HNP Cervical Adalah Saraf Kejepit Leher, Apa Gejalanya? - Lamina Pain and Spine Center
preloader
Edit

Event Bebas Nyeri

Lamina Pain and Spine Center merupakan pusat pelayanan masalah nyeri dan tulang belakang di Jakarta yang mengkolaborasikan beberapa bidang ilmu kedokteran yakni kedokteran fisik dan rehabilitasi, bedah saraf dan anestesi.

Info Kontak

HNP Cervical Adalah Saraf Kejepit Leher, Apa Gejalanya?

  • Home
  • -
  • Blog
  • -
  • HNP Cervical Adalah Saraf Kejepit Leher, Apa Gejalanya?
 HNP Cervical Adalah Saraf Kejepit Leher, Apa Gejalanya?

HNP cervical adalah kondisi terdapatnya penonjolan pada bantalan sendi pada ruas tulang belakang atau vertebra.

HNP cervical adalah salah satu penyebab terjadinya rasa kesemutan pada jari tangan yang menyertai nyeri.

Saraf Kejepit Leher atau HNP Cervical Adalah

Sejatinya HNP (hernia nukleus pulposus) atau masyarakat mengenalnya sebagai saraf kejepit, bisa terjadi pada sepanjang tulang belakang.

Mulai dari area lumbal (terdiri dari 5 ruas: L1-L5), thoraks (12 tulang punggung atas: Th1-Th12) hingga cervical (7 ruas tulang leher: C1-C7).

HNP adalah suatu kondisi isi bantalan (diskus) antar-ruas tulang belakang bocor atau merembes keluar dari cincin pelindungnya sehingga menekan saraf tualng belakang.

Diskus tulang belakang ini memiliki 2 bagian utama; annulus fibrosa (bagian luar yang keras) dan nukleus pulposus (bagian dalam sendi yang berbentuk seperti gel).

Bantalan tulang memegang peran penting sebagai peredam kejut (shock absorber). Nah pada leher, bersamaan dengan dua sendi kecil pada area belakang leher, diskus akan membantu Anda agar dapat menggerakkan leher ke segala arah: memutar, menengok kiri kanan, ke atas dan bawah.

HNP Cervical Adalah

Ukuran diskus pada tulang leher tidak terlalu besar, sehingga ruang untuk saraf juga tidak terlalu besar pula. Bila bantalan tulang ini menonjol walau sedikit, sudah dapat menyebabkan gesekan pada saraf dan menimbulkan nyeri.

Saraf kejepit leher ini paling sering mengenai ruas C6-C7, kemudian ruas C5-C6. Ruas-ruas inilah yang paling sering bergerak dan mudah mengalami degenerasi (perubahan sesuai dengan bertambahnya usia).

Cedera berupa sprain dan strain area leher merupakan kondisi yang paling sering menjadi penyebabnya.

Sprain terjadi bila ligament atau tendon meregang secara berlebihan atau robek akibat cedera pada leher.

Sedangkan strain adalah cedera pada otot. Cedera whiplash (whiplash injury) merupakan penyebab terbanyak. Akibat tabrakan keras maka tulang leher mengalami ekstensi dan fleksi sehingga berisiko mencederai ligament, sendi faset, dan otot, sebagai struktur penyusun ruas tulang leher.

HNP cervical adalah penyebab terjadinya saraf kejepit leher. Gejala yang muncul bergantung dari ruas leher yang terkena dan derajat beratnya HNP.

Saraf kejepit leher biasanya menyebabkan nyeri pada leher, bahu, belikat, lengan hingga jari-jari tangan, jarang terasa hingga pinggang.

Jari-jari tangan yang biasanya kena dampak saraf kejepit leher adalah ibu jari dan jari telunjuk.

Saraf mana yang kejepit leher, juga akan menimbulkan nyeri yang berbeda jalurnya.

  • C4-C5: nyeri pada bahu dan lengan atas.
  • C5-C6: kelemahan otot, baal dan kesemutan, dan nyeri menjalar hingga ibu jari tangan.
  • C6-C7: baal, kesemutan, nyeri dari lengan atas hingga jari tengah.

Bila menjepit saraf C7-T1, Anda tidak dapat menggenggam, baal dan kesemutan hingga jari kelingking.

Pada umumnya, HNP cervical dapat menyebabkan nyeri, kebas/kesemutan dari kepala, leher, punggung atas atau tulang belikat, hingga kelumpuhan bila tidak mendapatkan penanganan yang tepat.

