Sering Merasa Nyeri di Tulang Belakang Bawah, Gejala Penyakit Apa?

nyeri tulang belakang bawah

Apakah Anda sering merasakan nyeri tulang belakang bawah yang berdampak pada mobilitas yang dilakukan? Rasa sakit pada tulang belakang bawah memang bisa sangat mengganggu kenyamanan dan aktivitas harian. Pada beberapa kasus, nyeri ini bahkan bisa menjalar ke bokong, paha dan kaki. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui apa penyebab dan cara mengatasinya. Mau tahu lebih lanjut? Yuk, simak ulasannya di artikel ini!

Mengetahui Penyebab Nyeri Tulang Belakang Bawah

Rasa nyeri pada tulang belakang bawah sering menyebabkan keluhan nyeri punggung bawah (low back pain), dan terkadang sakitnya bisa meluas hingga ke tungkai. Penyebabnya pun beragam, namun biasanya timbul akibat adanya gangguan pada struktur jaringan otot, tulang, ligamen, sendi, saraf atau sumsum tulang belakang.

Sakit tulang belakang bisa terjadi pada siapapun tanpa mengenal usia. Mulai dari anak-anak, remaja hingga dewasa. Meski demikian, keluhan nyeri ini paling sering menyerang orang dewasa yang berusia 30-50 tahun.

Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan sakit tulang belakang bawah, antara lain:

  • Otot yang menegang akibat mengangkat benda berat dengan posisi salah, keseleo/ terkilir atau melakukan gerakan mendadak atau tiba-tiba.
  • Gangguan pada struktur tulang belakang karena adanya kelainan atau kerusakan struktur jaringan, seperti radang sendi, osteoporosis, skoliosis atau cedera tulang belakang.
  • Stenosis spinal, yaitu kondisi ketika rongga tulang belakang mengalami penyempitan sehingga menekan saraf tulang belakang. Stenosis spinal terjadi karena kelainan genetik, proses penuaan pada tulang belakang, skoliosis atau cedera.
  • Infeksi tulang belakang. Kondisi ini disebabkan oleh beberapa hal, seperti infeksi bakteri Staphylococcus dan Eschericia Coli. Infeksi bakteri tersebut dapat menyebabkan spondilitis atau abses epidural yang berisiko merusak struktur jaringan tulang belakang.
  • Saraf kejepit. Kondisi ini terjadi ketika bantalan tulang belakang menonjol keluar dan menekan saraf tulang belakang. Saraf kejepit bisa menimbulkan nyeri yang menjalar keluar dari area yang terkena, kebas, kesemutan, hingga kelemahan otot.
Baca Juga:  Bertahun-tahun Alami Nyeri Bokong Akhirnya Sembuh Tuntas dengan Endoskopi Joimax!

Gejala Nyeri Tulang Belakang Bawah

Apabila Anda mengalami nyeri tulang belakang bawah, gejala yang muncul antara lain:

  • Nyeri punggung seperti tertusuk atau tersetrum listrik
  • Nyeri menjalar mulai dari bokong hingga ke tungkai
  • Sakit ketika duduk atau berjalan dan membaik saat berbaring
  • Kram, kebas atau kesemutan pada punggung bawah
  • Kesulitan berjalan atau menggerakkan anggota tubuh terutama area punggung bawah

Diagnosis dan Penanganan

Sakit tulang belakang bawah bisa semakin memburuk jika Anda hanya membiarkannya. Oleh karena itu, jika merasakan keluhan ini, sebaiknya periksakan diri ke dokter. Hal ini untuk mencegah nyeri berkepanjangan yang akan berdampak buruk bagi kesehatan.

Untuk memberikan diagnosis penyakit, dokter akan melakukan tanya jawab terkait riwayat kesehatan dan gejala serta melakukan pemeriksaan fisik dan penunjang, seperti Rontgen atau MRI. Selanjutnya pengobatan akan disesuaikan dengan penyebabnya dan lokasi nyeri di area tulang belakang.

Jika gejala belum terlalu parah, dokter mungkin akan merekomendasikan obat-obatan atau fisioterapi. Namun, apabila rasa nyeri sudah tidak tertahankan, dokter akan merekomendasikan pengobatan lainnya, seperti radiofrekuensi ablasi.

Dalam melakukan prosedur radiofrekuensi ablasi (RFA), dokter akan menggunakan perangkat X-Ray fluoroskopi guna mengidentifikasi lokasi nyeri. Alat ini juga berfungsi untuk memandu jarum ke lokasi tersebut. Setelah bius lokal, jarum khusus yang cukup tipis akan masuk dengan aliran gelombang radio untuk mencegah sinyal rasa sakit melewati saraf dan menuju ke otak. RFA terbukti efektif dalam mengurangi rasa nyeri pada area punggung dan punggung bawah, sehingga cocok bagi Anda yang memiliki keluhan tersebut.

Dengan waktu tindakan yang singkat dan risiko komplikasi minimal, pasien dapat langsung pulang tanpa perlu menjalani rawat inap.

Baca Juga:  Gejala Penyempitan Saraf Tulang Belakang atau Stenosis Spinal

Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi Assistance Center Lamina Pain and Spine Center pada nomor yang tertera. Yuk, chat dan konsultasi sekarang dengan dokter kami untuk hidup lebih sehat bebas nyeri!

Simak video penjelasan berikut tentang radiofrekuensi ablasi oleh dr.Mahdian Nur Nasution, dokter spesialis bedah saraf di Klinik Lamina Pain and Spine Center:

Share via:
Artikel Terkait
Promo Terbaru
Artikel Populer
Topik Populer