Inilah 7 Cara Mengatasi Gejala Asam Urat Saat Puasa

arthritis gout

Menjalani ibadah puasa seharusnya menjadi momen yang menenangkan dan menyehatkan. Namun bagi sebagian orang, terutama yang memiliki riwayat asam urat, puasa justru bisa memicu keluhan seperti nyeri sendi mendadak, bengkak, hingga rasa panas yang mengganggu aktivitas. 

Perubahan pola makan dan jadwal minum selama puasa dapat memengaruhi kadar asam urat dalam darah. Karena itu, memahami cara mengatasi gejala asam urat saat puasa menjadi sangat penting agar ibadah tetap lancar tanpa gangguan nyeri.

Apa Penyebab Asam Urat?

Asam urat adalah zat sisa hasil metabolisme purin, yaitu senyawa alami yang ditemukan dalam tubuh dan beberapa jenis makanan. 

Dalam kondisi normal, asam urat akan larut dalam darah, diproses oleh ginjal, lalu dikeluarkan melalui urine. Namun, jika produksinya berlebih atau pembuangannya terganggu, kadar asam urat dalam darah meningkat (hiperurisemia).

Beberapa penyebab utama asam urat antara lain:

1. Konsumsi Makanan Tinggi Purin

Makanan seperti jeroan, daging merah, makanan laut (udang, kerang, sarden), serta minuman manis tinggi fruktosa dapat meningkatkan kadar asam urat. Saat puasa, pola makan yang tidak terkontrol saat sahur atau berbuka bisa memicu lonjakan kadar purin.

2. Kurang Minum

Saat puasa, waktu minum terbatas. Kekurangan cairan dapat menghambat ginjal dalam membuang asam urat, sehingga kadarnya meningkat dalam darah.

3. Berat Badan Berlebih

Obesitas meningkatkan produksi asam urat sekaligus memperlambat pembuangannya.

4. Riwayat Keluarga

Faktor genetik juga berperan dalam meningkatkan risiko seseorang mengalami asam urat.

5. Penyakit Tertentu

Gangguan ginjal, tekanan darah tinggi, diabetes, serta penggunaan obat diuretik dapat memicu peningkatan kadar asam urat.

Gejala Asam Urat

Gejala asam urat sering muncul secara tiba-tiba, terutama pada malam atau dini hari. Serangan ini dikenal sebagai gout attack. Berikut tanda-tanda yang perlu diwaspadai:

1. Nyeri Sendi Hebat

Nyeri biasanya terjadi pada satu sendi, paling sering di pangkal ibu jari kaki. Namun bisa juga menyerang pergelangan kaki, lutut, jari tangan, atau siku.

2. Pembengkakan dan Kemerahan

Sendi tampak bengkak, kemerahan, dan terasa hangat saat disentuh.

3. Rasa Panas dan Sensitif

Bahkan sentuhan ringan atau tekanan dari selimut bisa terasa sangat menyakitkan.

4. Kaku dan Sulit Digunakan

Sendi yang terkena menjadi kaku dan sulit digerakkan.

Jika tidak ditangani dengan baik, serangan dapat berlangsung beberapa hari hingga minggu. Kekambuhan yang berulang juga dapat menyebabkan kerusakan sendi permanen.

Bagaimana Cara Mengatasi Gejala Asam Urat Kambuh Saat Puasa

Mengatasi gejala asam urat saat puasa membutuhkan strategi khusus agar kadar asam urat tetap stabil tanpa mengganggu ibadah. Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan:

1. Perbanyak Minum Air Saat Berbuka dan Sahur

Penuhi kebutuhan cairan minimal 8 gelas per hari dengan pola 2-4-2 (2 gelas saat berbuka, 4 gelas malam hari, 2 gelas saat sahur). Air membantu ginjal membuang kelebihan asam urat.

