Nyeri di area bokong yang terasa menusuk atau menjalar hingga ke paha dan kaki sering kali dianggap sebagai nyeri pinggang biasa.
Padahal, keluhan tersebut bisa menjadi tanda saraf kejepit di bokong. Dalam istilah medis, kondisi ini dikenal sebagai piriformis syndrome, yaitu gangguan akibat tekanan pada saraf yang melewati area bokong.
Saraf kejepit di bokong dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama saat duduk lama, berjalan, atau berolahraga. Oleh karena itu, penting untuk memahami penyebab, gejala, serta cara mengatasinya agar kondisi ini tidak semakin memburuk.
Daftar Isi Artikel
Apa Itu Saraf Kejepit di Bokong
Saraf kejepit di bokong terjadi ketika saraf sciatic (saraf terbesar di tubuh) mengalami tekanan atau iritasi akibat otot piriformis yang berada di area bokong. Otot ini berfungsi membantu pergerakan pinggul dan paha.
Ketika otot piriformis menegang, membengkak, atau mengalami spasme, saraf di sekitarnya dapat tertekan dan menimbulkan nyeri. Kondisi inilah yang disebut piriformis syndrome.
Berbeda dengan saraf kejepit yang berasal dari tulang belakang, saraf kejepit di bokong lebih berkaitan dengan masalah otot dan jaringan lunak di sekitar panggul.
Penyebab Saraf Kejepit di Bokong
Penyebab saraf kejepit di bokong dapat berbeda pada setiap orang. Secara umum, faktor pemicunya terbagi menjadi dua kelompok utama berikut.
Faktor Aktivitas dan Kebiasaan
Beberapa kebiasaan sehari-hari dapat meningkatkan risiko terjadinya saraf kejepit di bokong, antara lain:
- Duduk terlalu lama, terutama dengan posisi yang tidak ergonomis
- Aktivitas olahraga berlebihan tanpa pemanasan yang cukup
- Posisi duduk yang tidak seimbang, seperti sering duduk menyilang atau bertumpu pada satu sisi
Faktor Cedera dan Kondisi Medis
Selain aktivitas, kondisi tertentu juga dapat memicu tekanan pada saraf, seperti:
- Cedera pada area panggul atau bokong
- Otot piriformis yang tegang atau mengalami spasme
Gejala Saraf Kejepit di Bokong yang Perlu Diwaspadai
Gejala saraf kejepit di bokong dapat muncul secara bertahap maupun tiba-tiba. Beberapa keluhan yang sering dirasakan meliputi:
- Nyeri pada satu sisi bokong
- Rasa sakit yang menjalar ke paha atau kaki
- Nyeri bertambah saat duduk terlalu lama
- Kesemutan atau mati rasa di area kaki
- Rasa tidak nyaman saat berjalan, berdiri lama, atau naik tangga
Jika keluhan ini sering muncul atau semakin mengganggu, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter spesialis.
Perbedaan Saraf Kejepit di Bokong dengan Nyeri Pinggang Biasa
Saraf kejepit di bokong sering disalahartikan sebagai nyeri pinggang biasa. Padahal, keduanya memiliki perbedaan yang cukup jelas, antara lain:
- Lokasi nyeri
Saraf kejepit di bokong umumnya menimbulkan nyeri pada satu sisi bokong, sedangkan nyeri pinggang biasa lebih sering terasa di punggung bawah. - Pola nyeri
Nyeri akibat saraf kejepit di bokong dapat menjalar ke paha hingga kaki, sementara nyeri pinggang biasanya tidak menjalar jauh. - Pemicu nyeri
Saraf kejepit di bokong sering memburuk saat duduk lama, sedangkan nyeri pinggang cenderung dipengaruhi oleh aktivitas mengangkat beban atau posisi tubuh tertentu. - Respons terhadap posisi tubuh
Nyeri pinggang biasa dapat membaik dengan perubahan posisi, sementara saraf kejepit di bokong sering tetap terasa meski posisi diubah.
Jika nyeri sulit dibedakan atau tidak kunjung membaik, pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan penyebab keluhan dan menentukan penanganan yang tepat.
Kapan Harus ke Dokter?
Anda disarankan untuk segera berkonsultasi ke dokter apabila mengalami kondisi berikut:
- Nyeri tidak membaik meski sudah istirahat
- Rasa sakit semakin sering atau semakin berat
- Nyeri menjalar hingga mengganggu aktivitas harian
- Kesemutan atau mati rasa yang menetap
- Kelemahan pada kaki
Pemeriksaan dini membantu mencegah kondisi bertambah parah.
Cara Mengatasi Saraf Kejepit di Bokong Berdasarkan Tingkat Keparahan
Penanganan saraf kejepit di bokong perlu disesuaikan dengan tingkat keparahannya.
Pengobatan Awal dan Perawatan Mandiri
Pada kasus ringan, beberapa langkah berikut dapat membantu meredakan keluhan:
- Mengistirahatkan tubuh, terutama area bokong
- Melakukan peregangan otot secara perlahan
- Memperbaiki postur duduk dan posisi tubuh
Pengobatan Medis
Jika keluhan tidak membaik, dokter dapat merekomendasikan:
- Obat pereda nyeri dan anti peradangan
- Fisioterapi untuk merelaksasi dan memperkuat otot
- Injeksi steroid untuk mengurangi peradangan
- Penanganan dengan metode Joimax pada kasus tertentu
Solusi Terbaik Atasi Saraf Kejepit Bokong di Rumah Sakit Lamina
Rumah Sakit Lamina menghadirkan solusi penanganan saraf kejepit di bokong dengan pendekatan medis yang aman dan minimal invasif. Dengan dukungan dokter spesialis berpengalaman serta teknologi modern seperti Joimax, Lamina membantu mengatasi saraf kejepit tanpa operasi besar.
Metode ini dirancang untuk mengurangi nyeri secara presisi, meminimalkan risiko komplikasi, dan mempercepat proses pemulihan pasien.
Jika Anda mengalami keluhan saraf kejepit di bokong dan membutuhkan penanganan yang tepat, segera konsultasikan kondisi Anda dengan tim medis Rumah Sakit Lamina dengan menghubungi nomor Whatsapp 0811-1443-599.








