Di era digital seperti sekarang, penggunaan gadget atau gawai sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.
Mulai dari bekerja, belajar, hingga hiburan, hampir semua aktivitas dilakukan dengan ponsel, tablet, atau laptop. Namun, di balik kemudahan tersebut, terdapat risiko kesehatan yang sering tidak disadari, salah satunya adalah text neck syndrome.
Kondisi ini semakin banyak dialami oleh berbagai kelompok usia, bahkan pada usia produktif. Jika dibiarkan, text neck syndrome akibat penggunaan gadget berlebihan dapat memicu nyeri kronis dan gangguan tulang belakang yang serius.
Daftar Isi Artikel
Apa Itu Text Neck Syndrome
Text neck syndrome adalah kondisi nyeri dan gangguan pada leher, bahu, serta punggung atas akibat posisi kepala yang terlalu sering menunduk dalam waktu lama, terutama saat menggunakan gadget.
Saat kepala menunduk, beban yang ditanggung oleh tulang leher (servikal) meningkat drastis dibandingkan posisi tegak normal.
Tekanan berulang inilah yang menyebabkan otot leher tegang, sendi mengalami stres berlebih, dan dalam jangka panjang dapat memicu perubahan struktur tulang belakang.
Text neck syndrome tidak hanya menimbulkan rasa pegal biasa, tetapi juga dapat berkembang menjadi kondisi kronis yang memengaruhi kualitas hidup, produktivitas kerja, hingga kesehatan saraf.
Penyebab Text Neck Syndrome
Beberapa faktor utama yang menjadi penyebab text neck syndrome antara lain:
- Postur tubuh yang salah saat menggunakan gadget
Kebiasaan menundukkan kepala saat mengetik atau membaca layar ponsel menjadi penyebab paling umum. - Durasi penggunaan gadget yang terlalu lama
Menggunakan gadget berjam-jam tanpa jeda membuat otot leher bekerja terus-menerus tanpa relaksasi. - Posisi duduk yang tidak ergonomis
Duduk membungkuk, tanpa sandaran yang baik, memperberat tekanan pada leher dan tulang belakang. - Kurangnya aktivitas fisik
Otot leher dan punggung yang jarang dilatih akan lebih mudah mengalami ketegangan dan cedera. - Penggunaan gadget sejak usia dini
Anak-anak dan remaja yang terbiasa menggunakan gadget dengan postur salah berisiko mengalami kelainan postur lebih awal.
Text Neck Syndrome Akibat Penggunaan Gadget Berlebihan
Penggunaan gadget berlebihan memiliki dampak yang jauh lebih besar daripada sekadar pegal di leher. Beberapa akibat text neck syndrome yang sering terjadi antara lain:
- Nyeri leher dan bahu kronis
Nyeri dapat menetap dan semakin parah, terutama saat bangun tidur atau setelah bekerja lama. - Sakit kepala tegang (tension headache)
Ketegangan otot leher dapat menjalar ke kepala dan memicu sakit kepala berulang. - Kaku dan keterbatasan gerak leher
Leher terasa sulit digerakkan ke kanan dan kiri atau saat menengadah. - Gangguan postur tubuh
Posisi kepala yang terus maju ke depan dapat menyebabkan postur bungkuk permanen. - Penekanan saraf leher
Dalam kasus tertentu, text neck syndrome dapat berkembang menjadi saraf terjepit di leher yang menimbulkan kesemutan, nyeri menjalar ke lengan, hingga kelemahan otot.
Jika kondisi ini terus diabaikan, risiko kerusakan struktur tulang dan sendi leher akan semakin meningkat.
