Jenis Jenis Nyeri Yang Perlu Kamu Ketahui

penyebab nyeri punggung dan kembung

Jenis jenis nyeri beragam, salah satunya adalah pada tulang belakang. Jika nyeri ini sudah menyerang, bisa sangat mengganggu, khususnya untuk kamu yang memiliki banyak aktivitas padat setiap hari. Jika kamu membiarkannya, kondisi ini bisa semakin parah atau ternyata kondisi ini merupakan gejala dari penyakit tertentu.

Tulang belakang yang terasa nyeri biasanya paling sering terjadi pada punggung pada bagian bawah. Rasa sakit yang muncul masih saling berkaitan dengan kondisi jaringan ikat sekitar tulang belakang, saraf dan juga sumsum tulang belakang. Tidak hanya lansia, saat ini remaja pun mengalami nyeri pada tulang belakang.

Jenis Jenis Nyeri Pada Tulang Belakang

Pada tulang belakang, biasanya yang paling sering mengalami rasa sakit adalah pada area punggung. Penyebabnya bisa karena banyak hal, seperti:

  • Masalah pada ginjal
  • Nyeri punggung akibat haid
  • Sakit punggung akibat hamil

Adapun jenis jenis nyeripada punggung bagian bawah, umumnya sering dialami wanita dan mereka yang berumur 40–80 tahun. Nah, berikut adalah beberapa jenis nyeri punggung berdasarkan lokasinya.

  • Slipped Disc, terjadi ketika cakram sendi tulang punggung rusak, sehingga menekan saraf yang ada dekatnya.
  • Frozen Shoulder, menimbulkan rasa sakit dan kaku pada leher.
  • Whiplash, terjadi karena cedera pada leher, seperti benturan yang terjadi secara tiba-tiba.
  • Skiatika, terjadi karena iritasi dan tekanan pada saraf skiatik yang menyebabkan mati rasa /kesemutan yang menjalar dari punggung bawah, bokong, hingga telapak kaki.
  • Ankylosing Spondylitis, karena peradangan kronis yang berdampak pada tulang belakang, tepatnya pada area pertemuan antara tulang belakang dan pelvis.

Untuk memastikan lebih tepatnya jenis nyeri yang kamu alami dan cara penangannya, sebaiknya melakukan konsultasi dengan dokter. Dokter bisanya akan menyarankan melakukan pemeriksaan lanjutan, seperti CT Scan, MRI.

Baca Juga:  Ini Pentingnya Immune Booster untuk Cegah Penyakit

Cara mengatasi nyeri pada tulang belakang

Mengatasi nyeri pada bagian tulang belakang memang tidak bisa sembarangan. Konsultasi dengan tenaga medis ataupun dokter yang kompeten adalah kunci dari keberhasilan penyembuhan penyakit ataupun nyeri pada tulang belakang agar tidak kembali muncul di kemudian hari. 

Keluhan sakit tulang belakang, dalam kondisi ringan, pasien bisa minum obat nyeri, misalnya dengan paracetamol untuk membantu meringankan rasa sakit pada jangka waktu pendek. Namun, hal ini juga perlu konsultasi dengan dokter, agar dosis dan durasi konsumsi obat ini dapat berjalan secara efektif pada penderita. Selain itu, pada penderita nyeri pada tulang belakang juga bisanya akan diberikan obat luar berbentuk salep yang bisa dioleskan langsung pada sumber ataupun titik nyeri. 

Berikutnya adalah operasi tulang belakang. Tindakan ini adalah pilihan terakhir yang bisa dipilih pada penderita nyeri saraf pada bagian tulang belakang. Tindakan medis ini diambil setelah kesepakatan antara pihak pasien dan juga tenaga medis. Hal ini karena proses recovery dari tindakan operasi tulang belakang memerlukan waktu yang tidak sebentar dan juga biaya yang tidak sedikit dalam penanganannya. 

Selain cara yang disebutkan di atas, ada juga cara ataupun alternatif jalan lain untuk meringankan sakit dan juga nyeri pada tulang belakang. Pasien bisa rutin melakukan olahraga yoga dan juga akupuntur sebagai pilihan. Namun, sebelum memilih metode ini sebagai sarana penyembuhan, ada baiknya selalu konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter terkait agar tidak menimbulkan masalah baru.

