FAQ Lamina Hospital

faq lamina hospital

Halaman FAQ Lamina Hospital ini merangkum 50 pertanyaan yang paling sering muncul di benak calon pasien, lengkap dengan jawaban singkat dalam bahasa sehari-hari.

Isinya mencakup profil rumah sakit, kondisi yang ditangani, teknologi yang digunakan, tim dokter, alur layanan, hingga urusan biaya dan asuransi.

Banyak orang menunda memeriksakan nyeri punggung atau leher karena membayangkan ujungnya pasti operasi besar. Padahal, sebagian besar keluhan tulang belakang bisa dinilai lebih dulu lewat konsultasi dan pemeriksaan sederhana.

Masalahnya, informasi soal rumah sakit, prosedur, dan pilihan terapi sering tersebar di banyak tempat dan memakai istilah medis yang sulit dicerna.

Catatan penting: seluruh informasi di halaman FAQ Lamina Hospital ini bersifat edukatif dan bukan pengganti pemeriksaan langsung oleh dokter. Diagnosis serta pilihan terapi hanya bisa ditentukan setelah dokter memeriksa kondisi Anda.

Profil dan Informasi Umum

1. Apa itu Lamina Hospital?

Lamina Hospital adalah rumah sakit khusus bedah di Jakarta yang berfokus pada penanganan saraf kejepit, nyeri tulang belakang, nyeri sendi, dan gangguan saraf. Layanannya mencakup konsultasi, diagnosis, terapi tanpa operasi, sampai tindakan bedah minimal invasif. Profil lengkapnya bisa dibaca di halaman Profil Lamina.

2. Kapan Lamina Hospital berdiri?

Lamina resmi berdiri pada tahun 2015. Saat itu namanya Lamina Pain and Spine Center, sebuah klinik dengan pelayanan terpadu khusus masalah tulang belakang.

3. Apa bedanya Lamina Pain and Spine Center dengan Lamina Hospital?

Keduanya adalah institusi yang sama pada tahap perkembangan berbeda. Pada tahun 2025, Lamina Pain and Spine Center bertransformasi menjadi Lamina Hospital agar cakupan pelayanannya lebih luas, modern, dan terpadu. Jadi, jika Anda pernah mendengar nama lama tersebut, itu merujuk pada rumah sakit yang sekarang dikenal sebagai Lamina Hospital.

4. Apa visi Lamina Hospital?

Visi Lamina Hospital adalah menjadi rumah sakit khusus bedah yang terkemuka dengan standar mutu terbaik, memberikan perawatan holistik dan inovatif, serta menjadi pusat rujukan utama untuk berbagai masalah kesehatan yang memerlukan tindakan bedah.

5. Apa saja misi Lamina Hospital?

Misi Lamina Hospital mencakup empat hal utama:

  • Memberikan pelayanan bedah berkualitas tinggi dengan teknologi dan metode terkini.
  • Mengutamakan keselamatan pasien lewat prosedur yang ketat di semua tahap perawatan.
  • Melibatkan tim medis yang terampil, berpengalaman, dan berkomitmen.
  • Menjunjung prinsip etika dan integritas dalam setiap aspek pelayanan.

6. Di mana lokasi Lamina Hospital?

Lamina Hospital berlokasi di Jl. Margasatwa No. 14 & 14A, RT 2/RW 5, Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan – 12540. Lokasinya berada di kawasan Jakarta Selatan yang bisa dijangkau dari berbagai arah kota.

7. Berapa jam operasional Lamina Hospital?

Lamina Hospital melayani pasien pada hari Senin sampai Sabtu, pukul 08.00 hingga 20.00 WIB, dan tutup pada hari Minggu.

Jadwal praktik masing-masing dokter berbeda-beda di dalam rentang jam tersebut, sehingga sebaiknya dikonfirmasi lebih dulu.

8. Bagaimana cara menghubungi Lamina Hospital?

Ada tiga jalur resmi yang bisa digunakan:

Informasi kontak selengkapnya tersedia di halaman Kontak Kami.

FAQ Lamina Hospital: Kondisi Medis yang Ditangani

9. Kondisi apa saja yang ditangani di Lamina Hospital?

Lamina Hospital menangani lima kelompok kondisi utama: saraf kejepit, sakit leher, sakit punggung, sakit pinggang, dan fraktur kompresi tulang belakang. Selain itu tersedia juga layanan untuk varises tungkai dan wasir. Daftar lengkapnya ada di halaman Kondisi Medis.

