Kifosis adalah kelainan tulang belakang. Sebenarnya kondisi ini termasuk dalam kelainan dalam sudut kelengkungan tulang belakang.
Umumnya kelainan pada tulang belakang terdiri dari 3 jenis, yakni: skoliosis (kelengkungan tulang belakang yang abnormal ke arah samping), kifosis (tulang belakang yang abnormal ke arah depan), dan lordosis (kelainan tulang belakang terutama bagian punggung bawah bengkok).
Kifosis berasal dari bahasa Yunani yaitu ‘kyphos’ yang berarti punuk.
Untuk kifosis sendiri memiliki istilah lain sebagai roundback atau bungkuk. Segala usia bisa mengalaminya namun seringkali terjadi selama usia remaja.
Kelainan pada tulang belakang yang menyebabkan tubuh menjadi bungkuk ini dapat membuat tubuh tampak membungkuk secara tidak wajar atau humpback/hunchback.
Daftar isi
- Tulang Belakang
- Jenis Kifosis
- Ciri Ciri Kifosis
- Penyebab Kifosis Adalah
- Komplikasinya Apa Saja?
- Cara Menyembuhkan Kifosis Adalah
- Cara Mencegah Kifosis
- Pertanyaan Seputar Kifosis dan Cara Mengatasinya
- Apa yang dimaksud dengan kifosis?
- Apa perbedaan antara lordosis, kifosis, dan skoliosis?
- Apakah kifosis bisa disembuhkan?
- Apa saja penyebab badan bungkuk?
- Bagaimana cara memperbaiki postur tubuh agar tidak bungkuk?
Tulang Belakang
Tulang belakang terdiri dari 3 segmen yaitu servikal (leher), torakal (punggung atas) dan lumbar (pinggang).

Sudut kelengkungan alami tulang belakang berada dalam kisaran 25-40 derajat). Jika dari belakang, tulang belakang akan tampak lurus. Namun, tulang belakang yang terkena kifosis menunjukkan bagian punggung atas akan melengkung ke depan secara berlebihan sehingga tampak membungkuk.
Jenis Kifosis
1.Kifosis postural (postural kyphosis)
Kondisi ini terjadi pada segmen toraks (area dada) dengan sudut kelengkungan tulang belakang melebihi dari 50 derajat. Jenis ini biasanya fleksibel dan sering membaik dengan olahraga atau program latihan fisik.
2.Kifosis Scheuermann
Kelainan sudut kelengkungan ini merupakan kifosis idiopatik.
Bila sudut kelengkungan tulang belakang lebih dari 40 derajat maka termasuk dalam kifosis Scheuermann dan dapat memburuk seiring dengan proses pertumbuhan. Namanya berasal dari nama dokter ortopedi Denmark yaitu Holger Werfel Scheuermann tahun 1920.
Sudut yang berlebihan ini dapat membuat anak tidak dapat berada dalam posisi tegak atau tidak dapat menegakkan badan sehingga tampak bungkuk.
3.Kifosis kongenital
Jenis ini terjadi akibat kelainan perkembangan tulang belakang sejak bayi masih berada dalam rahim. Penyebab pastinya belum diketahui, namun kemungkinan berkaitan dengan genetik.
Ciri Ciri Kifosis
Penyakit tulang belakang ini dapat menimbulkan beberapa gejala antara lain nyeri pada tulang belakang, kelelahan dan kadang tidak dapat bergerak dengan leluasa.
Bila tidak mendapatkan penanganan yang tepat, kifosis dapat berdampak berat misalnya gangguan pernapasan (sesak napas), gangguan pencernaan, gerakan tubuh menjadi terbatas, mengganggu penampilan.
Ciri-ciri lainnya antara lain:
- Tinggi bahu kiri dan kanan berbeda
- Tulang belikat (skapula) yang berbeda, misalnya yang satu lebih menonjol
- Saat membungkuk, tinggi punggung atas lebih tinggi daripada normalnya
- Otot hamstring menegang
- Nyeri pada tulang belakang namun secara signifikasn dapat berdampak pada aktivitas harian
Penyebab Kifosis Adalah
Kondisi ini bisa terjadi sejak lahir atau didapat kemudian yang mungkin penyebabnya adalah:
- Gangguan proses metabolisme tubuh
- Kondisi neuromuskular
- Osteogenesis imperfect, kondisi yang menyebabkan tulang sangat mudah patah
- Spina bifida
- Osteoporosis
- Spondilosis
- Adanya infeksi tuberkulosis (TBC) pada tulang belakang
- Kanker yang tumbuh pada tulang belakang atau menyebar pada area tulang belakang
- Cedera pada tulang belakang
- Distrofi otot yang mengakibatkan kelemahan otot secara progresif
Komplikasinya Apa Saja?
Biasanya muncul pada kasus-kasus yang berat, antara lain nyeri menetap yang tidak dapat mereda dengan obat. Kemudian kesulitan bernapas akibat tulang belakang menekan paru dan saluran napas.
Ada kalanya kelainan tulang belakang ini dapat menyebabkan saraf tulang belakang yang terjepit sehingga mengganggu sinyal saraf dan mengakibatkan gejala seperti kebas dan melemahnya otot lengan dan kaki. Begitu pula dengan keseimbangan dan mengganggu fungsi buang air besar dan buang air kecil.