Saraf Kejepit Leher

Terdapat beberapa faktor yang kemungkinan dapat memperbesar risiko Anda mengalami HNP cervical, yaitu:

  • Usia, akibat adanya proses penuaan (degeneratif) yang dapat menyebabkan berkurangnya elastisitas bantalan sendi akibat berkurangnya cairan tubuh.
  • Keturunan dalam keluarga (genetik)
  • Pernah cedera, misalnya jatuh atau kecelakaan kendaraan bermotor atau olahraga yang  mengakibatkan gerakan kepala ke arah belakang secara tiba-tiba dan mendadak
  • Kebiasaan atau pekerjaan yang Anda lakukan tanpa mempedulikan ergonomik. Misalnya pekerjaan harian membuat leher dan kepala menunduk dalam jangka waktu lama dan berulang. Contohnya menggunakan smartphone atau bekerja di depan komputer terlalu lama.

Selain itu, obesitas dan merokok juga dapat memperbesar risiko terjadinya HNP cervical. Berat badan yang berlebihan, dapat memberikan beban berlebihan pula pada ruas tulang belakang. Sedangkan merokok dapat memengaruhi aliran oksigen dan nutrisi ke tulang belakang.

Pemeriksaan HNP Cervical Adalah

Selain pemeriksaan fisik, dokter spesialis bedah saraf mungkin akan memerlukan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis dan mengetahui lebih lanjut struktur anatomi yang terganggu.

Beberapa pemeriksaan penunjang meliputi:

  • X-Ray (Rontgen) cervical (leher), pemeriksaan ini merupakan skrining awal untuk melihat penyebab nyeri dan lainnya, misalnya infeksi, atau tumor.
  • Megneting Resonance Imaging (MRI) cervical untuk menilai herniasi (penonjolan) bantalan sendi

Perlu Penanganan Tepat

Secara umum, terapi konservatif dengan cara:

-Modifikasi aktivitas/gaya hidup hindari aktivitas pemicu nyeri seperti olahraga berat, tidak boleh mengangkat benda berat

– Pemberian obat antinyeri (obat anti inflamasi non-steroid) dan muscle relaxant

– Fisioterapi yang meliputi latihan peregangan dan penguatan otot (stretching and strengthening exercise). Dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabiliasi (SpKFR) akan membuat program ini berdasarkan rujukan dari dokter yang melakukan pemeriksaan.  

– Injeksi steroid untuk membantu mengurangi nyeri dan peradangan.

– Kompres hangat atau dingin. Pada beberapa kasus, pemberian kompres dingin atau hangat selama 15-20 menit dan perlu ulang beberapa kali sehai yang bermanfaat mengurangi nyeri.

Namun apabila dari hasil pemeriksaan penunjang menunjukkan saraf kejepit leher dalam kondisi yang berat, maka dokter akan mempertimbangkan tindakan lain untuk membebaskan jepitan saraf leher.

Dulu perlu tindakan operasi besar yang memiliki risiko cukup besar. Kini seiring dengan majunya teknologi dunia medis, teknologi endoskopi leher atau Percutaneous Endoscopic Cervical Discectomy (PECD), dapat menjadi salah satu opsi penanganan saraf kejepit leher.

Namun dalam kasus-kasus yang cukup berat, opsi penanganannya yang lain adalah dengan ACDF atau AnteriorCervical Discectomy and Fusion.

HNP cervical atau saraf kejepit leher perlu mendapatkan penanganan yang tepat dan akurat sesuai dengan hasil pemeriksaan klinis dan pemeriksaan penunjang radiologis, agar Anda terhindar dari risiko kelumpuhan. 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Subscribe to our
Newsletter

***We Promise, no spam!

Lamina Pain and Spine Center merupakan One Stop Service untuk menangani nyeri dan masalah pada tulang belakang yang didukung oleh teknologi terkini

Operasional Klinik

Senin : 10:00 - 20:00
Selasa : 10:00 - 20:00
Rabu : 10:00 - 20:00
Kamis : 10:00 - 20:00
Jumat : 10:00 - 20:00
Sabtu : 10:00 - 20:00
Minggu : Tutup

©2020, Lamina Pain and Spine Center. Media All Rights Reserved.

PT Sejahtera Berkah Medika

    Daftar Online