Spondylolisthesis: Gejala, Penyebab dan Penanganannya

spondylolisthesis

Nyeri punggung dapat menimbulkan ketidaknyamanan saat beraktivitas. Salah satu penyebabnya yaitu spondylolisthesis. Kondisi ini dapat menyerang seluruh bagian pada tulang punggung, mulai dari bagian atas, tengah, ataupun bawah. Spondylolisthesis umumnya menyebabkan keluhan nyeri yang sering tak tertahankan dan lebih rentan terjadi pada wanita dengan usia di atas 50 tahun.

Apa Itu Spondylolisthesis?

Spondylolisthesis merupakan suatu kondisi di mana tulang belakang bergeser atau terlepas dari posisi normalnya. Pergeseran tulang belakang ini menimbulkan tekanan pada saraf yang akan menyebabkan rasa sakit pada bagian punggung bawah. Kondisi ini berbeda dengan saraf kejepit atau hernia nukleus pulposus. Pada saraf kejepit, bukan tulang belakang yang bergeser, namun bantalan lembut di antara ruas tulang belakang yang menonjol keluar dan menekan saraf di sekitarnya.

Jenis Spondylolisthesis


Mengutip laman Cleveland Clinic, ada tiga jenis spondylolisthesis yang paling umum, antara lain:

  • Congenital spondylolisthesis: Kondisi ini terjadi saat tulang belakang bayi tidak terbentuk secara sempurna saat dalam kandungan. Kelainan ini akan meningkatkan risiko seseorang mengalami pergeseran tulang belakang di kemudian hari.
  • Isthmic spondylolisthesis: Biasanya terjadi pada orang yang memiliki riwayat sponylolysis sehingga fraktur atau retakan dapat melemahkan tulang belakang. Kondisi ini dapat menyebabkan pergeseran tulang belakang secara tiba-tiba.
  • Degenerative spondylolisthesis: Kondisi yang terjadi karena faktor usia atau penuaan. Cakram yang melindungi tulang belakang semakin kehilangan elastisitasnya dan menipis sehingga lebih rentan menyebabkan tulang bergeser.

Faktor Penyebab

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan spondylolisthesis, yaitu:

  • Cedera tulang belakang secara tiba-tiba atau akibat gerakan berulang
  • Kelainan atau cacat lahir pada tulang belakang
  • Penipisan/ pengikisan tulang belakang karena proses penuaan (faktor degeneratif)
  • Tumor di area tulang belakang
  • Retak di tulang belakang atau spondylolysis
  • Menderita radang sendi
  • Melakukan aktivitas atau olahraga yang memberi tekanan berlebih pada tulang belakang
  • Memiliki keluarga dengan riwayat spondylolisthesis
Baca Juga:  Awas, Saraf Kejepit Leher yang Diabaikan Bisa Picu Kelumpuhan!

Gejala

Tingkat keparahan spondylolisthesis

Spondylolisthesis seringkali tidak menimbulkan gejala sehingga mungkin tidak disadari oleh penderitanya. Namun, pada kondisi yang parah, gejalanya bisa berupa:

  • Nyeri punggung bawah atau low back pain
  • Nyeri punggung bawah yang menjalar hingga ke bokong dan kaki
  • Kebas, mati rasa dan kesemutan mulai dari punggung hingga ke kaki
  • Ketegangan atau kekakuan otot paha dan bokong
  • Kelainan pada lengkungan tulang belakang (kifosis)
  • Kelemahan pada bagian kaki

Segera lakukan pemeriksaan ke dokter apabila mengalami gejala-gejala tersebut. Jika nyeri semakin memburuk saat berdiri atau bergerak, maka Anda harus mendapatkan penanganan yang tepat.

Diagnosis dan Penanganan

Dokter akan melakukan tanya jawab seputar keluhan yang Anda alami. Selanjutnya, dokter akan melakukan sejumlah pemeriksaan fisik dan menegakkan diagnosis dengan hasil dari pemeriksaan radiologis, seperti Rontgen, CT Scan atau MRI. Pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat dengan pasti adanya pergeseran atau retak pada tulang belakang.

Pengobatan spondylolisthesis tegantung pada gejala dan tingkat keparahan kondisi. Pada pasien dengan gejala ringan, dokter mungkin hanya akan menyarankan untuk perbanyak istirahat, menghindari aktivitas berat, atau memberikan obat antiinflamasi non steroid (OAINS). Obat jenis ini mencakup ibuprofen atau naxopren yang dapat meredakan nyeri. Selain itu, dokter mungkin juga menyarankan injeksi steroid atau fisioterapi untuk menguatkan otot punggung dan perut.

Pada kondisi yang lebih parah, pengobatan lainnya mungkin disarankan seperti BESS atau Biportal Endoscopic Spine Surgery.

Menurut dr. Mahdian Nur Nasution, Sp.BS, dokter spesialis bedah saraf di Lamina Pain and Spine Center, BESS merupakan tindakan minimal invasif dengan dua sayatan yang tidak memerlukan operasi bedah terbuka. Dengan prosedur BESS, masalah tulang belakang dapat teratasi dengan lebih cepat dan minim risiko. BESS hanya memerlukan bius lokal, sehingga Anda tak perlu menjalani rawat inap pasca tindakan dan bisa langsung beraktivitas.

Baca Juga:  Saraf Kejepit Kaki, Tarsal Tunnel Syndrome Penyebab Kesemutan

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut, Anda bisa menghubungi Lamina Pain and Spine Center di nomor 021-7919-6999. Jika ingin berkonsultasi, silakan chat kami via whatsapp di 0811-1443-599. Lamina memiliki layanan telekonsultasi bagi Anda yang memiliki kendala jarak dan tidak bisa datang langsung ke klinik kami. Lamina Pain and Spine Center juga memiliki layanan ambulans untuk antar jemput pasien dari dan ke klinik.

Sebagai informasi tambahan, Lamina Pain and Spine Center berlokasi di Mampang, Lamina Cibubur, Lamina Pulomas, dan Lamina Kuningan.

Baca juga: Ini Kelebihan dan Kekurangan Endoskopi BES untuk Mengobati Saraf Kejepit

Share via:
Artikel Terkait
Promo Terbaru
Artikel Populer
Topik Populer