Langkah Mudah Mencegah Text Neck Syndrome
Berikut ini adalah beberapa langkah mudah yang dapat dilakukan untuk mencegah text neck syndrome:
- Posisikan gadget sejajar dengan mata
Hindari menundukkan kepala terlalu lama. Angkat ponsel atau layar agar sejajar dengan pandangan mata. - Batasi durasi penggunaan gadget
Terapkan aturan istirahat setiap 20–30 menit untuk mengurangi ketegangan otot leher. - Perbaiki postur duduk
Duduk tegak dengan punggung tersangga, bahu rileks, dan leher dalam posisi netral. - Gunakan meja dan kursi ergonomis
Pastikan tinggi meja dan kursi mendukung posisi tubuh yang benar saat bekerja atau belajar. - Lakukan peregangan leher secara rutin
Gerakkan leher ke kanan, kiri, atas, dan bawah secara perlahan untuk menjaga fleksibilitas otot. - Perkuat otot leher dan punggung atas
Latihan ringan secara rutin membantu menopang kepala dan menjaga stabilitas tulang leher. - Hindari menggunakan gadget sambil tiduran
Posisi ini meningkatkan tekanan pada leher dan tulang belakang. - Kurangi kebiasaan menunduk tanpa sadar
Sadari postur tubuh saat membaca pesan, bermain media sosial, atau menonton video. - Jaga aktivitas fisik harian
Tetap aktif bergerak agar otot dan sendi tidak kaku akibat terlalu lama duduk. - Segera konsultasi jika muncul nyeri leher berulang
Pemeriksaan dini membantu mencegah text neck syndrome berkembang menjadi gangguan saraf atau tulang belakang yang lebih serius.
Cara Mengatasi Text Neck Syndrome
Penanganan text neck syndrome sebaiknya dilakukan sedini mungkin untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Kabar baiknya, sebagian besar kasus dapat ditangani tanpa operasi, terutama jika ditangani secara komprehensif.
Di Rumah Sakit Lamina, penanganan text neck syndrome dilakukan dengan pendekatan non-operatif yang berfokus pada perbaikan fungsi, postur, dan struktur tulang belakang, antara lain:
1. Evaluasi menyeluruh oleh dokter spesialis
Pasien akan menjalani pemeriksaan klinis dan penunjang untuk mengetahui tingkat gangguan otot, sendi, dan saraf secara akurat.
2. Terapi konservatif dan rehabilitasi medis
Program fisioterapi disesuaikan dengan kondisi pasien untuk mengurangi nyeri, melemaskan otot, serta memperbaiki postur leher dan bahu.
3. Terapi intervensi non-bedah
Pada kasus tertentu, dapat dilakukan tindakan minimal invasif untuk mengurangi peradangan dan nyeri tanpa perlu operasi besar.
4. Edukasi postur dan ergonomi
Pasien dibimbing untuk memperbaiki kebiasaan sehari-hari, termasuk cara menggunakan gadget yang benar agar keluhan tidak berulang.
5. Pendekatan holistik tulang belakang
Tidak hanya mengatasi nyeri, tetapi juga memperbaiki keseimbangan struktur tulang dan sendi agar pemulihan lebih optimal dan berkelanjutan.
Dengan metode tanpa operasi ini, pasien dapat kembali beraktivitas dengan nyaman tanpa harus menjalani tindakan bedah yang berisiko lebih tinggi.
Jika Anda memilki keluhan di leher yang tak kunjung membaik, segeralah berkonsultasi dengan dokter spesialis di Rumah Sakit Lamina.
Untuk informasi lebih lanjut terkait jadwal konsultasi, silakan hubungi kami melalui nomor Whatsapp 0811-1443-599.
****
Frequently Asked Question (FAQ)
1. Apakah text neck syndrome bisa sembuh total?
Ya, text neck syndrome sangat mungkin membaik bahkan sembuh jika ditangani sejak dini dan disertai perubahan kebiasaan penggunaan gadget serta terapi yang tepat.
2. Apakah text neck syndrome hanya dialami oleh pekerja kantoran?
Tidak. Kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja, termasuk pelajar, mahasiswa, ibu rumah tangga, hingga anak-anak yang sering menggunakan gadget dalam posisi menunduk.
3. Kapan harus ke dokter untuk text neck syndrome?
Segera konsultasikan ke dokter jika nyeri leher berlangsung lebih dari beberapa hari, sering kambuh, disertai sakit kepala, kesemutan, atau nyeri menjalar ke lengan. Penanganan dini dapat mencegah kondisi menjadi lebih serius.








