Sakit Leher Sebelah Kanan Tak Kunjung Hilang? Waspada Saraf Kejepit 

sakit leher sebelah kanan

Di era digital seperti sekarang, kebiasaan menunduk terlalu lama saat bermain ponsel atau bekerja di depan laptop menjadi bagian dari rutinitas banyak orang. Tanpa disadari, kebiasaan ini dapat memicu nyeri leher sebelah kanan yang terasa kaku, pegal, bahkan menjalar hingga bahu dan lengan. 

Banyak orang menganggap kondisi tersebut hanya akibat kelelahan biasa. Padahal, nyeri leher yang terus muncul bisa menjadi tanda saraf kejepit di leher atau cervical radiculopathy. 

Jika dibiarkan terlalu lama, kondisi ini dapat mengganggu aktivitas harian hingga menurunkan kualitas hidup. Karena itu, penting memahami penyebab, gejala, hingga solusi penanganannya sejak dini.

Mengapa Sakit Leher Sebelah Kanan Bisa Terjadi?

Sakit leher sebelah kanan umumnya muncul akibat ketegangan otot karena aktivitas berulang atau postur tubuh yang buruk. Menurut berbagai studi ergonomi, posisi kepala yang menunduk selama berjam-jam dapat meningkatkan tekanan pada tulang belakang leher hingga beberapa kali lipat dibanding posisi normal.

Beberapa penyebab umum nyeri leher sebelah kanan meliputi:

  • Duduk terlalu lama di depan komputer tanpa posisi ergonomis
  • Kebiasaan bermain gadget sambil menunduk
  • Posisi tidur yang salah
  • Cedera akibat kecelakaan atau olahraga
  • Ketegangan otot karena stres
  • Gangguan tulang belakang seperti osteoarthritis
  • Saraf kejepit di area leher

Pada kondisi tertentu, rasa nyeri tidak hanya terasa di leher, tetapi juga menjalar ke bahu, lengan, hingga tangan. Inilah yang sering menjadi tanda adanya tekanan pada saraf di tulang belakang leher.

Sakit Leher Sebelah Kanan Bisa Jadi Tanda Saraf Kejepit

Saraf kejepit di leher terjadi ketika saraf mengalami tekanan dari jaringan di sekitarnya, seperti bantalan tulang belakang yang menonjol atau pertumbuhan tulang berlebih. Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele karena dapat berkembang menjadi gangguan saraf permanen bila tidak ditangani.

Gejala khas saraf kejepit di leher antara lain:

  • Nyeri tajam atau sensasi terbakar di leher sebelah kanan
  • Nyeri menjalar ke bahu, lengan, dan tangan
  • Kesemutan atau mati rasa
  • Lengan terasa lemah saat mengangkat barang
  • Leher terasa kaku saat menoleh
  • Sakit kepala atau pusing
  • Rasa nyeri semakin berat saat bergerak

Menurut dr. Victorio, M.Ked., Sp.BS, F-NF, MARS, FISQua., FINSS, FINPS, keterlambatan penanganan saraf kejepit dapat meningkatkan risiko kerusakan saraf yang lebih serius.

“Saraf kejepit di leher sering diawali keluhan ringan seperti pegal atau nyeri yang dianggap biasa. Padahal, jika tekanan pada saraf terus berlangsung, pasien dapat mengalami kelemahan otot hingga gangguan fungsi gerak. Pemeriksaan sejak dini sangat penting untuk mencegah komplikasi,” jelas dr. Victorio.

Faktor Risiko Saraf Kejepit di Leher

Tidak semua orang memiliki risiko yang sama. Ada beberapa faktor yang membuat seseorang lebih rentan mengalami saraf kejepit di leher, di antaranya:

1. Faktor Usia

Seiring bertambahnya usia, bantalan tulang belakang mengalami degenerasi sehingga lebih mudah menonjol dan menekan saraf.

2. Postur Tubuh Buruk

Posisi duduk membungkuk atau menunduk terlalu lama menjadi penyebab paling sering pada pekerja kantoran dan pengguna gadget aktif.

3. Cedera atau Trauma

Benturan keras akibat kecelakaan dapat menyebabkan perubahan struktur tulang belakang leher.

4. Aktivitas Berat Berulang

Gerakan leher berulang atau mengangkat beban berat dapat memberikan tekanan berlebih pada area servikal.

5. Penyakit Degeneratif

Osteoarthritis dan pengapuran tulang belakang dapat memicu pertumbuhan tulang berlebih yang menekan saraf.

Dampak Jika Saraf Kejepit Tidak Segera Ditangani

Banyak pasien menunda pemeriksaan karena menganggap nyeri leher akan sembuh sendiri. Padahal, saraf kejepit yang terus dibiarkan dapat menyebabkan komplikasi serius seperti:

  • Nyeri kronis berkepanjangan
  • Penurunan kekuatan otot
  • Gangguan fungsi tangan dan lengan
  • Atrofi atau pengecilan otot
  • Gangguan saraf permanen
  • Kelumpuhan pada kasus berat

Dalam kondisi tertentu, tekanan saraf juga dapat mengganggu saraf yang mengatur pernapasan sehingga berisiko menyebabkan gangguan pernapasan serius.