10. Apa itu saraf kejepit?

Saraf kejepit adalah kondisi ketika saraf mendapat tekanan berlebih dari jaringan di sekitarnya, seperti tulang, tulang rawan, otot, tendon, atau ligamen. Istilah medisnya herniated nucleus pulposus (HNP). Bayangkan selang air yang tertekan benda berat: aliran di dalamnya terganggu, dan itulah yang memicu rasa nyeri, kebas, atau kesemutan.

11. Apa saja gejala saraf kejepit?

Gejala yang paling sering muncul adalah nyeri yang menjalar, kebas, kesemutan, dan kelemahan otot pada bagian tubuh yang terkena. Pada kasus yang lebih berat, penderita bisa kesulitan menahan buang air besar dan kecil. Gejala terakhir ini termasuk tanda bahaya yang perlu segera diperiksakan.

12. Apa penyebab saraf kejepit?

Penyebabnya beragam, mulai dari cedera saat berolahraga, terjatuh dari ketinggian, faktor pertambahan usia atau degeneratif, obesitas, postur tubuh yang buruk, kelainan pada tulang belakang, hingga radang sendi. Sebagian besar kasus muncul bukan karena satu peristiwa tunggal, melainkan proses keausan bantalan tulang belakang yang berlangsung bertahun-tahun.

13. Apakah saraf kejepit berbahaya kalau dibiarkan?

Bisa. Menurut informasi Lamina Hospital, saraf kejepit yang tidak ditangani berisiko menyebabkan kerusakan saraf permanen hingga kelumpuhan. Meski begitu, banyak kasus ringan yang membaik dengan sendirinya. Yang penting adalah tidak menebak-nebak sendiri dan memeriksakan keluhan yang tidak kunjung reda.

14. Kapan sakit pinggang atau punggung perlu diperiksakan ke dokter?

Sebaiknya periksakan ke dokter spesialis bila nyeri berlangsung lebih dari dua minggu, semakin berat, menjalar ke lengan atau kaki, atau disertai kebas, kesemutan, dan kelemahan otot. Kombinasi tanda-tanda tersebut menunjukkan kemungkinan keterlibatan saraf, bukan sekadar pegal biasa.

15. Apa itu sakit leher menurut Lamina Hospital?

Sakit leher adalah rasa nyeri yang muncul di area leher, baik di bagian belakang, kiri, kanan, maupun depan. Keluhan ini sering membaik sendiri, tetapi perlu diwaspadai bila tidak hilang dalam beberapa hari. Penjelasan lengkapnya tersedia di halaman Sakit Leher.

16. Apa saja penyebab sakit leher?

Penyebab yang umum meliputi otot leher yang menegang, kerusakan sendi leher, saraf kejepit, cedera saat berolahraga, infeksi di area leher, penyempitan saraf tulang belakang, dan rheumatoid arthritis. Gejala penyertanya bisa berupa pusing, leher sulit digerakkan, serta nyeri yang menjalar ke bahu dan lengan.

17. Apa itu sakit punggung dan apa penyebabnya?

Sakit punggung adalah rasa nyeri atau kaku yang bisa terjadi di sepanjang tulang belakang, dari bawah leher sampai tulang ekor. Penyebabnya antara lain spasme otot, radang sendi, saraf kejepit, skoliosis, kifosis, fraktur tulang belakang, serta kanker atau infeksi tulang belakang.

18. Apa bedanya sakit pinggang dengan sakit punggung?

Sakit punggung mencakup area yang lebih luas di sepanjang tulang belakang, sedangkan sakit pinggang terfokus pada punggung bagian bawah atau sisi samping. Ciri khas sakit pinggang adalah nyeri yang menjalar dari pinggang ke bokong dan kaki, serta memburuk saat berjalan atau duduk lama.

19. Apa itu fraktur kompresi tulang belakang?

Fraktur kompresi tulang belakang adalah kondisi ketika ruas tulang belakang patah atau retak sehingga bentuknya memendek. Kondisi ini tergolong lebih serius dibanding patah tulang di bagian tubuh lain. Pemicunya bisa berupa trauma, jatuh dari ketinggian, kecelakaan, osteoporosis, atau tumor tulang.

20. Apakah Lamina Hospital juga menangani varises dan wasir?

Ya. Selain kasus tulang belakang, Lamina Hospital menyediakan penanganan varises tungkai melalui Endovenous Laser Ablation (EVLA) dan penanganan wasir melalui Laser Hemorrhoidoplasty. Kedua layanan ini ditangani oleh dokter spesialis bedah umum dan bedah vaskular.

