Gejala radang sendi di tulang belakang sering kali muncul secara perlahan dan kerap dianggap sebagai nyeri punggung biasa akibat kelelahan atau aktivitas berlebih.
Padahal, kondisi ini bisa menjadi tanda adanya peradangan kronis pada sendi-sendi tulang belakang yang berisiko mengganggu mobilitas, kualitas tidur, hingga produktivitas sehari-hari.
Radang sendi tulang belakang atau spinal arthritis tidak hanya menyerang usia lanjut, tetapi juga dapat dialami oleh usia produktif akibat faktor degeneratif, autoimun, maupun cedera.
Memahami sejak dini gejala radang sendi di tulang belakang sangat penting agar penanganan dapat dilakukan secara tepat dan tidak berkembang menjadi komplikasi serius seperti penyempitan saraf (spinal stenosis) atau gangguan saraf kejepit.
Daftar Isi Artikel
Memahami Tentang Radang Sendi Tulang Belakang
Radang sendi tulang belakang atau spinal arthritis adalah kondisi peradangan yang terjadi pada sendi-sendi kecil di antara ruas tulang belakang (facet joints). Sendi ini berfungsi menjaga stabilitas serta fleksibilitas tulang belakang saat kita bergerak, membungkuk, atau memutar tubuh.
Secara medis, spinal arthritis sering dikaitkan dengan beberapa jenis kondisi, seperti:
- Osteoarthritis tulang belakang (pengapuran sendi akibat penuaan)
- Ankylosing spondylitis, yaitu radang sendi autoimun yang menyerang tulang belakang
- Rheumatoid Arthritis, kondisi yang dapat memengaruhi sendi tulang belakang bagian tertentu
Peradangan yang terjadi menyebabkan tulang rawan di sendi mengalami kerusakan. Akibatnya, tulang dapat saling bergesekan dan memicu nyeri, kekakuan, bahkan penekanan saraf.
Jika tidak ditangani, kondisi ini bisa berkembang menjadi kronis dan membatasi aktivitas harian.
Penyebab Radang Sendi Tulang Belakang
Ada beberapa faktor yang dapat memicu radang sendi tulang belakang, di antaranya:
1. Proses Penuaan (Degeneratif)
Seiring bertambahnya usia, bantalan sendi dan tulang rawan akan mengalami penurunan elastisitas. Kondisi ini memicu osteoarthritis pada tulang belakang.
2. Faktor Autoimun
Pada kondisi seperti ankylosing spondylitis, sistem imun menyerang jaringan sendi sehat dan menyebabkan peradangan kronis.
3. Cedera atau Trauma
Riwayat kecelakaan, jatuh, atau cedera olahraga dapat mempercepat kerusakan sendi tulang belakang.
4. Beban Berlebih pada Tulang Belakang
Pekerjaan yang menuntut posisi duduk lama, mengangkat beban berat, atau postur tubuh yang buruk dapat mempercepat kerusakan sendi.
5. Faktor Genetik
Beberapa jenis radang sendi memiliki kaitan dengan faktor keturunan.
6. Obesitas
Berat badan berlebih meningkatkan tekanan pada struktur tulang belakang, mempercepat peradangan dan kerusakan sendi.
Memahami faktor penyebab ini membantu pasien melakukan pencegahan dan pengelolaan yang tepat sejak dini.
7 Gejala Radang Sendi Tulang Belakang
Gejala radang sendi di tulang belakang dapat berbeda pada setiap orang, tergantung tingkat keparahan dan lokasi peradangan. Berikut tujuh gejala yang perlu diwaspadai:
1. Nyeri Punggung Kronis
Nyeri yang berlangsung lebih dari tiga bulan, terutama di area leher atau pinggang, merupakan gejala paling umum. Rasa sakit biasanya memburuk saat bangun tidur atau setelah lama tidak bergerak.
2. Kekakuan di Pagi Hari
Penderita sering merasakan kekakuan pada tulang belakang saat bangun tidur. Kekakuan ini biasanya membaik setelah tubuh mulai bergerak.
3. Nyeri yang Menjalar
Jika peradangan menyebabkan penekanan saraf, nyeri dapat menjalar ke bahu, lengan, bokong, atau kaki.
