Amankah Penderita GERD Berpuasa? Ini Penjelasannya

amankah gerd saat berpuasa

Amankah penderita GERD jika berpuasa? Mungkin bagi Anda yang mengalami gangguan lambung seperti GERD, pasti khawatir jika akan merasakan mual, muntah atau begah di perut saat puasa.

Meski hal tersebut bisa saja terjadi, Anda dapat mencegahnya dengan mengatur jumlah dan jenis asupan makanan yang masuk ke tubuh saat sahur maupun berbuka. 

Apa itu GERD?

Sumber foto: Freepik

GERD atau gastroesophageal reflux disease  merupakan penyakit refluks asam lambung yang terjadi akibat naiknya cairan asam lambung ke kerongkongan dan mengiritasi lapisan dalam saluran pencernaan. Serangan GERD dapat menimbulkan ketidaknyamanan pada tubuh, apalagi saat tengah berpuasa.

Ketika Anda mengalami GERD, maka gejala yang biasa terjadi yaitu rasa asam atau pahit di mulut, rasa panas terbakar dan sensasi perih di dada atau ulu hati (heartburn), perut sakit, mual, muntah nyeri dada dan gangguan pernafasan. 

Bagaimana Jika Menderita GERD Saat Puasa?

Jika Anda menderita GERD tetap dapat menjalankan puasa, namun harus memperhatikan pengaturan makanan yang dikonsumsi.

Apabila asam lambungnya sangat berlebih, maka sebaiknya tidak berpuasa. Puasa sebenarnya aman bagi penderita GERD, selama asupan makanan yang dikonsumsi saat sahur dan berbuka juga sesuai dengan kebutuhan nutrisi tubuh. 

Namun, untuk memastikan kondisi kesehatan Anda, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan membantu mengelola gejala dan melakukan penanganan yang tepat apabila kondisi GERD sudah cukup parah.

Tips Berpuasa Bagi Penderita GERD

Berikut ini adalah beberapa tips bagi penderita GERD agar lebih lancar dalam menjalankan ibadah puasa: 

  • Jangan lewatkan waktu sahur 
  • Perbanyak konsumsi sayur dan buah-buahan
  • Hindari mengonsumsi daging secara berlebihan
  • Setelah sahur sebaiknya jangan langsung tidur karena bisa timbul rasa panas di dada
  • Pada saat berbuka sebaiknya tidak makan takjil yang mengandung tinggi gula dan garam
  • Hindari konsumsi makanan yang tinggi lemak jenuh

Cara Mengatasi GERD dengan Efektif di Rumah Sakit Lamina

Rumah Sakit Lamina menghadirkan solusi efektif dan komprehensif untuk mengatasi GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) dengan pendekatan medis yang tepat, aman, dan berorientasi pada pemulihan jangka panjang.

Penanganan GERD di Rumah Sakit Lamina diawali dengan konsultasi menyeluruh bersama dokter spesialis berpengalaman untuk mengidentifikasi penyebab utama keluhan, mulai dari pola makan, gaya hidup, hingga kondisi saluran cerna. Didukung fasilitas diagnostik modern, pasien mendapatkan diagnosis yang akurat sehingga terapi dapat disesuaikan secara personal.

Perawatan tidak hanya berfokus pada pemberian obat untuk meredakan gejala seperti nyeri ulu hati, mual, atau sensasi terbakar di dada, tetapi juga disertai edukasi perubahan gaya hidup, pengaturan pola makan sehat, serta pemantauan berkala.

Dengan pelayanan medis terpadu, tenaga medis profesional, dan kenyamanan fasilitas rumah sakit, Rumah Sakit Lamina menjadi pilihan tepat bagi pasien yang ingin mengatasi GERD secara efektif, aman, dan berkelanjutan demi kualitas hidup yang lebih baik.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi kami melalui nomor Whatsapp  0811-1443-599. Segeralah membuat janji konsultasi untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

***

Frequently Asked Question (FAQ)

1. Apakah penderita GERD boleh berpuasa?
Boleh, selama kondisi GERD terkontrol dan tidak sering kambuh. Namun, penderita GERD sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk memastikan puasa aman dan menyesuaikan pola makan serta konsumsi obat.

2. Mengapa gejala GERD bisa kambuh saat berpuasa?
Gejala GERD dapat kambuh karena perut kosong terlalu lama, pola makan tidak teratur saat sahur dan berbuka, serta konsumsi makanan berlemak, pedas, atau asam yang memicu naiknya asam lambung.

3. Bagaimana cara mencegah GERD kambuh saat puasa?
Cegah kekambuhan dengan memilih makanan rendah lemak saat sahur dan berbuka, makan perlahan, menghindari minuman berkafein dan bersoda, serta tidak langsung berbaring setelah makan.

Facebook
WhatsApp
Artikel Terkait
Artikel Populer
Topik Populer