Cara Menyembuhkan Kifosis Adalah
Penyembuhannya bergantung pada beberapa faktor antara lain usia, penyebab, derajat keparahan atau sudut kelengkungan tulang belakang.
Kemungkinan dokter akan merekomendasikan program latihan yang berfokus pada penguatan otot-otot inti dan meregangkan serta menguatkan otot-otot ekstensor tulang belakang. Biasanya program latihan ini bisa membantu mengatasi nyeri akibat kifosis.
Lainnya adalah korset khusus skoliosis. Korset ini akan dibuat secara khusus sesuai dengan sudut Cobb Anda yang akan dokter ukur saat melakukan pemeriksaan fisik.
Indikasi penggunaan korset adalah pada usia pertumbuhan dengan sudut lebih dari 65 derajat. Dokter biasanya akan merekomendasikan penggunaan korset selama 23 jam.
Bila sudut kelengkunan tulang belakang sangat berat, kemungkinan dokter akan merekomendasikan tindakan bedah.
Cara Mencegah Kifosis
Kifosis postural mungkin bisa dicegah dengan menjaga postur tubuh agar tulang belakang tetap terjaga.
Lakukan berikut ini:
- Hindari duduk membungkuk
- Duduk tegak dan bila memungkinkan letakkan bantal pada pinggang
- Hindari membawa benda berat
- Melakukan olahraga secara rutin untuk menjagar tulang belakang tetap kuat dan fleksibel, misalnya dengan olahraga, lari, jalan kaki, yoga.
Pertanyaan Seputar Kifosis dan Cara Mengatasinya
Apa yang dimaksud dengan kifosis?
Kifosis adalah kelainan pada tulang belakang yang menyebabkan punggung atas melengkung ke depan secara berlebihan. Normalnya, sudut kelengkungan tulang belakang berada dalam kisaran 25-40 derajat. Namun, pada kifosis, sudut ini melebihi batas normal sehingga membuat postur tubuh tampak membungkuk. Kifosis dapat terjadi pada berbagai usia dan memiliki beberapa jenis, seperti kifosis postural, kifosis Scheuermann, dan kifosis kongenital.
Apa perbedaan antara lordosis, kifosis, dan skoliosis?
Ketiga kondisi ini merupakan kelainan bentuk kelengkungan tulang belakang yang berbeda:
Skoliosis: Tulang belakang melengkung ke samping dalam bentuk huruf “S” atau “C”. Penyebabnya dapat berasal dari faktor genetik, neuromuskular, atau cedera pada tulang belakang.
Lordosis: Lengkungan tulang belakang yang berlebihan ke dalam, terutama di bagian leher dan punggung bawah. Penyebabnya bisa berupa osteoporosis, obesitas, dan spondylolisthesis.
Kifosis: Tulang belakang bagian punggung atas melengkung ke depan secara berlebihan, yang dapat disebabkan oleh kelemahan otot, osteoporosis, atau gangguan perkembangan tulang.
Apakah kifosis bisa disembuhkan?
Tingkat keberhasilan pengobatan kifosis tergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya. Jika kifosis terjadi akibat postur tubuh yang buruk, maka kondisi ini dapat diperbaiki dengan latihan fisik, peregangan, dan penggunaan korset khusus. Namun, jika kifosis disebabkan oleh kondisi bawaan atau degeneratif seperti osteoporosis, perawatan medis lebih lanjut mungkin diperlukan, termasuk terapi fisik, penggunaan korset, atau bahkan operasi pada kasus yang berat.
Apa saja penyebab badan bungkuk?
Badan bungkuk bisa terjadi karena berbagai faktor, di antaranya:
Kelainan bawaan pada tulang belakang, seperti kifosis kongenital.
Kebiasaan duduk dengan postur yang buruk.
Sering membawa beban berat di pundak.
Kurang berolahraga sehingga otot punggung melemah.
Osteoporosis yang menyebabkan tulang belakang lebih rapuh dan mudah melengkung.
Bagaimana cara memperbaiki postur tubuh agar tidak bungkuk?
Beberapa langkah yang dapat membantu memperbaiki postur tubuh dan mencegah kifosis antara lain:
Menggunakan korset jika diperlukan: Untuk kasus kifosis dengan sudut kelengkungan yang signifikan, penggunaan korset dapat membantu mengoreksi postur selama masa pertumbuhan.
Menjaga postur tubuh saat duduk dan berdiri: Usahakan duduk tegak dengan posisi punggung lurus dan tidak membungkuk.
Melakukan latihan peregangan dan penguatan otot: Stretching di pagi hari, yoga, serta latihan penguatan otot inti dapat membantu memperbaiki postur tubuh.
Menggunakan alas tidur dan bantal yang mendukung postur tubuh: Pilih kasur dan bantal yang dapat menjaga posisi tulang belakang tetap netral saat tidur.
Menghindari sepatu hak tinggi: Penggunaan sepatu hak tinggi secara terus-menerus dapat mengganggu keseimbangan postur tubuh dan meningkatkan risiko bungkuk.