2. Pilih Menu Rendah Purin

Saat sahur dan berbuka, hindari:

  • Jeroan
  • Daging merah berlebihan
  • Makanan laut tertentu
  • Minuman manis berfruktosa tinggi

Sebaliknya, konsumsi:

  • Sayuran rendah purin (wortel, timun, tomat)
  • Buah segar
  • Sumber protein rendah lemak seperti telur dan ayam tanpa kulit

3. Batasi Gorengan dan Makanan Berlemak

Lemak berlebih dapat menghambat proses pembuangan asam urat.

4. Kompres Dingin pada Sendi Nyeri

Kompres es selama 15–20 menit untuk mengurangi peradangan dan nyeri.

5. Istirahatkan Sendi

Hindari aktivitas berat saat sendi sedang meradang.

6. Konsumsi Obat Sesuai Anjuran Dokter

Jika Anda memiliki obat penurun asam urat atau antiinflamasi, pastikan dikonsumsi sesuai jadwal yang telah disesuaikan dengan waktu sahur atau berbuka.

7. Jaga Berat Badan Ideal

Puasa bisa menjadi momen tepat untuk mengatur pola makan sehat dan menurunkan berat badan secara bertahap.

Dengan menerapkan langkah-langkah ini, risiko kambuhnya asam urat saat puasa dapat ditekan secara signifikan.

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun banyak kasus asam urat bisa dikendalikan dengan perubahan pola makan dan gaya hidup, ada kondisi tertentu yang memerlukan evaluasi medis segera, seperti:

  • Nyeri sangat hebat hingga tidak bisa berjalan
  • Demam disertai nyeri sendi (untuk menyingkirkan infeksi)
  • Serangan terjadi berulang dalam waktu dekat
  • Sendi tampak berubah bentuk
  • Gejala tidak membaik setelah beberapa hari

Pemeriksaan darah dan evaluasi medis diperlukan untuk memastikan diagnosis serta menentukan terapi yang tepat.

Penanganan Tepat Asam Urat di Rumah Sakit Lamina

Jika keluhan asam urat semakin mengganggu atau sering kambuh, penanganan medis yang komprehensif sangat dianjurkan. Di Rumah Sakit Lamina, pasien akan mendapatkan evaluasi menyeluruh untuk mengetahui penyebab dan tingkat keparahan kondisi.

Pendekatan penanganan meliputi:

1. Pemeriksaan Laboratorium

Tes darah untuk mengukur kadar asam urat dan fungsi ginjal.

2. Pemeriksaan Radiologi

Jika diperlukan, pemeriksaan pencitraan dilakukan untuk menilai kondisi sendi.

3. Terapi Medis Terarah

Dokter akan meresepkan obat antiinflamasi untuk meredakan nyeri serta obat penurun kadar asam urat jangka panjang bila diperlukan.

4. Edukasi Gaya Hidup

Pasien akan mendapatkan panduan pola makan, pengaturan cairan, serta tips mencegah kekambuhan terutama saat puasa.

Dengan tim medis berpengalaman dan fasilitas modern, penanganan dilakukan secara personal dan terukur agar pasien dapat kembali beraktivitas tanpa rasa nyeri.

FAQ Tentang Cara Mengatasi Asam Urat Saat Puasa

1. Apakah puasa bisa memperparah asam urat?

Puasa tidak secara langsung menyebabkan asam urat. Namun, jika asupan cairan kurang dan pola makan tidak terkontrol saat berbuka atau sahur, kadar asam urat bisa meningkat.

2. Bolehkah tetap minum obat asam urat saat puasa?

Boleh, selama dikonsumsi saat sahur atau berbuka sesuai anjuran dokter. Jangan menghentikan obat tanpa konsultasi medis.

3. Apakah penderita asam urat boleh makan daging saat puasa?

Boleh dalam jumlah terbatas dan tidak berlebihan. Pilih potongan rendah lemak dan hindari jeroan.

Facebook
WhatsApp
Artikel Terkait
Artikel Populer
Topik Populer