4. Sensasi Kesemutan atau Mati Rasa
Penekanan saraf akibat pembengkakan sendi dapat menimbulkan sensasi kebas, kesemutan, atau rasa seperti tertusuk jarum.
5. Rentang Gerak Terbatas
Penderita kesulitan membungkuk, memutar badan, atau berdiri tegak karena sendi terasa kaku dan nyeri.
6. Bunyi “Krek” pada Sendi
Kerusakan tulang rawan dapat menyebabkan bunyi gesekan saat tulang belakang digerakkan.
7. Peradangan yang Disertai Pembengkakan
Pada kondisi autoimun seperti ankylosing spondylitis, peradangan bisa menyebabkan pembengkakan dan bahkan perubahan bentuk tulang belakang.
Jika gejala radang sendi di tulang belakang ini muncul dan mengganggu aktivitas, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter spesialis.
Kapan Harus ke Dokter?
Tidak semua nyeri punggung berarti radang sendi. Namun, Anda perlu segera memeriksakan diri jika mengalami:
- Nyeri punggung lebih dari 3 bulan
- Nyeri memburuk di malam hari
- Kesemutan atau mati rasa yang menetap
- Kelemahan pada tangan atau kaki
- Gangguan buang air kecil atau besar
- Penurunan berat badan tanpa sebab jelas
Pemeriksaan medis biasanya meliputi evaluasi fisik, rontgen, MRI, atau CT scan untuk melihat kondisi sendi dan saraf tulang belakang secara detail. Diagnosis yang tepat akan menentukan jenis terapi yang sesuai.
Cara Mengatasi Radang Sendi Tulang Belakang
Penanganan radang sendi tulang belakang bertujuan untuk mengurangi nyeri, mengendalikan peradangan, serta mencegah kerusakan lebih lanjut. Di Rumah Sakit Khusus Bedah Lamina, pendekatan terapi dilakukan secara komprehensif dan modern.
Berikut beberapa metode yang digunakan:
1. Terapi Konservatif
Penanganan awal biasanya meliputi:
- Obat antiinflamasi
- Fisioterapi untuk memperkuat otot penyangga tulang belakang
- Modifikasi gaya hidup dan postur tubuh
2. Injeksi Anti Nyeri dan Anti Radang
Untuk kasus nyeri berat, dokter dapat memberikan injeksi pada sendi facet atau sekitar saraf guna mengurangi peradangan secara langsung.
3. Radiofrequency Ablation (RFA)
Teknologi radiofrekuensi ablasi digunakan untuk memutus hantaran sinyal nyeri dari saraf yang mengalami iritasi. Prosedur ini minimal invasif dan tidak memerlukan operasi besar.
4. Endoskopi Tulang Belakang
Jika terjadi penekanan saraf akibat pembengkakan atau penyempitan, prosedur endoskopi modern dapat dilakukan dengan sayatan kecil dan waktu pemulihan lebih cepat.
5. Pendekatan Multidisiplin
Tim dokter spesialis bedah saraf, rehabilitasi medik, dan manajemen nyeri bekerja sama untuk memberikan rencana terapi yang disesuaikan dengan kondisi pasien.
Pendekatan minimal invasif menjadi keunggulan karena risiko komplikasi lebih rendah, luka lebih kecil, serta pasien dapat kembali beraktivitas lebih cepat.
Tiga FAQ Tentang Gejala Radang Sendi di Tulang Belakang
1. Apakah radang sendi tulang belakang bisa sembuh total?
Tergantung penyebabnya. Pada osteoarthritis, kondisi bersifat degeneratif namun dapat dikontrol agar tidak memburuk. Pada kondisi autoimun, terapi bertujuan mengendalikan peradangan agar pasien tetap dapat beraktivitas normal.
2. Apakah radang sendi tulang belakang selalu memerlukan operasi?
Tidak. Sebagian besar kasus dapat ditangani dengan terapi konservatif dan prosedur minimal invasif. Operasi biasanya dipertimbangkan jika terjadi penekanan saraf berat atau gangguan fungsi signifikan.
3. Bagaimana cara membedakan nyeri biasa dan gejala radang sendi di tulang belakang?
Nyeri biasa umumnya membaik dengan istirahat. Sementara gejala radang sendi di tulang belakang cenderung berlangsung lama, disertai kekakuan pagi hari, dan bisa menjalar ke anggota tubuh lain.