FAQ Lamina Hospital: Teknologi dan Metode Tindakan

21. Teknologi apa saja yang tersedia di Lamina Hospital?

Ada tujuh metode utama yang digunakan di Lamina Hospital:

  1. Endoskopi Joimax
  2. Laser PLDD
  3. ABEL Catheter
  4. Radiofrekuensi Ablasi (RFA)
  5. Kyphoplasty
  6. Endovenous Laser Ablation (EVLA)
  7. Laser Hemorrhoidoplasty

Rinciannya bisa dilihat di halaman Teknologi.

22. Apa itu tindakan minimal invasif?

Minimal invasif berarti tindakan medis yang dilakukan lewat sayatan sangat kecil, bukan bedah terbuka dengan sayatan panjang. Keunggulannya adalah risiko perdarahan lebih rendah, nyeri setelah tindakan lebih ringan, dan waktu pemulihan umumnya lebih cepat pada kasus yang sesuai.

23. Apa itu Joimax?

Joimax adalah tindakan minimal invasif asal Jerman untuk mengatasi masalah tulang belakang, terutama saraf kejepit. Teknik ini tidak memerlukan operasi terbuka dan bisa diterapkan pada berbagai kelompok usia. Informasi lengkapnya ada di halaman Joimax.

24. Apa keunggulan Joimax dibanding operasi terbuka?

Menurut informasi Lamina Hospital, Joimax hanya memerlukan satu titik sayatan sekitar 7 mm tanpa memotong atau membakar otot dan tulang. Dokter bekerja dengan bantuan kamera endoskopi resolusi tinggi secara langsung, sehingga risiko infeksi dan perdarahan lebih kecil dibanding bedah terbuka, dengan tingkat keberhasilan disebutkan mencapai 95 persen.

25. Kondisi apa saja yang bisa ditangani dengan Joimax?

Joimax digunakan untuk saraf kejepit (HNP), stenosis spinal atau penyempitan kanal tulang belakang, nyeri pinggang bawah kronis akibat tekanan saraf, serta skiatika yaitu nyeri yang menjalar ke kaki.

26. Berapa banyak tindakan Joimax yang sudah dilakukan di Lamina?

Hingga tahun 2025, tim dokter spesialis Lamina tercatat telah melakukan lebih dari 4.000 tindakan Joimax. Jumlah tersebut disebut sebagai jumlah tindakan endoskopi terbanyak di Asia Tenggara.

27. Apa itu Laser PLDD?

PLDD adalah singkatan dari Percutaneous Laser Disc Decompression, yaitu prosedur minimal invasif untuk meredakan nyeri akibat herniasi diskus tulang belakang. Energi laser digunakan untuk mengecilkan volume bantalan tulang belakang secara terkontrol sehingga tekanan pada saraf berkurang.

28. Kapan Laser PLDD menjadi pilihan?

PLDD umumnya dipertimbangkan untuk kasus herniasi ringan sampai sedang, nyeri punggung akibat tekanan pada saraf, dan kasus HNP tahap awal yang belum memerlukan tindakan bedah besar. Prosedurnya dilakukan dengan bius lokal dan tidak memerlukan rawat inap lama.

29. Apa itu ABEL Catheter?

ABEL Catheter adalah jenis kateter epidural berukuran mikro yang dipakai untuk menghantarkan obat langsung ke rongga tulang belakang. Karena obat diantar tepat ke sumber nyeri, metode ini bisa menjangkau area yang sulit dicapai suntikan biasa.

30. Kondisi apa yang cocok ditangani dengan ABEL Catheter?

Metode ini digunakan untuk nyeri kronis akibat perlengketan jaringan di sekitar saraf tulang belakang (epidural fibrosis), saraf kejepit yang belum membaik dengan terapi konservatif, serta nyeri yang menetap setelah operasi tulang belakang.

31. Apa itu Radiofrekuensi Ablasi (RFA)?

Radiofrekuensi ablasi adalah prosedur yang memakai gelombang radio untuk memanaskan ujung saraf pengirim sinyal nyeri ke otak. Setelah ujung saraf tersebut dinonaktifkan, sinyal nyeri tidak lagi diteruskan. Tindakan ini tidak memerlukan sayatan, hanya jarum khusus yang diarahkan dengan panduan radiologi.