Pertanyaan Seputar Jenis-jenis Nyeri yang Perlu Diketahui

Berapa Jenis Nyeri yang Ada?

Nyeri dapat dikategorikan ke dalam beberapa jenis berdasarkan waktu berlangsungnya dan mekanisme terjadinya:

Nyeri psikogenik: Dipengaruhi oleh faktor emosional dan psikologis, meskipun tidak ada cedera fisik yang jelas.

Berdasarkan durasi:

Nyeri akut: Biasanya terjadi secara tiba-tiba dan berlangsung dalam waktu singkat, misalnya nyeri akibat cedera atau operasi.

Nyeri kronis: Berlangsung dalam jangka waktu lebih lama, sering kali lebih dari tiga bulan, seperti nyeri akibat arthritis atau saraf kejepit.

Baca Juga:  Diet DASH, Pola Makan Sehat Turunkan Tekanan Darah

Berdasarkan mekanisme terjadinya:

Nyeri nosiseptif: Terjadi akibat kerusakan jaringan, seperti luka atau peradangan.

Nyeri neuropatik: Disebabkan oleh gangguan atau cedera pada sistem saraf, misalnya nyeri akibat saraf kejepit atau diabetes.

Apa yang Dimaksud dengan Skala Nyeri 4?

Dalam skala nyeri numerik (0–10), skala 4 mengindikasikan nyeri sedang. Nyeri ini bisa berupa sensasi kram, kaku, terbakar, atau tertusuk-tusuk, yang mulai mengganggu aktivitas tetapi masih bisa ditoleransi.

Jika nyeri pada skala ini terus berlangsung dan tidak membaik dengan perawatan mandiri, konsultasi dengan dokter disarankan untuk mendapatkan penanganan yang lebih tepat.

Bagaimana Mekanisme Nyeri Terjadi?

Nyeri muncul melalui empat proses utama dalam sistem saraf, yaitu:

  1. Transduksi: Proses perubahan rangsangan nyeri menjadi sinyal listrik oleh ujung saraf sensorik.
  2. Transmisi: Sinyal listrik dikirim ke sumsum tulang belakang dan otak untuk diproses lebih lanjut.
  3. Modulasi: Otak dapat mengurangi atau memperkuat sinyal nyeri, misalnya dengan melepaskan endorfin sebagai pereda alami.
  4. Persepsi: Otak menginterpretasikan sinyal sebagai rasa sakit yang dirasakan oleh tubuh.

Mekanisme ini dapat dipengaruhi oleh kondisi kesehatan individu, tingkat peradangan, atau cedera yang terjadi pada saraf.

Seperti Apa Nyeri pada Skala 5?

Pada skala nyeri 5, rasa sakit yang dirasakan cukup kuat dan tidak bisa diabaikan dalam waktu lama. Meskipun begitu, penderita masih bisa melakukan beberapa aktivitas sehari-hari dengan usaha yang lebih besar.

Skala nyeri ini sering digunakan oleh tenaga medis untuk menilai intensitas nyeri pasien, biasanya dengan skala numerik (0–10) atau wajah nyeri (Wong-Baker Faces Scale) untuk anak-anak atau pasien dengan gangguan komunikasi.

Apa Saja 10 Tingkatan Nyeri?

Skala nyeri numerik (Numeric Pain Rating Scale/NPRS) mengklasifikasikan nyeri berdasarkan tingkat keparahan dari 0 hingga 10, yaitu:

10: Nyeri paling parah yang pernah dirasakan, dapat menyebabkan penderita tidak bisa melakukan aktivitas apapun.

0: Tidak ada nyeri.

1–3: Nyeri ringan, masih bisa diabaikan.

4–6: Nyeri sedang, mengganggu aktivitas tetapi masih bisa ditoleransi.

7–9: Nyeri berat, sangat mengganggu aktivitas dan memerlukan pengobatan.

Share via:
Facebook
Threads
WhatsApp
Artikel Terkait
Artikel Populer
Topik Populer