Bagaimana Diagnosis Saraf Kejepit Dilakukan?

Untuk memastikan penyebab nyeri leher sebelah kanan, dokter biasanya akan melakukan beberapa tahapan pemeriksaan, seperti:

  1. Pemeriksaan Fisik

Dokter akan mengevaluasi refleks, kekuatan otot, serta area yang mengalami mati rasa atau nyeri.

  1. MRI atau CT Scan

Pemeriksaan pencitraan membantu melihat kondisi saraf, bantalan tulang belakang, dan jaringan sekitar secara detail.

  1. Elektromiografi (EMG)

Tes ini dilakukan untuk menilai fungsi saraf dan otot bila diperlukan.

Diagnosis yang tepat sangat penting agar terapi yang diberikan sesuai dengan tingkat keparahan kondisi pasien.

Cara Mengatasi Saraf Kejepit di Leher 

Penanganan saraf kejepit dapat dilakukan secara konservatif maupun tindakan medis, tergantung tingkat keparahan gejala.

Beberapa terapi yang umum dilakukan antara lain:

  • Istirahat dan mengurangi aktivitas berat
  • Kompres hangat atau dingin
  • Obat antiinflamasi dan pereda nyeri
  • Fisioterapi untuk memperbaiki postur tubuh
  • Latihan peregangan otot leher
  • Injeksi steroid pada kasus tertentu

Namun jika keluhan tidak membaik atau sudah menyebabkan kelemahan saraf, dokter dapat merekomendasikan tindakan minimal invasif.

Solusi Modern Atasi Saraf Kejepit Tanpa Operasi dengan CESSYS Joimax

Kini, penanganan saraf kejepit di leher semakin berkembang dengan teknologi minimal invasif seperti CESSYS Joimax yang tersedia di Rumah Sakit Lamina.

CESSYS (Cervical Endoscopic Surgical System) merupakan prosedur endoskopi modern untuk mengatasi saraf kejepit di leher tanpa operasi terbuka besar. Teknik ini dilakukan melalui sayatan kecil sekitar 7 mm menggunakan kamera endoskopi berpresisi tinggi.

Keunggulan metode CESSYS Joimax antara lain:

  • Sayatan sangat kecil
  • Risiko perdarahan minimal
  • Nyeri pascatindakan lebih ringan
  • Pemulihan lebih cepat
  • Minim kerusakan jaringan sehat
  • Risiko komplikasi lebih rendah

Menurut dr. Victorio, teknologi endoskopi modern memberikan harapan baru bagi pasien saraf kejepit.

“Dengan teknologi CESSYS Joimax, tindakan dapat dilakukan lebih presisi karena dokter dapat melihat area saraf secara detail melalui kamera endoskopi. Pasien juga umumnya pulih lebih cepat dibanding operasi konvensional,” ujar dr. Victorio.

Tim dokter multidisiplin di Rumah Sakit Lamina akan menentukan terapi terbaik sesuai kondisi masing-masing pasien. Penanganan yang tepat sejak dini dapat membantu mengurangi nyeri, memperbaiki fungsi saraf, dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

Jika Anda mengalami sakit leher sebelah kanan yang disertai kesemutan, nyeri menjalar, atau kelemahan pada tangan, jangan menunggu hingga kondisi semakin parah. Segera lakukan konsultasi dengan dokter spesialis untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat di Rumah Sakit Lamina.

Untuk informasi jadwal konsultasi dan promo tindakan terbaru, silakan menghubungi Rumah Sakit Lamina melalui nomor Whatsapp 0811-1443-599.

***

Sumber foto: Freepik

Pertanyaan Seputar Sakit Leher Sebelah Kanan

1. Apa penyebab utama sakit leher sebelah kanan?
Penyebab utama meliputi ketegangan otot akibat postur tubuh yang buruk, posisi tidur yang salah, cedera atau trauma, serta gangguan saraf seperti saraf kejepit di leher.

2. Kapan sakit leher sebelah kanan harus diperiksakan ke dokter?
Jika nyeri disertai kesemutan, kebas, kelemahan otot, pembengkakan, atau nyeri yang tidak membaik dengan perawatan sederhana, sebaiknya segera konsultasi dokter.

3. Bagaimana cara mengatasi sakit leher sebelah kanan akibat saraf kejepit?
Penanganan meliputi istirahat, obat pereda nyeri, terapi fisik, dan jika perlu tindakan medis seperti injeksi steroid atau operasi pada kasus berat

Facebook
WhatsApp
Artikel Terkait
Artikel Populer
Topik Populer