32. Berapa lama efek Radiofrekuensi Ablasi bertahan?

Menurut informasi Lamina Hospital, efek pereda nyeri dari RFA dapat bertahan beberapa bulan hingga lebih dari satu tahun. Durasi persisnya berbeda antarpasien dan bergantung pada penyebab nyeri yang mendasarinya.

33. Apa itu Kyphoplasty dan kapan digunakan?

Kyphoplasty adalah prosedur minimal invasif untuk menangani fraktur kompresi tulang belakang, terutama yang disebabkan osteoporosis. Ruas tulang yang kolaps distabilkan menggunakan semen tulang khusus. Lamina Hospital menyebutkan banyak pasien merasakan perbaikan nyeri dalam 24–48 jam setelah tindakan.

FAQ Lamina Hospital: Tim Dokter

34. Siapa saja dokter yang praktik di Lamina Hospital?

Tim dokter Lamina Hospital terdiri atas:

  • dr. Mahdian Nur Nasution, Sp.BS
  • dr. Yosi Yudya Satria, M.Kes, Sp.BS, Sp.KL, FINSS, FINPS
  • dr. Victorio, M.Ked, Sp.BS, M.A.R.S, FINSS, FINPS
  • dr. Bismo Nugroho, Sp.BS-FTB, FINSS, FINPS
  • dr. Faisal, M.Ked (Neurosurg), Sp.BS, FINSS, FINPS
  • dr. Ratih Puspa, Sp.N
  • dr. Bayu, Sp.B-ET, Subsp-BEV(K), FICS, C.SK, AIFO-K
  • dr. Arvi Dian Prasetia Nurwidda, Sp.PD

Profil masing-masing tersedia di halaman Tim Dokter.

35. Spesialisasi apa saja yang tersedia di Lamina Hospital?

Ada empat kelompok spesialisasi: bedah saraf, saraf (neurologi), bedah umum dan bedah vaskular, serta penyakit dalam. Kombinasi ini memungkinkan satu pasien dinilai dari beberapa sudut pandang sebelum terapi ditentukan.

36. Siapa dr. Mahdian Nur Nasution, Sp.BS?

dr. Mahdian Nur Nasution, Sp.BS adalah dokter spesialis bedah saraf dengan pengalaman lebih dari 15 tahun yang fokus pada intervensi nyeri dan gangguan tulang belakang.

Ia menyelesaikan pendidikan spesialis bedah saraf di Universitas Indonesia pada 2008 dan tercatat telah menangani lebih dari 4.000 tindakan dengan teknologi Joimax.

37. Siapa dr. Ratih Puspa, Sp.N?

dr. Ratih Puspa, Sp.N adalah dokter spesialis neurologi yang menyelesaikan pendidikan spesialisnya di Universitas Padjadjaran pada 2018.

Ia menangani berbagai gangguan sistem saraf, termasuk saraf kejepit, stroke, neuropati, migrain, dan vertigo.

38. Apa peran dokter spesialis saraf jika saya butuh operasi?

Dokter spesialis saraf menangani diagnosis dan terapi non-bedah. Bila pasien memerlukan tindakan operasi, dokter spesialis saraf akan berkolaborasi dan merujuk ke dokter spesialis bedah saraf. Pola kerja multidisiplin ini bertujuan agar penanganan lebih menyeluruh.

39. Dokter mana yang menangani varises dan gangguan pembuluh darah?

Kasus varises dan gangguan pembuluh darah ditangani oleh dokter spesialis bedah umum dan bedah vaskular, yaitu dr. Bayu, Sp.B-ET, Subsp-BEV(K), FICS, C.SK, AIFO-K.

40. Bagaimana cara memilih dokter yang tepat?

Mulailah dari jenis keluhan. Nyeri tulang belakang dan saraf kejepit umumnya diarahkan ke dokter spesialis bedah saraf atau spesialis saraf, sementara varises diarahkan ke dokter spesialis bedah vaskular.

Jika masih ragu, sampaikan keluhan Anda ke bagian pendaftaran agar dibantu diarahkan ke poli yang sesuai.

FAQ Lamina Hospital: Alur Layanan, Janji Temu, dan Pemeriksaan

41. Bagaimana cara membuat janji temu di Lamina Hospital?

Janji temu bisa dibuat melalui telepon di (021) 3882-0000, WhatsApp di 0811-1443-599, email ke registrasi@lamina.co.id, atau formulir pada halaman Kontak Kami. Menyebutkan keluhan utama sejak awal akan mempercepat proses penjadwalan.

