Sempat Takut Operasi Saraf Kejepit di Leher, Pak Andreas Temukan Harapan Baru di Lamina 

Saraf Kejepit Leher

Saraf kejepit di leher bukan hanya menimbulkan rasa nyeri, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas bahkan berisiko menyebabkan gangguan saraf serius jika tidak ditangani dengan tepat. Hal inilah yang dialami oleh Pak Andreas, seorang pasien yang merasakan langsung betapa menyiksanya saraf kejepit di area leher atau HNP servikal. 

Melalui pengalamannya, Pak Andreas membagikan kisah perjuangannya menemukan solusi pengobatan yang tepat hingga akhirnya merasakan pemulihan signifikan bersama Rumah Sakit Lamina.

Nyeri Leher Akibat Saraf Kejepit yang Sangat Mengganggu Aktivitas 

Pak Andreas menjelaskan bahwa saraf kejepit yang dialaminya berada di bagian leher, kondisi yang menurutnya jauh lebih menyiksa dibandingkan nyeri punggung.

“Kalau punggung sakit masih bisa rebahan. Tapi kalau leher yang kejepit saraf, mau menoleh saja rasanya seperti disayat dari dalam,” ungkapnya.

Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai HNP servikal, yaitu saraf kejepit di leher yang termasuk area paling berisiko. Pasalnya, dari bagian inilah seluruh sinyal saraf dikirim ke tubuh. Jika terlambat ditangani, risiko gangguan saraf hingga kelumpuhan bisa terjadi.

Ketakutan terbesar Pak Andreas adalah kemungkinan menjalani operasi besar. Ia mengetahui bahwa metode operasi konvensional pada leher umumnya dilakukan melalui sayatan dari depan, yang berisiko mengenai pita suara dan saluran pernapasan.

Sudah Menjalani Fisioterapi 1,5 Tahun, Namun Hasilnya Belum Maksimal

Sebelum mengenal Rumah Sakit Lamina, Pak Andreas telah berusaha mencari kesembuhan melalui berbagai cara. Salah satunya adalah menjalani fisioterapi secara rutin selama kurang lebih 1,5 tahun. Selain itu, ia juga sempat mencoba terapi lain seperti TMS.

Namun, berbagai upaya tersebut belum memberikan hasil yang optimal. Nyeri masih sering dirasakan dan aktivitas tetap terbatas. Kondisi ini membuat Pak Andreas terus mencari alternatif pengobatan yang lebih efektif, namun tetap aman dan minim risiko.

Mengenal Rumah Sakit Lamina dari YouTube dan Teknologi Joimax 

Titik terang mulai muncul ketika Pak Andreas melihat tayangan YouTube yang menampilkan dr. Mahdian, dokter spesialis bedah saraf, yang diwawancarai oleh Helmy Yahya. Dalam tayangan tersebut, dr. Mahdian menjelaskan mengenai teknologi Joimax, alat medis asal Jerman yang sudah digunakan di Indonesia sejak tahun 2017.

Teknologi Joimax dikenal sebagai metode minimal invasif yang sangat presisi, tanpa sayatan besar, dan bertujuan mengatasi saraf kejepit secara langsung pada sumber masalahnya.  

“Dari video itu, secara psikologis saya makin percaya bahwa sumber sakitnya memang bisa diangkat tanpa operasi besar,” ujar Pak Andreas.

Rumah Sakit Lamina sendiri dikenal sebagai pionir penanganan nyeri dan saraf kejepit dengan teknologi minimal invasif di Indonesia. Hal inilah yang akhirnya mendorong Pak Andreas untuk datang langsung, berkonsultasi, dan mencari tahu lebih jauh mengenai penanganan yang tersedia.

