan normal.
- Nyeri memburuk saat duduk atau berdiri: Nyeri skiatika biasanya akan memburuk saat Anda duduk atau berdiri untuk waktu yang lama. Posisi ini dapat meningkatkan tekanan pada saraf ischiadicus dan memperparah gejala.
- Perubahan refleks tendon: Pada kasus yang lebih parah, sciatica dapat memengaruhi refleks tendon di lutut dan pergelangan kaki.
- Ketidakmampuan mengangkat kaki: Pada kondisi yang cukup parah, Anda mungkin akan mengalami kesulitan mengangkat kaki atau jari kaki karena kelemahan otot akibat skiatika.
Penyebab Skiatika

Photo by BillionPhotos from Freepik
Skiatika dapat disebabkan oleh faktor-faktor di bawah ini:
- Herniasi diskus atau menonjolnya bantalan tulang belakang
- Spinal stenosis
- Sindrom piriformis
- Fraktur atau trauma pada bagian tulang panggul
- Tumor
- Spondylolisthesis
Penanganan Skiatika dengan Radiofrekuensi Ablasi
Tahap awal pemeriksaan umumnya melalui anamnesis atau tanya jawab riwayat penyakit dan dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik. Selain pemeriksaan fisik, dokter juga akan menyarankan pemeriksaan radiologis guna menegakkan diagnosis. Hasil diagnosis tersebut yang nantinya akan dokter gunakan untuk menentukan metode pengobatan apa yang sebaiknya dilakukan.
Salah satu metode untuk mengatasi skiatika yaitu dengan radiofrekuensi ablasi. Radiofrekuensi ablasi (RFA) merupakan prosedur minimal invasif yang bekerja dengan menggunakan gelombang panas dari radiofrekuensi untuk merusak serabut saraf agar tidak lagi mengirimkan sinyal nyeri ke otak.
Prosedur ini hanya memakan waktu sekitar 15-30 menit tergantung kondisi Anda, lebih aman dan minim risiko komplikasi, tanpa bius total, tidak merusak jaringan lain di sekitar saraf dan proses penyembuhan yang lebih cepat. Dengan berbagai keunggulan tersebut, rasa nyeri akan hilang dan Anda pun dapat kembali beraktivitas dengan normal.
Itulah tadi penjelasan tentang skiatika dan cara mengatasinya. Gejala skiatika sebaiknya jangan Anda abaikan begitu saja dan penanganan yang tepat sangat penting untuk mencegah risiko komplikasi.
Jika Anda memiliki keluhan nyeri pinggang akibat skiatika, maka segeralah periksakan diri ke dokter spesialis kami di Rumah Sakit Lamina. Rumah Sakit Lamina menggunakan teknologi terkini dan minimal invasif dalam mengatasi gangguan kesehatan, khususnya nyeri tulang belakang. Kami juga memiliki tim dokter spesialis berpengalaman yang akan membantu mengatasi keluhan nyeri Anda.
Untuk informasi lebih lanjut terkait jadwal konsultasi, silakan menghubungi kami melalui nomor Whatsapp 0811 1443 599.
***
Photo by Dragana_Gordic from Freepik