42. Apa yang terjadi pada konsultasi pertama?

Dokter akan melakukan wawancara medis mengenai riwayat keluhan, dilanjutkan pemeriksaan fisik. Bila diperlukan, dokter meminta pemeriksaan penunjang untuk memastikan penyebab nyeri sebelum menentukan terapi.

43. Pemeriksaan penunjang apa yang biasanya diperlukan?

Pemeriksaan yang umum digunakan untuk keluhan tulang belakang adalah X-ray, MRI, atau CT scan. Ketiganya berfungsi melihat kondisi tulang, bantalan, dan saraf yang tidak bisa dinilai hanya dari pemeriksaan fisik.

44. Apakah saya harus membawa hasil MRI dari rumah sakit lain?

Jika Anda sudah pernah menjalani MRI, X-ray, atau CT scan sebelumnya, sebaiknya bawa hasil dan filenya saat konsultasi.

Data tersebut membantu dokter menilai perkembangan kondisi dan berpotensi mengurangi pemeriksaan ulang yang tidak perlu.

45. Apakah tersedia layanan telekonsultasi?

Ya. Lamina Hospital menyediakan layanan telekonsultasi yang dapat diakses melalui WhatsApp resmi di 0811-1443-599. Layanan ini berguna untuk konsultasi awal, terutama bagi pasien dari luar kota.

46. Apakah semua saraf kejepit harus dioperasi?

Tidak. Sebagian besar kasus saraf kejepit dapat ditangani dengan terapi non-operasi berupa obat, fisioterapi, atau tindakan minimal invasif. Operasi umumnya dipertimbangkan bila gejalanya berat atau tidak membaik setelah terapi konservatif dijalankan.

Biaya, Asuransi, Persiapan, dan Pemulihan

47. Apakah Lamina Hospital menerima asuransi?

Ya. Lamina Hospital bekerja sama dengan sejumlah perusahaan asuransi swasta untuk membantu pembiayaan pengobatan pasien. Daftar mitra yang berlaku saat ini bisa dilihat di halaman Asuransi dan Rekanan.

48. Berapa biaya pengobatan di Lamina Hospital?

Biaya tidak bisa disamakan antarpasien karena bergantung pada jenis keluhan, pemeriksaan penunjang yang dibutuhkan, dan metode tindakan yang dipilih.

Estimasi biaya yang akurat baru bisa diberikan setelah dokter menegakkan diagnosis. Hubungi call center untuk memperoleh perkiraan sesuai kondisi Anda.

49. Apakah tersedia layanan pendukung untuk pasien luar kota?

Ya. Lamina Hospital menyediakan layanan homecare untuk masa pemulihan setelah tindakan, serta fasilitas penginapan yang letaknya dekat dengan rumah sakit bagi pasien dari luar kota.

50. Berapa lama pemulihan setelah tindakan minimal invasif?

Waktu pemulihan berbeda-beda menurut jenis tindakan. Sebagai gambaran, Lamina Hospital menyebutkan pasien EVLA umumnya bisa beraktivitas normal dalam satu hari, sementara pasien kyphoplasty banyak yang merasakan perbaikan nyeri dalam 24–48 jam.

Dokter yang menangani akan memberikan panduan pemulihan yang spesifik untuk kondisi Anda.

Kesimpulan tentang FAQ Lamina Hospital

Rangkuman FAQ Lamina Hospital di atas menunjukkan satu pola yang konsisten: keluhan nyeri tulang belakang tidak selalu berujung pada operasi besar.

Lamina Hospital, yang berdiri sejak 2015 dan bertransformasi menjadi rumah sakit khusus bedah pada 2025, menempatkan diagnosis yang akurat sebagai lfaqangkah pertama, baru kemudian memilih terapi yang paling sesuai dari spektrum non-operasi hingga bedah minimal invasif.

Tujuh teknologi yang tersedia mulai dari Joimax, PLDD, ABEL Catheter, RFA, Kyphoplasty, EVLA, hingga Laser Hemorrhoidoplasty punya indikasi masing-masing. Artinya, pilihan tindakan seharusnya mengikuti hasil pemeriksaan, bukan sebaliknya.

Jika Anda mengalami nyeri yang bertahan lebih dari dua minggu, menjalar ke lengan atau kaki, atau disertai kebas dan kelemahan otot, jangan menunggu lebih lama. Konsultasikan keluhan tersebut ke dokter spesialis agar penyebabnya diketahui sejak dini dan penanganannya tidak terlambat.

Facebook
WhatsApp

Artikel Terkait

Artikel Populer

Topik Populer