Seorang dokter asal Jakarta, Bapak Jefri mengalami saraf kejepit di leher yang menjalar sampai ke pundak sekitar empat bulan lamanya. Rasa nyeri tersebut terus memburuk sampai membuatnya kesulitan untuk menggerakkan leher. Kondisi ini tentu sangat mengganggu karena mobilitasnya pun jadi terhambat.
Daftar isi
- Apa Penyebab Nyeri Leher?
- Gejala yang Dirasakan
- Alasan Bapak Jefri Memilih Lamina untuk Mengobati Saraf Kejepit
- Prosedur Endoskopi Joimax
- Kata Pasien tentang Lamina
- FAQ: Pertanyaan Seputar Saraf Kejepit Di Leher
- Apa saja gejala yang dialami ketika saraf kejepit terjadi di leher?
- Apakah saraf kejepit di leher bisa sembuh tanpa operasi?
- Apa dampak yang dirasakan jika terjadi penyempitan akar saraf pada tulang leher?
- Apakah semua kasus saraf kejepit di leher harus dioperasi?
- Obat apa yang biasa digunakan untuk mengatasi saraf kejepit di leher?
Apa Penyebab Nyeri Leher?
Nyeri leher dapat disebabkan oleh banyak faktor, misalnya otot leher tegang, cedera, postur yang buruk, arthritis, maupun kondisi medis lainnya. Kondisi medis seperti spinal stenosis, skoliosis, kifosis, ataupun saraf kejepit dapat menjadi pemicu rasa sakit hebat di bagian leher.
Gejala yang Dirasakan
Ny. Lidya, sang istri mengungkapkan bahwa Bapak Jefri mulai merasakan nyeri hebat di leher satu minggu belakangan. Bahkan, rasa nyeri tersebut sudah menjalar ke pundak sebelah kiri. Selain rasa nyeri, beliau juga mengalami kebas yang sudah terasa sampai ke ujung jari.
Dokter spesialis bedah saraf di Lamina, dr Faisal, M. Ked (Neurosurg), Sp.BS, juga menjelaskan bahwa setelah dilakukan pemeriksaan fisik dan MRI, Bapak Jefri mengalami saraf kejepit di tulang belakang bagian leher.
Alasan Bapak Jefri Memilih Lamina untuk Mengobati Saraf Kejepit
Bapak Jefri mempercayakan pengobatan saraf kejepit di Lamina karena mendapatkan rekomendasi dari seorang temannya.
Berdasarkan hasil diagnosis, dokter akhirnya menyarankan beliau untuk melakukan tindakan minimal invasif yaitu endoskopi Joimax.
Dr. Faisal juga mengungkapkan bahwa tekanan pada saraf Pak Jefri lumayan besar sehingga menyebabkan sarafnya menjadi gepeng atau pipih. Kondisi inilah yang sangat berbahaya karena menyebabkan sakit hebat dan menjalar ke bagian tubuh lainnya.
Prosedur Endoskopi Joimax
Saat melakukan prosedur, dokter mengangkat atau mengambil jaringan lunak yang menekan saraf. Tindakan endoskopi Joimax berlangsung cukup singkat hanya sekitar 20 menit. Endoskopi Joimax sangat efektif dalam menyembuhkan saraf kejepit karena bukan merupakan operasi bedah terbuka sehingga lebih minim risiko.
Keunggulan yang dimiliki antara lain hanya memerlukan satu sayatan kecil, tidak merusak jaringan di sekitar saraf, risiko komplikasi dan infeksi rendah serta proses pemulihan yang lebih cepat.
Setelah tindakan, dokter melakukan observasi dan hasilnya nyeri saraf kejepit langsung hilang.
Kata Pasien tentang Lamina
“Penanganannya cepat dan dokter juga sangat jelas dalam menjelaskan tentang risiko, pemulihan dan cara mencegah kondisi ini terjadi lagi,” kata istri Pak Jefri.
Pak Jefri juga mengungkapkan bahwa metode endoskopi Joimax sangat membantu dalam mengatasi saraf kejepit leher dan menjadi alternatif pengobatan yang tepat.
“Fasilitasnya juga memadai, pelayanan sebelum dan pasca tindakan juga sangat baik,” tambah Pak Jefri.
Hanya di Lamina Pain and Spine Center, pengobatan saraf kejepit tanpa operasi, tanpa rawat inap, dan langsung ditangani oleh dokter spesialis bedah saraf berpengalaman dan profesional.
***
Feature photo by Lamina Pain and Spine Center
FAQ: Pertanyaan Seputar Saraf Kejepit Di Leher
Apa saja gejala yang dialami ketika saraf kejepit terjadi di leher?
Gejala saraf kejepit di leher biasanya ditandai dengan nyeri yang menjalar ke area tubuh lain yang terhubung dengan saraf yang sama. Selain nyeri, penderita juga sering mengalami kebas, kesemutan, hingga mati rasa. Seperti yang dialami Bapak Jefri, nyeri tersebut bahkan bisa menjalar hingga ke pundak dan ujung jari.
Apakah saraf kejepit di leher bisa sembuh tanpa operasi?
Ya, saraf kejepit di leher bisa sembuh tanpa operasi melalui istirahat, obat-obatan, terapi fisik, atau kompres. Namun, jika kondisi tidak membaik atau semakin parah, tindakan medis seperti endoskopi Joimax yang ditawarkan di Lamina Pain and Spine Center bisa menjadi solusi efektif dengan risiko minimal dan pemulihan yang cepat.
Apa dampak yang dirasakan jika terjadi penyempitan akar saraf pada tulang leher?
Penyempitan akar saraf di tulang leher dapat menyebabkan ruas tulang belakang menjepit saraf atau merusak tulang belakang itu sendiri. Hal ini memicu gejala seperti nyeri, kaku, mati rasa, atau lemas pada leher, lengan, dan kaki. Seperti pada kasus Bapak Jefri, tekanan besar pada saraf menyebabkan saraf menjadi gepeng dan menimbulkan nyeri hebat.
Apakah semua kasus saraf kejepit di leher harus dioperasi?
Tidak semua kasus saraf kejepit di leher memerlukan operasi. Jika gejala masih ringan dan terjadi dalam waktu singkat, perawatan non-operasi seperti obat dan terapi bisa dilakukan. Namun, untuk kasus yang lebih parah, tindakan minimal invasif seperti endoskopi Joimax di Lamina Pain and Spine Center dapat menjadi pilihan tepat, seperti yang dialami Bapak Jefri.
Obat apa yang biasa digunakan untuk mengatasi saraf kejepit di leher?
Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) seperti ibuprofen, natrium diklofenak, atau celecoxib sering digunakan untuk meredakan nyeri akibat saraf kejepit. Namun, jika obat-obatan tidak cukup efektif, prosedur medis seperti endoskopi Joimax bisa dipertimbangkan untuk penanganan yang lebih lanjut.