Menjalani Tindakan Joimax Untuk Sembuhkan Saraf Kejepitnya 

Setelah menjalani konsultasi dan pemeriksaan, Pak Andreas memutuskan untuk menjalani tindakan minimal invasif menggunakan teknologi Joimax. Tindakan dilakukan langsung oleh dr. Mahdian, dokter spesialis bedah saraf yang telah menangani ribuan pasien saraf kejepit. 

Prosedur ini dilakukan tanpa operasi besar dan tanpa sayatan lebar. Bahkan, sayatan yang digunakan hanya sekitar 7 milimeter, jauh berbeda dengan prosedur bedah konvensional. 

Yang paling mengejutkan bagi Pak Andreas adalah kondisi setelah tindakan. 

“Begitu selesai tindakan, saya langsung bisa jalan,” tuturnya.

Nyeri Berkurang Drastis, Aktivitas Kembali Normal 

Hanya dalam hitungan hari setelah tindakan, Pak Andreas merasakan perubahan yang sangat signifikan. Nyeri di leher yang sebelumnya begitu menyiksa kini hampir tidak dirasakan lagi. 

“Selama empat hari ini saya merasakan betul nyerinya langsung hilang,” katanya. 

Ia bahkan sudah diperbolehkan pulang pada hari keempat setelah tindakan, dan sebenarnya bisa saja pulang lebih cepat jika menginginkan. Pengalaman ini benar-benar mengubah pandangannya terhadap penanganan saraf kejepit.

Menurut Pak Andreas, selama ini banyak orang, termasuk dirinya, mengira bahwa operasi bedah saraf selalu memiliki risiko tinggi dengan peluang sembuh yang tidak pasti. Namun, teknologi yang ia jalani justru memberikan pengalaman yang sangat berbeda.

Pengalaman yang Mengubah Pandangan Pengobatan Saraf Kejepit 

Pak Andreas mengaku sangat terkesan dengan pelayanan dan pendekatan yang diberikan oleh Rumah Sakit Lamina. Mulai dari penjelasan dokter yang jelas, proses tindakan yang terarah, hingga perhatian terhadap kenyamanan pasien. 

“Menurut saya ini rumah sakit yang benar-benar memperhatikan kebutuhan pasien. Orang datang ke sini itu ingin sembuh, dan ketika diterima dengan baik, secara perasaan sebenarnya sudah sembuh,” ungkapnya. 

Pengalaman ini menjadi bukti bahwa perkembangan teknologi medis telah membuka peluang kesembuhan yang lebih aman, cepat, dan minim risiko bagi pasien saraf kejepit, termasuk pada area leher yang selama ini dianggap berisiko tinggi.

Rumah Sakit Lamina, Solusi Modern untuk Saraf Kejepit 

Kisah Pak Andreas menunjukkan bahwa dengan penanganan yang tepat dan teknologi yang sesuai, saraf kejepit tidak selalu harus ditangani dengan operasi besar. Teknologi Joimax yang digunakan di Rumah Sakit Lamina menjadi salah satu solusi efektif untuk membantu pasien kembali beraktivitas dengan kualitas hidup yang lebih baik. Kisah Pak

Andreas menunjukkan bahwa dengan penanganan yang tepat dan teknologi yang sesuai, saraf kejepit tidak selalu harus ditangani dengan operasi besar. Teknologi Joimax yang digunakan di Rumah Sakit Lamina menjadi salah satu solusi efektif untuk membantu pasien kembali beraktivitas dengan kualitas hidup yang lebih baik.  

Bagi Anda yang mengalami keluhan saraf kejepit, khususnya di leher, dan belum mendapatkan hasil optimal dari pengobatan sebelumnya, kisah ini dapat menjadi referensi penting untuk mempertimbangkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat. Untuk informasi lebih lanjut terkait saraf kejepit dan pilihan penanganannya, Anda dapat membuat janji konsultasi dengan tim Rumah Sakit Lamina melalui nomor WhatsApp 0811-1443-599.

Facebook
WhatsApp
Artikel Terkait
Artikel Populer
Topik Populer